
Mungkin
beberapa dari kita pernah lihat atau dengar orang berkata “Saya mau
mulai investasi, tapi bingung bagaimana cara memulainya.” Saya tidak
tahu bagaimana dengan anda, namun rata-rata orang diluar sana juga
kebingungan dan ketika berbicara tentang investasi, yang mereka tahu
hanyalah investasi ke saham. Padahal, saham hanyalah satu dari sekian
banyak jenis aset kelas dan instrumen investasi di luar sana. Jika anda
pernah merasa demikian atau bahkan sudah lumayan berpengalaman
sekalipun, artikel ini cocok untuk tingkatkan pengetahuan anda lebih
dalam lagi tentang jenis aset kelas yang bisa anda investasikan.
Sebelum
anda semakin penasaran tentang pengetahuan bermanfaat ini, Apakah anda
pernah dengar nama Robert T. Kiyosaki? Ya, nama tersebut mungkin tidak
lagi asing di telinga beberapa orang seperti anda, yang tertarik ataupun
sudah terjun ke dalam dunia investasi. Ia adalah seorang investor kelas
dunia, asal Amerika Serikat yang sudah punya lebih dari 6000 properti
di seluruh dunia, yang menghasilkan pasif income untuknya, tanpa harus
bekerja sekalipun. Sebelum membahas tentang4 Jenis aset kelas yang bisa
menjadi pilihan ketika anda hendak melakukan investasi, saya penasaran,
apakah anda sudah tahu apa pengertian mendasar dari aset? Menurut
beliau, aset adalah segala sesuatu yang membuat uang masuk ke kantong
anda. Nah, kalau begitu, coba anda perhatikan, apakah mobil dan rumah
adalah aset? Jawabannya belum tentu! Jika rumah yang anda tempati harus
membayar uang listrik, air dan PBB, itu berarti rumah anda adalah
liabilitas, karena uang keluar dari kantong anda.
Setelah
baca artikel ini sampai selesai, anda akan lebih ketahui jenis-jenis
gambaran umum mengenai aset kelas ini, memiliki kelebihan dan peranannya
tersendiri, sesuai kebutuhan, waktu serta siklus ekonomi yang terjadi.
1. Properti/ Real Estate

Jenis
aset properti merupakan aset kelas yang sudah dari zaman dahulu kala
ada. Beberapa investor besar banyak yang menjadi kaya raya dari aset
kelas ini, salah satunya Robert Kiyosaki yang juga merupakan investor
sukses di bidang ini. Ada kesamaan mendasar dari orang kaya, yaitu kalau
mereka tidak kaya dari properti, setelah kaya mereka beli properti.
Kira-kira apakah anda tahu kenapa hal itu terjadi?
Mungkin
sekilas terpikir dalam benak anda, “Wah, mungkin gara-gara properti itu
harganya naik terus”. Jawaban tersebut tidak sepenuhnya benar ataupun
salah. Di Indonesia, secara garis besar memang seperti itu, namun yang
penting untuk anda perhatikan, properti itu bersifat localize/ mikro,
jadi properti di satu tempat akan berbeda harganya bergantung dari
banyak faktor seperti lokasi, pertumbuhan penduduk, permintaan pasar,
dsb. Bisa jadi properti properti di satu tepat naik, bisa juga turun.
Kalau begitu, mengapa orang kaya, membeli properti? Ya, karena mereka
sudah tahu tentang bagaimana investasi properti, bisa memberikan
manfaat, selain bisa mendapatkan capital gain, juga bisa menjadi daya
ungkit/ leverage untuk mendapatkan pendanaan dari institusi perbankan,
dll.
2. Paper Asset / Aset Kertas

Seperti
namanya, aset kertas, adalah aset yang bentuk dasarnya adalah kertas.
Di antaranya seperti Deposito, Reksadana, Obligasi, Saham, dsb. Aset
kertas ini memiliki banyak sekali jenisnya dengan spesifikasi yang
berbeda-beda dan profil resiko yang berbeda pula. Untuk itu, sebelum
mulai putuskan berinvestasi ke aset apapun, termasuk paper aset, perlu
anda pelajari terlebih dahulu seluk beluknya, sehingga anda bisa tahu
apa yang anda investasikan. Jangan sampai hanya ikut-ikutan orang saja
dan merasa bahwa suatu instrumen ini aman/ banyak diminati oleh orang,
dan akhirnya tidak meningkatkan kemampuan investasi anda di masa yang
akan datang.
Paper
asset, khususnya deposito dan reksadana banyak diminati oleh masyarakat
di Indonesia, karena kemudahannya untuk berinvestasi dengan modal yang
tidak terlalu besar. Obligasi negara seperti ORI, juga cocok ketika
terjadi kasus seperti krisis keuangan, dll, jika memang anda percaya
bahwa negara suatu ketika akan bangkin dan ekonomi akan stabil, dsb.
Sekali lagi, hasil yang anda dapat sesuai dengan besarnya pengetahuan
anda.
3. Bisnis

