Kamis, 25 Oktober 2018

Diskusi.2 Pengantar Pendidikan.05 Soal Jawab

        Soal :

        Menurut saudara, mengapa psikologi merupakan salah satu landasan pokok dari pendidikan?

 Jawaban : 

        Teori behaviioristik dismping memiliki kekurangan tetapi juga memiliki kelebihannya

berbagai macam artikel yang kami telusuri untuk membahas hal ini
saya awali dulu dari kekurarngannya
kekurangannnya meliputi:
  1. pembelajaran peserta didik hanya berpusat pada guru.
  2. peserta didik hanya mendengarkan tertib penjelasan guru.
  3. peserta didik tidak bebas berkreasi dan berimajinasi
tetapi dalam hal ini juga memiliki kelebihan
berikut kelebihannya:
  1. sangat cocok untuk memperoleh kemampuan praktek dan pembiasaan.
  2. materi yang diberikan sangat detail
  3. bangun konsentrasi pikiran
Berikut  lagi kelebian dan kekurangan
teori Humanistik
saya akan awali dengan kekurangnanya
  1. memahami yag kurang jelas dapat menghambat pembelajaran
  2. kebebasan yang digunakan akan cenderung disalah gunakan
  3. pemusatan pikiran akan berkuraeng
  4. kekurangan-kekurangan semakin menjadi-jadi
berikut lagi kelebihannya :
  1. Tumbuhnya kreatifitas peserta didik
  2. semakin canggihnya teknologi maka akan semakin maju pperkembangan belajarnya.
  3. Tugas guru berurang
  4. mendekatkan satu dengan yang lainnya
Kelabihan dan kekuraengan Teori kognitif
kelebian teori kognitif:
  1. membat siswa dalam berekperimen, mengamati lingkungandan mengubahnya menjadi suatu yang baru dan dapaat menambah pengalaman itu sendiri ( memori jangka panjang )
  2. membantu siswa memahami bahan belajar secara lebih mudah, karena siswa menjadi pelaku aktif dalam teor pembelajaran ini.
  3. siswa akan lebih kreatif
kekurangan teori kognitif
  1. Prinsip Intelagensi akan sulit dipahami oleh siswa dan pemahammnya akan membutuhkan waktu yang lama.
  2. teori ini tidak menyeluruh baik dari pendidikan dasar hingga  pendidikan lanjutan
  3. siswa akan kesulitan saat menemui dan memaami hal-hal baru yang tidak dimengerti
Teori yang cocok untuk diterapkan pada pelajaran ini adalah TEORI KOGNITIF
Kendatipun memiliki kekurangan , tetapi yang paling diutamakan adalah kelebihan dari teori ini.

Diskusi.1 Pengantar Pendidikan.05

      Soal     

         Salah satu landasan filosofis pendidikan memunculkan falsafah "Ing ngarso sung tulodo, ing madyo mangun karso, tut wuri handayani". Berikan pendapat Anda tentang falsafah tersebut, dalam rangka mendidik peserta didik.

 

        Jawaban
          Ingarso sung tulodho , ing madya mangun karsa, Tutwuri Handayani , ini merupakan slogan dari pahlawan pendidikan kita yaitu bapak Ki Hadjar Dewantara.
Kata - kata ini menggunakan bahasa jawa bila kita terjemahkan kedalam bahasa indonesia  dapat kita pilah-pilah sebagai berikut :
Ing ngarso Sung Tulodho
         ing yang berarti di  ngarso berarti depan sedangkan tuladha berarti contoh / panutan
jadi dapat dimaknai  didepan menjadi contoh atau panutan.

Ing Madya mangun Karsa:
        "ing" yang dapat diartikan" di" madya yang berarti "Tengah"  dan karsa berarti penjalar .. dengan demikian dapat di maknai " ditengah berbuat keseimbangan atau penjalaran.
Tut wuri handayani
tut yang berarti "di"  dan Wuri yang bertarti  berbuat / mengelola sedangkan handayani  berarti dorongan . maka demikian dapat kita maknai dibelakang membuat dorongan atau mendorong dalma bahasa trendnya yaitu memotivasi.

