Rabu, 01 April 2020

4 Jenis Aset Kelas menurut Robert T. Kiyosaki ini yang perlu anda ketahui, sebelum anda Memulai Investasi

 

Mungkin beberapa dari kita pernah lihat atau dengar orang berkata “Saya mau mulai investasi, tapi bingung bagaimana cara memulainya.” Saya tidak tahu bagaimana dengan anda, namun rata-rata orang diluar sana juga kebingungan dan ketika berbicara tentang investasi, yang mereka tahu hanyalah investasi ke saham. Padahal, saham hanyalah satu dari sekian banyak jenis aset kelas dan instrumen investasi di luar sana. Jika anda pernah merasa demikian atau bahkan sudah lumayan berpengalaman sekalipun, artikel ini cocok untuk tingkatkan pengetahuan anda lebih dalam lagi tentang jenis aset kelas yang bisa anda investasikan.

Sebelum anda semakin penasaran tentang pengetahuan bermanfaat ini, Apakah anda pernah dengar nama Robert T. Kiyosaki? Ya, nama tersebut mungkin tidak lagi asing di telinga beberapa orang seperti anda, yang tertarik ataupun sudah terjun ke dalam dunia investasi. Ia adalah seorang investor kelas dunia, asal Amerika Serikat yang sudah punya lebih dari 6000 properti di seluruh dunia, yang menghasilkan pasif income untuknya, tanpa harus bekerja sekalipun. Sebelum membahas tentang4 Jenis aset kelas yang bisa menjadi pilihan ketika anda hendak melakukan investasi, saya penasaran, apakah anda sudah tahu apa pengertian mendasar dari aset? Menurut beliau, aset adalah segala sesuatu yang membuat uang masuk ke kantong anda. Nah, kalau begitu, coba anda perhatikan, apakah mobil dan rumah adalah aset? Jawabannya belum tentu! Jika rumah yang anda tempati harus membayar uang listrik, air dan PBB, itu berarti rumah anda adalah liabilitas, karena uang keluar dari kantong anda.
Setelah baca artikel ini sampai selesai, anda akan lebih ketahui jenis-jenis gambaran umum mengenai aset kelas ini, memiliki kelebihan dan peranannya tersendiri, sesuai kebutuhan, waktu serta siklus ekonomi yang terjadi.

1. Properti/ Real Estate

Jenis aset properti merupakan aset kelas yang sudah dari zaman dahulu kala ada. Beberapa investor besar banyak yang menjadi kaya raya dari aset kelas ini, salah satunya Robert Kiyosaki yang juga merupakan investor sukses di bidang ini. Ada kesamaan mendasar dari orang kaya, yaitu kalau mereka tidak kaya dari properti, setelah kaya mereka beli properti. Kira-kira apakah anda tahu kenapa hal itu terjadi?

Mungkin sekilas terpikir dalam benak anda, “Wah, mungkin gara-gara properti itu harganya naik terus”. Jawaban tersebut tidak sepenuhnya benar ataupun salah. Di Indonesia, secara garis besar memang seperti itu, namun yang penting untuk anda perhatikan, properti itu bersifat localize/ mikro, jadi properti di satu tempat akan berbeda harganya bergantung dari banyak faktor seperti lokasi, pertumbuhan penduduk, permintaan pasar, dsb. Bisa jadi properti properti di satu tepat naik, bisa juga turun. Kalau begitu, mengapa orang kaya, membeli properti? Ya, karena mereka sudah tahu tentang bagaimana investasi properti, bisa memberikan manfaat, selain bisa mendapatkan capital gain, juga bisa menjadi daya ungkit/ leverage untuk mendapatkan pendanaan dari institusi perbankan, dll.

2. Paper Asset / Aset Kertas
Seperti namanya, aset kertas, adalah aset yang bentuk dasarnya adalah kertas. Di antaranya seperti Deposito, Reksadana, Obligasi, Saham, dsb. Aset kertas ini memiliki banyak sekali jenisnya dengan spesifikasi yang berbeda-beda dan profil resiko yang berbeda pula. Untuk itu, sebelum mulai putuskan berinvestasi ke aset apapun, termasuk paper aset, perlu anda pelajari terlebih dahulu seluk beluknya, sehingga anda bisa tahu apa yang anda investasikan. Jangan sampai hanya ikut-ikutan orang saja dan merasa bahwa suatu instrumen ini aman/ banyak diminati oleh orang, dan akhirnya tidak meningkatkan kemampuan investasi anda di masa yang akan datang.

