Senin, 30 Mei 2022

SEMANTICS Tenses dan Aspect _ Haris Ismail _NIM 031052192

Saudara mahasiswa, kita sudah membahas tense dan aspect.

Sekarang diskusikan dengan teman-teman Anda :

1. Apa yang dimaksud dengan tense atau kala dalam bahasa Inggris. Apakah

    dalam bahasa Indonesia kita juga mengenal adanya tense ? Apa yang

    dipakai sebagai penanda tenses dalam bahasa Indonesia ? Jelaskan !


2. Jelaskan persamaan dan perbedaan antara tense dan aspect ?

1.      Tenses  adalah sebuah konsep yang menerangkan waktu kejadian dari sebuah pernyataan. Terdapat 16 tenses bahasa Inggris utama yang bisa Anda pelajari. 

Pada dasarnya, untuk dapat menguasai bahasa Inggris, modal utama yang harus kita kuasai adalah mencakup masalah tenses.

Dalam bahasa Indonesia jelas punya konsep waktu. Kalau tidak, kita sebagai penutur bahasa Indonesia tidak bisa membedakan masa lalu, masa kini dan masa depan, karena tidak diakomodasi di bahasa kita. Kenyataannya tidak demikian.  Di bahasa Indonesia tenses ditunjukkan dengan menambahkan kata-kata keterangan ke dalam kalimat, yaitu 'sudah', 'pernah', 'telah', 'sedang', dan 'akan'; Bukan dengan merubah bentuk kata kerjanya. Kita juga bisa menambahkan kata keterangan waktu seperti 'kemarin', 'besok', 'minggu depan', dsb.

2.      Tense dan aspect keduanya merupakan sifat dari kata kerja, tetapi keduanya mempengaruhi kata kerja dan makna kalimat dengan cara yang berbeda.

Tenses

Tenses merupakan salah satu sifat yang paling familiar. Kamu mungkin telah menemukan hal-hal seperti present tense atau past tense dan banyak tenses lainnya juga. Akan tetapi apa kesamaan dari semuanya?

Semua tenses tersebut menunjukkan posisi kata kerja dalam waktu, apakah kata kerja digunakan untuk menggambarkan sesuatu yang terjadi di masa lalu, atau di masa sekarang.

Tenses yang berbeda memiliki aturannya sendiri untuk struktur kalimat dan kata kerja yang digunakan. Misalnya, kata kerja “makan” digunakan secara berbeda baik dalam bentuk sekarang dan lampau.

Contohnya:

·         Dalam present tense: I am eating a cake. – Saya sedang makan kue.

·         Dalam bentuk lampau: I ate a cake. – Saya makan kue.

Salah satu tense yang penting untuk disebutkan adalah future tense. Sebenarnya ini bukan tense sama sekali dalam istilah teknis. Future tense terdiri dari struktur yang digunakan untuk berbicara tentang periode waktu di masa depan, dan kamu dapat melakukannya dengan berbagai cara.

Contohnya:

·         I will eat a cake. – Aku akan makan kue.

·         I hope to eat a cake. – Saya berharap untuk makan kue.

·         Next week, I am eating cake for my birthday. – Minggu depan, aku akan makan kue untuk ulang tahunku.

Aspect

Seperti tenses, aspect juga merupakan properti dari kata kerja, dan mereka juga berhubungan dengan hubungan kata kerja dengan waktu.

Tetapi tidak seperti tenses, yang menggambarkan posisi tetap kata kerja dalam waktu sebagai masa lalu atau sekarang, aspect menggambarkan bagaimana sesuatu dapat dilihat dalam kaitannya dengan waktu, daripada kapan tepatnya hal itu terjadi.

 

Anda dapat menggambarkan kata kerja to fall dalam bentuk lampau dengan mengatakan I fell over. Tetapi kamu dapat mengambil ini lebih jauh, dengan melihat kategori lebih lanjut dalam kaitannya dengan masa lalu. 

Contohnya:

·         I fell over the bridge. – Aku jatuh dari jembatan.

·         I had fallen over the bridge. – Aku jatuh dari jembatan.

·         I was falling over the bridge. – Aku jatuh dari jembatan.

Contoh pertama adalah dalam bentuk lampau yang sederhana dan ini adalah cara paling sederhana untuk menggambarkan suatu peristiwa yang terjadi di masa lalu. Tetapi dua contoh kedua menunjukkan dua kategori atau aspect lain.

Contoh kedua mengatakan I had fallen menggunakan aspek perfeksif  yang menggambarkan sesuatu yang penting di masa lalu, atau perlu diperhatikan. Ini digunakan dalam istilah praktis dengan versi tense yang sempurna.

Contoh mengatakan I was falling menggunakan aspek continuous atau progresif yang menunjukkan bahwa aktivitas yang dijelaskan berlanjut untuk beberapa waktu, sebelum berhenti atau terganggu oleh sesuatu yang lain. Kamu akan menggunakan ini dengan menggunakan bentuk progresif dari tense.

Perbedaan Tenses dan Aspect

Mengenal perbedaan tense dan aspect beserta contohnya. Dalam bahasa Inggris hanya ada dua Tense: Present Tense dan Past Tense. 