         Dalam rangka mendidik peserta didik, ini diterapkan kepada peserta didik agar dapat mendorong perkembangan hidup peserta didik lahir maupun bathin. sebagaimana yang di ungkap oleh Ki Hadjar Dewantara "Pendidikan budi pekerti mendorong perkembangan hidup peserta didik lahir maupun bathin dari sifat kodratinya menuju arah peradaban yang umum ."
Tujuannya adalah yaitu untuk membentuk manusia yang mandiri berkepribadian dan beradab

 

 

 

Inisiasi 1 A.Hakikat Manusia dan Pendidikan (Modul 1)_ Pertemuan Pada Minggu Pertama

A.    Hakikat Manusia dan Pendidikan (Modul 1)
1.   Pengertian dan Aspek-Aspek Hakikat Manusia.
Adapun yang dimaksud dengan pengertian hakikat manusia yaitu seperangkat gagasan atau konsep yang mendasar tentang manusia dan makna eksistensi manusia didunia. Artinya berbagai kesamaan yang menjadi karakateristik esensial setiap manusia disebut sebagai hakikat manusia, karena dengan keanekaragaman itu terdapat satu hal yang menunjukan kesamaan di antara semua manusia, yaitu bahwa semua manusia adalah manusia. Contoh: manusia memiliki perbedaan bentuk fisik seperti warna kulit, tinggi badan, jenis rambut, perbedaan pengetahuan ada yang pandai dan bodoh, perbedaan adat istiadat, perbedaan suku dsb. Namun demikian semua manusia di dunia ini memiliki kesamaan yaitu akal, mampu berbicara dengan bahasa yang diucapkan oleh lidah, tidak dapat hidup tanpa manusia yang lainnya, dan memiliki perasaan terutama rasa takut kepada Tuhan YME. Hal inilah yang membedakan manusia dengan mahluk yang lainya.
Tujuh aspek hakikat manusia yaitu. Pertama manusia sebagai makhluk Tuhan, yaitu menurut Kreasionisme menyatakan bahwa beradanya manusia di alam semesta sebagai makhluk ciptaan Tuhan. Untuk meyakini hal ini tidak dapat dibuktikan dengan akal tetapi berdasarkan keyakinan agama. Contoh: bila tidak melakukan ibadah takut siksaan dari Tuhan YME dsb. Kedua aspek manusia sebagai kesatuan badan-roh, ada 4 paham mengenai esensi dari badan-roh yaitu materialisme, idealisme, dualisme dan paham yang belum ada aliranya yaitu kesatuan-roh, yaitu “meski manusia merupakan perpaduan dua unsur yang berbeda, roh dan badan, namun ini merupakan pribadi yang integral atau manusia itu merupakan kesatuan badani-rohani artinya tidak dapat dipisahkan dari kedua hal tersebut Ketiga, manusia sebagai makhluk individu, yaitu kesatuan yang tidak dapat dibagi antara badan dan roh, memiliki perbedaan dengan manusia yang lainnya sehingga bersifat unik seperti perbedaan postur tubuh pengetahuan warna kulit dsb, dan merupakan subjek yang otonom (bebas untuk menentukan sendiri atas tanggung jawab sendiri. Keempat, manusia sebagai makhluk social, melalui hidup dengan sesamanyalah manusia akan dapat mengukuhkan eksistensinya (manusia tanpa orang lain tidak dapat hidup atau tidak ada yang akan mengakui sebagai manusia. Kelima, manusia sebagai makhluk budaya, yaitu meliputi perbuatan manusia itu sendiri. (semua perbuatan manusia untuk menjaga kelangsungan hidupnya) Keenam, manusia sebagai makhluk Susila, manusia memiliki potensi berbuat baik. Ketujuh, manusia sebagai makhluk Beragama, yaitu adanya bentuk pengakuan atau keyakinan akan kebenaran suatu agama yang diwujudkan dalam sikap dan perilaku.