Paper asset, khususnya deposito dan reksadana banyak diminati oleh masyarakat di Indonesia, karena kemudahannya untuk berinvestasi dengan modal yang tidak terlalu besar. Obligasi negara seperti ORI, juga cocok ketika terjadi kasus seperti krisis keuangan, dll, jika memang anda percaya bahwa negara suatu ketika akan bangkin dan ekonomi akan stabil, dsb. Sekali lagi, hasil yang anda dapat sesuai dengan besarnya pengetahuan anda.

3. Bisnis
Ketika anda lihat dan dengar kata bisnis, sebagian dari anda mungkin berpikir, bahwa bisnis dan investasi adalah 2 hal yang berbeda. Kebanyakan dari orang di luar sana merasa, bisnis adalah salah satu bentuk usaha/ dagang untuk menghasilkan keuntungan/ uang, bukan merupakan instrumen investasi. Padahal, sebenarnya bisnis itu, sama halnya dengan aset lainnya seperti properti misalnya, yang mempunyai nilai aset/ capital gain dan cashflow yang menghasilkan income. Ada metode khusus untuk menentukkan valuasi sebuah bisnis. Inilah yang biasanya dilakukan oleh pengusaha kelas atas dan investor bermodal besar seperti Venture Capital/ Modal ventura, ketika melakukan jual beli bisnis, yang bisa kita bahas detilnya pada kesempatan berikutnya.

Oh iya, Bisnis yang dimaksud disini, secara khusus adalah aset bisnis yang sudah memiliki sistem yang berjalan otomatis, memiliki SOP dan SDM yang baik, sehingga ketika anda berinvestasi di aset bisinis tersebut, anda bisa dapatkan keuntungan, dengan atau tanpa anda perlu mengelola bisnis tersebut sekalipun. Salah satu ciri khas dari aset bisnis ini adalah kekuatannya pada arus casflow positif yang menambah uang masuk ke kantong anda dengan deras. Inilah mengapa, ketika anda ingin mengajukan kredit di bank, walaupun anda memiliki jaminan berupa properti sekalipun, anda tidak akan mendapatkan pinjaman, jika tidak ada pemasukan baik dari gaji ataupun cashflow bisnis yang anda miliki, karena itulah sumber dari kemampuan bayar untuk cicilan kredit tersebut.

Tahukah anda, Aset Bisnis ini juga bersifat fleksibel dan bisa dikombinasikan dengan aset lainnya. Coba anda lihat rumah kos di sekitar lingkungan anda, sebenarnya bukan propertinya yang menghasilkan income buat pemiliknya, melainkan karena properti tersebut dikombinasikan dengan bisnis sewa menyewa di atasnya. Sama halnya dengan Hotel, propertinya memang berpotensi mengalami kenaikan, namun bisnis sewa menyewa kamarlah, yang memberikan pemasukkan untuk hotel tersebut.

4.Komoditi
Komoditi menurut wikipedia Indonesia berarti sesuatu benda nyata yang relatif mudah diperdagangkan, dapat diserahkan secara fisik, dapat disimpan untuk suatu jangka waktu tertentu dan dapat dipertukarkan dengan produk lainnya dengan jenis yang sama, yang biasanya dapat dibeli atau dijual oleh investor melalui bursa berjangka.