Ketika
anda lihat dan dengar kata bisnis, sebagian dari anda mungkin berpikir,
bahwa bisnis dan investasi adalah 2 hal yang berbeda. Kebanyakan dari
orang di luar sana merasa, bisnis adalah salah satu bentuk usaha/ dagang
untuk menghasilkan keuntungan/ uang, bukan merupakan instrumen
investasi. Padahal, sebenarnya bisnis itu, sama halnya dengan aset
lainnya seperti properti misalnya, yang mempunyai nilai aset/ capital
gain dan cashflow yang menghasilkan income. Ada metode khusus untuk
menentukkan valuasi sebuah bisnis. Inilah yang biasanya dilakukan oleh
pengusaha kelas atas dan investor bermodal besar seperti Venture
Capital/ Modal ventura, ketika melakukan jual beli bisnis, yang bisa
kita bahas detilnya pada kesempatan berikutnya.
Oh
iya, Bisnis yang dimaksud disini, secara khusus adalah aset bisnis yang
sudah memiliki sistem yang berjalan otomatis, memiliki SOP dan SDM yang
baik, sehingga ketika anda berinvestasi di aset bisinis tersebut, anda
bisa dapatkan keuntungan, dengan atau tanpa anda perlu mengelola bisnis
tersebut sekalipun. Salah satu ciri khas dari aset bisnis ini adalah
kekuatannya pada arus casflow positif yang menambah uang masuk ke
kantong anda dengan deras. Inilah mengapa, ketika anda ingin mengajukan
kredit di bank, walaupun anda memiliki jaminan berupa properti
sekalipun, anda tidak akan mendapatkan pinjaman, jika tidak ada
pemasukan baik dari gaji ataupun cashflow bisnis yang anda miliki,
karena itulah sumber dari kemampuan bayar untuk cicilan kredit tersebut.
Tahukah
anda, Aset Bisnis ini juga bersifat fleksibel dan bisa dikombinasikan
dengan aset lainnya. Coba anda lihat rumah kos di sekitar lingkungan
anda, sebenarnya bukan propertinya yang menghasilkan income buat
pemiliknya, melainkan karena properti tersebut dikombinasikan dengan
bisnis sewa menyewa di atasnya. Sama halnya dengan Hotel, propertinya
memang berpotensi mengalami kenaikan, namun bisnis sewa menyewa
kamarlah, yang memberikan pemasukkan untuk hotel tersebut.
4.Komoditi

Komoditi
menurut wikipedia Indonesia berarti sesuatu benda nyata yang relatif
mudah diperdagangkan, dapat diserahkan secara fisik, dapat disimpan
untuk suatu jangka waktu tertentu dan dapat dipertukarkan dengan produk
lainnya dengan jenis yang sama, yang biasanya dapat dibeli atau dijual
oleh investor melalui bursa berjangka.
Sesuai
dengan definisi tersebut, aset komoditi yang paling umum dimiliki oleh
orang Indonesia adalah Emas dan Perak. Sifat dari aset terbut adalah
nilainya yang selalu tetap, sehingga bisa aman dari gerusan inflasi yang
terjadi di setiap negara di dunia. Misalkan, ketika terjadi penurunan
nilai mata uang rupiah, 10 tahun yang lalu, dengan 1 juta rupiah, anda
bisa membeli barang A, sekarang barang A yang sama hanya bisa dibeli
dengan uang 10 juta rupiah. Itu disebabkan karena semakin banyaknya uang
beredar di masyarakat, sehigga nilainya menjadi menurun. Di situlah
peran aset komoditi, dalam hal ini emas. Pada saat orang tersebut
membeli emas 10 tahun yang lalu, nilai emas tersebut akan sama dan
ketika dicairkan, akan menyesuaikan dengan nilai uang pada saat itu.
Dengan kata lain, emas merupakan instrumen yang tepat, untuk melindungi
uang anda dari krisis ekonomi yang mungkin terjadi. Perak juga merupakan
instrumen yang menarik, karena penggunaannya untuk industri, membuat
jumlahnya yang semakin terbatas di dunia. Menurut hukum permintaan dan
penawaran, perak juga berpotensi untuk mengalami kenaikan nilai di masa
yang akan datang.
Sekali
lagi, apapun yang anda baca disini, jangan anda buru-buru percaya,
karena bisa jadi, apa yang saya tuliskan disini akan berdampak berbeda
dari situasi di lapangan yang terus berubah. Saran saya, terus
tingkatkan kecerdasan finansial anda dan perkembangan dunia, sehingga
apapun yang terjadi, anda bisa terus raih kesuksesan anda dalam keuangan
dan investasi, mengikuti perubahan yang begitu cepatnya di dunia ini.
Seperti yang sudah saya sampaikan sebelumnya, saat anda hendak
berinvestasi di aset tertentu, investasikan terlebih dahulu waktu dan
uang anda, untuk belajar bagaimana caranya berinvestasi di area
tersebut. Misalkan ada instrumen baru seperti Cryptocurrency dengan
teknologi blockchain yang begitu canggihnya, anda sebaiknya pelajari
terlebih dahulu secara detil, jangan ikut-ikutan karena tren sesaat saja
dan jangan langsung acuh tak acuh, siapa tahu itu adalah langkah anda
untuk buat anda semakin sukses lagi secara keuangan.