2.      Hubungan Hakikat Manusia dengan Pendidikan
1)   Asas Keharusan atau perlunya Pendidikan bagi Manusia yang meliputi 3 asas yaitu. Pertama, manusia sebagai makhluk yang belum selesai artinya manusia harus merencanakan, berbuat, dan menjadi sehingga dengan demikian setiap saat manusia dapat menjadi lebih atau kurang dari keadaanya. Contoh manusia blm selesai: manusia lahir dalam keadaaan tidak berdaya sehingga memerlukan bantuan orang tuanya atau orang lain dan selain itu manusia harus mengejar masa depan untuk mencapai tujuannya. Kedua, tugas dan tujuan manusia adalah menjadi manusia, yaitu aspek potensi untuk menjadi apa dan siapa, merupakan tugas yang harus diwujudkan oleh setiap orang. Ketiga, perkembangan manusia bersifat terbuka, yaitu manusia mungkin berkembang sesuai dengan kodratnya dan martabat kemanusiaanya, sebaliknya mungkin pula berkembang kearah yang kurang sesuai. Contoh: manusia memiliki kesempatan memperoleh kepandaian, sehat jasmani rohani, tata krama yang baik, tujuan hidupnya. 
2)   Asas-asas Kemungkinan Pendidikan.
Ada lima asas antropologi yang mendasari kesimpulan bahwa manusia mungkin dididik atau dapat dididik yaitu manusia memiliki potensi untuk menjadi manusia, selalu menginginkan dan mengejar segala yang lebih dari apa yang telah dicapai (dinamika), sebagai mahluk individu tidak akan pasif, melainkan bebas dan aktif berupaya untuk mewujudkan dirinya, manusia butuh bergaul dengan orang lain (sosialitas) dan manusia memiliki kemampuan untuk membedakan yang baik dan tidak baik, dan pada dasarnya ia berpotensi untk berperilaku baik atas dasar kebebasan dan tanggung jawabnya.
3)   Pendidikan, Martabat dan Hak Asasi Manusia.
a.    Pendidikan sebagai humanisasi yaitu suatu upaya dalam rangka peserta didik agar mampu hidup sesuai dengan martabat kemanusiannya. Contoh pendidikan berupaya agar manusia bertaqwa kepada Tuhan YME, berperilaku baik, hidup sehat, mampu berbudaya dsb.
b.   Pendidikan dan Hak Asasi Manusia
Pendidikan dan hak asasi manusia, yaitu bahwa kesempatan pendidikan yang memadai harus menjadi hak bawaan setiap anak. Misalnya dalam peraturan pemerintah bahwa anak diwajibkan belajar 9 tahun, hal ini merupakan perwujudan dari hak asasi manusia.

      Manusia merupakan kesatuan badani dan rohani dalam ruang dan waktu sadar akan diri    dan lingkungannya, yang mempunyai berbagai kebutuhan, insting, nafsu dan tujuan hidup. Dalam eksitensinya manusia memiliki aspek kehidupan individualitas, sosialitas, kultural, moralitas, dan religius.
      Hakikat manusia adalah mahluk yang memiliki tenaga dalam yang dapat menggerakan hidupnya untuk memenuhi kebutuhan – kebutuhanya.
Mari kita lanjutkan pembahasan selanjutnya yaitu tentang hubungan hakikat manusia dengan pendidikan.

A.    Asas-asas Keharusan atau Perlunya Pendidikan bagi Manusia.
1.   Manusia sebagai mahluk yang belum selesai. Manusia sering disebut “Homo Sapiens” yang berarti mahluk yang mempunyai kemampuan untuk berlimu pengetahuan.
2.   Tugas dan Tujuan manusia adalah menjadi manusia, dari lahir manusia memang manusia tetapi tidak secara otomatis menjadi manusia dalam arti harus dapat memenuhi berbagai aspek hakikat manusia, baik sebagai individu maupun pribadi manusia bersifat otonomi, bebas memilih mau menjadi apadi masa depanya.
3.   Perkembangan manusia bersifat terbuka, manusia dilahirkan ke dunia untuk menjadi manusia, karena diciptakan dalam tingkatan yang terbaik, dan dibekali sebagai potensi untuk menjadi manusia. Manusia berkembang sesuai kodrat dan martabat kemanusianya untuk mampu menjadi manusia.