Sesuai dengan definisi tersebut, aset komoditi yang paling umum dimiliki oleh orang Indonesia adalah Emas dan Perak. Sifat dari aset terbut adalah nilainya yang selalu tetap, sehingga bisa aman dari gerusan inflasi yang terjadi di setiap negara di dunia. Misalkan, ketika terjadi penurunan nilai mata uang rupiah, 10 tahun yang lalu, dengan 1 juta rupiah, anda bisa membeli barang A, sekarang barang A yang sama hanya bisa dibeli dengan uang 10 juta rupiah. Itu disebabkan karena semakin banyaknya uang beredar di masyarakat, sehigga nilainya menjadi menurun. Di situlah peran aset komoditi, dalam hal ini emas. Pada saat orang tersebut membeli emas 10 tahun yang lalu, nilai emas tersebut akan sama dan ketika dicairkan, akan menyesuaikan dengan nilai uang pada saat itu. Dengan kata lain, emas merupakan instrumen yang tepat, untuk melindungi uang anda dari krisis ekonomi yang mungkin terjadi. Perak juga merupakan instrumen yang menarik, karena penggunaannya untuk industri, membuat jumlahnya yang semakin terbatas di dunia. Menurut hukum permintaan dan penawaran, perak juga berpotensi untuk mengalami kenaikan nilai di masa yang akan datang.
Sekali lagi, apapun yang anda baca disini, jangan anda buru-buru percaya, karena bisa jadi, apa yang saya tuliskan disini akan berdampak berbeda dari situasi di lapangan yang terus berubah. Saran saya, terus tingkatkan kecerdasan finansial anda dan perkembangan dunia, sehingga apapun yang terjadi, anda bisa terus raih kesuksesan anda dalam keuangan dan investasi, mengikuti perubahan yang begitu cepatnya di dunia ini. Seperti yang sudah saya sampaikan sebelumnya, saat anda hendak berinvestasi di aset tertentu, investasikan terlebih dahulu waktu dan uang anda, untuk belajar bagaimana caranya berinvestasi di area tersebut. Misalkan ada instrumen baru seperti Cryptocurrency dengan teknologi blockchain yang begitu canggihnya, anda sebaiknya pelajari terlebih dahulu secara detil, jangan ikut-ikutan karena tren sesaat saja dan jangan langsung acuh tak acuh, siapa tahu itu adalah langkah anda untuk buat anda semakin sukses lagi secara keuangan.

e-book Robert Kiyosaki__Sekolah Bisnis__Business School .pdf


 Pendidikan Bisnis yang Mengubah Hidup
Bukan Uangnya
"Kami memiliki rancangan kompensasi terbaik." Saya sering mendengar ucapan ini ketika saya menyelidiki berbagai perusahaan pemasaran jaringan. Orang yang ingin sekali menunjukkan peluang bisnisnya kepada saya akan bercerita tentang orang yang berpenghasilan ratusan ribu dollar per bulan dari bisnis ini. Saya juga sudah bertemu dengan orang yang benar-benar berpenghasilan ratusan ribu dollar per bulan dari bisnis pemasaran jaringan... jadi saya tidak meragukan potensi penghasilan yang sangat besar dari pemasaran jaringan. Umpan memperoleh banyak uang menarik banyak orang ke dalam bisnis ini. Namun saya tidak menyarankan untuk melihat bisnis pemasaran jaringan terutama dari uangnya.
Bukan Produknya
"Kami mempunyai produk terbaik." Pernyataan ini merupakan keuntungan kedua paling ditekankan yang dipresentasikan kepada saya
ketika memeriksa berbagai bisnis pemasaran jaringan. Penyelidikan saya terhadap perusahaan pemasaran jaringan yang berbeda, membuat saya sangat terkejut dengan begitu banyaknya produk atau jasa yang disalurkan melalui sistem pemasaran jaringan. Peluang bisnis pemasaran jaringan pertama yang saya lihat pada 1970-an menjual vitamin. Saya mencobanya dan mendapatinya sebagai vitamin berkualitas prima. Saya masih meminum beberapa dari vitamin-vitamin itu hari ini. Ketika penyelidikan saya berlanjut, saya menemukan berbagai bisnis pemasaran jaringan dengan rangkaian produk utama ini:
1. Produk perawatan rumah yang habis terpakai 2. Jasa telepon 3. Real estat 4. Jasa keuangan 5. Situs Web Internet 6. Distribusi pasar Internet, menjual dengan diskon hampir semua barang yang dijual Wal-Mart dan K-Mart 7. Produk pemeliharaan kesehatan 8. Perhiasan 9. Jasa pajak 10. Mainan pendidikan
Dan daftar itu terus berlanjut. Paling sedikit sebulan sekali, saya mendengar tentang perusahaan pemasaran jaringan baru dengan bentuk baru pada produk atau rancangan kompensasi mereka. Saya bergabung dengan beberapa di antaranya karena saya rnenginginkan produk atau jasa yang ditawarkan. Tetapi produk atau rancangan kompensasi bukan alasan utama saya mendorong orang untuk menyelidiki bisnis pemasaran jaringan yang berbeda.

 Ingin membaca lebih lengkap ? 
Silahkan
Filenya

SEBUAH PAGI DAN ANAK BURUNG YANG MALANG

          Angin pagi adalah tangan yang tak kasat mata, yang berembus melalui pepohonan tua di halaman rumah, daun-daunnya gemerisik menggig...