Sementara yang diistilahkan aspect terdiri dari: 

·         present progressive aspect, 

·         past progressive aspect, 

·         present perfect aspect, 

·         past perfect aspect, 

·         present future aspect, 

·         past future aspect, 

·         (simple) past aspect, 

·         (simple) present aspect,

·         present progressive future aspect, 

·         past progressive future aspect. 

·         present perfect progressive

·         past perfect progressive. 

Progressive juga biasa diistilahkan continuous. 

Inilah kesalahan umum buku-buku grammar di Indonesia yang menganggap aspect sama dengan tense. Namun perlu disadari ini dilakukan dengan tujuan memudahkan para pelajar bahasa Inggris dalam memahami pola-pola kalimat perbedaan waktu (tense) dalam bahasa Inggris. 

Istilah perbedaan antara tense dan aspect terkhusus digunakan dalam bidang applied linguistics. Berikut penjabaran beserta contoh aspect dari masing-masing tense:

Aspects of the present tense

·         Present simple: He studies English

·         Present progressive: He is studying English. 

·         Present perfect: He has studied English

·         Present perfect progressive: He has been studying English for 3 hours. 

Aspects of the past tense

·         Past simple: He studied English yesterday.

·         Past progressive: He was studying English yesterday when I came to visit him.

·         Past perfect: He had studied English before I came.

·         Past perfect progressive: He had been studying English for 3 hours before I came.

 

Participants

 

Participants

Makna kalimat dapat dibahas berdasarkan partisipants dan thematic roles. Participants mencakup subject, predicate, object, adverb yang masing-masing berfungsi berbeda-beda. Sedang analisis kalimat berdasarkan thematic roles meliputi agent, patient, theme, experiencer, beneficiary, instrument, location, goal, dan source. 

Contoh :
        The boy bit the dog with a stick.

Jika diuraikan berdasarkan participantsnya maka kalimat  meliputi :

        the boy        = (subject)
        hit              = (predicate)
        the dog        = (object) dan
        with a stick  =(adjunct).

Thematic roles

Thematic roles : analisis kalimat berdasarkan komponennya, yaitu agent, patient, theme, experiencer, beneficiary, instrument, location, goal, dan source.

Jadi, kalau dianalisis berdasarkan thematic roles, kalimat
“ The boy hit the dog with a stick “ meliputi :
              the boy      = (agent)
              the dog      = (patient)
              with a stick = (instrument)

  Agent = initiator of some action, capable of acting violation.
  Patient = the entity undergoing the effect of some action
  Instrument = the means by which an action is performed.

Grammatical relation

      Dalam bahasa Inggris ada kecenderungan subject manjadi agent, direct object menjadi patients dan themes dan instrument. Terdapat dua situasi dasar yang sering menimbulkan masalah, yaitu peran-peran dalam kalimat dihilangkan diganti dengan hubungan gramatikal.
     
Contoh :  The man broke the stone with a hammer.
              The hammer broke the stone.
              The stone broke.

Kalimat “The man broke the stone with a hammer”
Jika dianalisis kalimat ini menjadi:
             
              the man  = (Agent/ subject)
              the stone = (patient/ direct object) dan
              a hammer  = (instrument dalam bentuk prepositional   
              phrase).

Dalam kalimat “The hammer broke the stone”

    Subject (the man) dihilangkan dan intrument (the hammer ) menjadi 
    subjek, dan    selanjutnya,

Pada kalimat “The stone broke”
 
The patient atau direct object (the stone) menjadi subject. Dengan demikian kata  kerja  broke memberikan kemungkinan kepada tiga thematic roles berfungsi sebagai subject.

Voice

Dalam banyak bahasa voice sering dipergunakan untuk memperlawankan antara active dengan passive
à active voice dan passive voice

  Contoh :

  Fandy kicked the ball  -->.
à Kalimat aktif

  The ball was kicked by Fandy -->. 
à kalimat pasif
  The ball was kicked (by Fandy) -->
à kalimat pasif

* Agent  dihilangkan  dengan maksud menonjolkan patient.

Selain penggunaan bentuk aktif dan pasif ada strategi leksikal dan sintaktik yang mengubah pendapat tersebut, berdasarkan keterkaitan leksikal pada preposisi in front of dan behind. Dengan pola sintaktik yang disebut pseudo-cleft.

Sebagai contoh :

a.  The banyan tree stood in front of the old house.
b.  The old house stood behind the banyan tree.

      Contoh lain :

        a.What Mary gave was a  silver pen.
        b.It was Mary who gave the silver pen .

Dalam kalimat a  penyampai pesan lebih tertarik pada apa yang diberikn oleh Mary, sedang pada kalimat b penyampai pesan lebih tertarik pada siapa yang memberi silver pen.

Latihan

Tentukan jenis komponen kata atau kata-kata yang digaris bawahi ke dalam salah satu jenis thematic roles ( agent, patient,theme, beneficiary, instrument, location, goal atau source)

      1.Yogi walked to the garden.
      2.The customer gave the waiter a tip.
      3.Fatima drank a cup of coffee.
      4.Rania  cuts the cake with a knife.



SEBUAH PAGI DAN ANAK BURUNG YANG MALANG

          Angin pagi adalah tangan yang tak kasat mata, yang berembus melalui pepohonan tua di halaman rumah, daun-daunnya gemerisik menggig...