Asas-asas Kemungkinan Pendidikan. Dalam hal ini timbul pertanyaan “Apakah manusia dapat dididik”? dan mendidik diri makna bahwa manusia dapat dididik, terdapat pendapat M.J. Langevedeldmenyebutnya sebagai Animal educable yaitu ada 5 azas antropologis yang mengimplikasikan bahwa manusia dapat dididik yaitu (1) asas potensialitas, (2) asas sosialitas, (3) asas individualitas, (4) asas moralitas, (5)

Task 1 Listening


Task 1
Before doing the task, don't forget to write down your Name and Student Number on answer sheet!
To work on task 1, please open your listening 1 module. Prepare the cassette/CD and the audio player.
1. Work on exercise 2B on page 1.9 to 1.10 of module 1. Your task is to highlight stressful words.
2. Open your module page 1.11, listen to listening 1.1.1k on exercise 5. Write the sentences you hear through your cassette/CD and fill in the blanks with the italicized words from number 1 to number 5.
Good Luck!

Tugas 1
Sebelum melakukan tugas, jangan lupa untuk menuliskan Nama dan Nomor Siswa Anda di lembar jawaban!
Untuk mengerjakan tugas 1, buka modul pendengar Anda. Siapkan kaset / CD dan pemutar audio.
1. Kerjakan latihan 2B pada halaman 1.9 hingga 1.10 modul 1. Tugas Anda adalah menyorot kata-kata yang menekan.
2. Buka halaman modul Anda 1.11, dengarkan mendengarkan 1.1.1k pada latihan 5. Tuliskan kalimat yang Anda dengar melalui kaset / CD Anda dan isi bagian yang kosong dengan kata-kata yang dicetak miring dari angka 1 ke angka 5.
Semoga berhasil!

Listening to A Conversation _ Mendengarkan Percakapan


           In this third initiation, we will discuss module 3 that deals with the daily conversation. In this section, you are expected to be able to increase your listening skills by listening to several daily conversations in various situations and contexts. In general, the things that will be discussed and trained are those related to character, inter-character relationships, speaker's attitude and the setting of a conversation and expressions commonly used in various conversation situations. You are expected to be able to identify characters in conversations you hear from cassettes, answer questions about the relationship between speakers in conversation, answer questions related to settings in which the conversation occurs, when the conversation takes place and identify the speaker's attitude in the conversation. To improve your listening skills, you are expected to take part in listening exercises provided on the cassette 2 listening 1. Besides that you are also expected to be able to write words, phrases, even sentences you heard through the audio player. Some examples of conversations given at listening 1.3.1a, 1.3.1b and 1.3.1c can be heard through cassette 2 of listening 1. In the next section, you will be given exercises that can measure your skills in listening to the conversation you are listening to.

  The Translate (terjemahan)

Mendengarkan Percakapan
           Dalam inisiasi ketiga ini, kita akan membahas modul 3 yang berhubungan dengan percakapan sehari-hari. Di bagian ini, Anda diharapkan dapat meningkatkan keterampilan mendengarkan Anda dengan mendengarkan beberapa percakapan harian dalam berbagai situasi dan konteks. Secara umum, hal-hal yang akan dibahas dan dilatih adalah hal-hal yang berkaitan dengan karakter, hubungan antar-karakter, sikap pembicara dan pengaturan percakapan dan ekspresi yang biasa digunakan dalam berbagai situasi percakapan. Anda diharapkan dapat mengidentifikasi karakter dalam percakapan yang Anda dengar dari kaset, menjawab pertanyaan tentang hubungan antara pembicara dalam percakapan, menjawab pertanyaan terkait dengan pengaturan di mana percakapan terjadi, ketika percakapan terjadi dan mengidentifikasi sikap pembicara dalam percakapan . Untuk meningkatkan kemampuan mendengarkan Anda, Anda diharapkan untuk mengambil bagian dalam latihan mendengarkan yang disediakan di kaset 2 mendengarkan 1. Selain itu Anda juga diharapkan dapat menulis kata, frasa, bahkan kalimat yang Anda dengar melalui pemutar audio. Beberapa contoh percakapan yang diberikan pada mendengarkan 1.3.1a, 1.3.1b dan 1.3.1c dapat didengar melalui kaset 2 mendengarkan 1. Di bagian berikutnya, Anda akan diberikan latihan yang dapat mengukur keterampilan Anda dalam mendengarkan percakapan Anda mendengarkan

SEBUAH PAGI DAN ANAK BURUNG YANG MALANG

          Angin pagi adalah tangan yang tak kasat mata, yang berembus melalui pepohonan tua di halaman rumah, daun-daunnya gemerisik menggig...