Kamis, 25 Oktober 2018

Inisiasi 1 A.Hakikat Manusia dan Pendidikan (Modul 1)_ Pertemuan Pada Minggu Pertama

A.    Hakikat Manusia dan Pendidikan (Modul 1)
1.   Pengertian dan Aspek-Aspek Hakikat Manusia.
Adapun yang dimaksud dengan pengertian hakikat manusia yaitu seperangkat gagasan atau konsep yang mendasar tentang manusia dan makna eksistensi manusia didunia. Artinya berbagai kesamaan yang menjadi karakateristik esensial setiap manusia disebut sebagai hakikat manusia, karena dengan keanekaragaman itu terdapat satu hal yang menunjukan kesamaan di antara semua manusia, yaitu bahwa semua manusia adalah manusia. Contoh: manusia memiliki perbedaan bentuk fisik seperti warna kulit, tinggi badan, jenis rambut, perbedaan pengetahuan ada yang pandai dan bodoh, perbedaan adat istiadat, perbedaan suku dsb. Namun demikian semua manusia di dunia ini memiliki kesamaan yaitu akal, mampu berbicara dengan bahasa yang diucapkan oleh lidah, tidak dapat hidup tanpa manusia yang lainnya, dan memiliki perasaan terutama rasa takut kepada Tuhan YME. Hal inilah yang membedakan manusia dengan mahluk yang lainya.
Tujuh aspek hakikat manusia yaitu. Pertama manusia sebagai makhluk Tuhan, yaitu menurut Kreasionisme menyatakan bahwa beradanya manusia di alam semesta sebagai makhluk ciptaan Tuhan. Untuk meyakini hal ini tidak dapat dibuktikan dengan akal tetapi berdasarkan keyakinan agama. Contoh: bila tidak melakukan ibadah takut siksaan dari Tuhan YME dsb. Kedua aspek manusia sebagai kesatuan badan-roh, ada 4 paham mengenai esensi dari badan-roh yaitu materialisme, idealisme, dualisme dan paham yang belum ada aliranya yaitu kesatuan-roh, yaitu “meski manusia merupakan perpaduan dua unsur yang berbeda, roh dan badan, namun ini merupakan pribadi yang integral atau manusia itu merupakan kesatuan badani-rohani artinya tidak dapat dipisahkan dari kedua hal tersebut Ketiga, manusia sebagai makhluk individu, yaitu kesatuan yang tidak dapat dibagi antara badan dan roh, memiliki perbedaan dengan manusia yang lainnya sehingga bersifat unik seperti perbedaan postur tubuh pengetahuan warna kulit dsb, dan merupakan subjek yang otonom (bebas untuk menentukan sendiri atas tanggung jawab sendiri. Keempat, manusia sebagai makhluk social, melalui hidup dengan sesamanyalah manusia akan dapat mengukuhkan eksistensinya (manusia tanpa orang lain tidak dapat hidup atau tidak ada yang akan mengakui sebagai manusia. Kelima, manusia sebagai makhluk budaya, yaitu meliputi perbuatan manusia itu sendiri. (semua perbuatan manusia untuk menjaga kelangsungan hidupnya) Keenam, manusia sebagai makhluk Susila, manusia memiliki potensi berbuat baik. Ketujuh, manusia sebagai makhluk Beragama, yaitu adanya bentuk pengakuan atau keyakinan akan kebenaran suatu agama yang diwujudkan dalam sikap dan perilaku.

2.      Hubungan Hakikat Manusia dengan Pendidikan
1)   Asas Keharusan atau perlunya Pendidikan bagi Manusia yang meliputi 3 asas yaitu. Pertama, manusia sebagai makhluk yang belum selesai artinya manusia harus merencanakan, berbuat, dan menjadi sehingga dengan demikian setiap saat manusia dapat menjadi lebih atau kurang dari keadaanya. Contoh manusia blm selesai: manusia lahir dalam keadaaan tidak berdaya sehingga memerlukan bantuan orang tuanya atau orang lain dan selain itu manusia harus mengejar masa depan untuk mencapai tujuannya. Kedua, tugas dan tujuan manusia adalah menjadi manusia, yaitu aspek potensi untuk menjadi apa dan siapa, merupakan tugas yang harus diwujudkan oleh setiap orang. Ketiga, perkembangan manusia bersifat terbuka, yaitu manusia mungkin berkembang sesuai dengan kodratnya dan martabat kemanusiaanya, sebaliknya mungkin pula berkembang kearah yang kurang sesuai. Contoh: manusia memiliki kesempatan memperoleh kepandaian, sehat jasmani rohani, tata krama yang baik, tujuan hidupnya. 
2)   Asas-asas Kemungkinan Pendidikan.
Ada lima asas antropologi yang mendasari kesimpulan bahwa manusia mungkin dididik atau dapat dididik yaitu manusia memiliki potensi untuk menjadi manusia, selalu menginginkan dan mengejar segala yang lebih dari apa yang telah dicapai (dinamika), sebagai mahluk individu tidak akan pasif, melainkan bebas dan aktif berupaya untuk mewujudkan dirinya, manusia butuh bergaul dengan orang lain (sosialitas) dan manusia memiliki kemampuan untuk membedakan yang baik dan tidak baik, dan pada dasarnya ia berpotensi untk berperilaku baik atas dasar kebebasan dan tanggung jawabnya.
3)   Pendidikan, Martabat dan Hak Asasi Manusia.
a.    Pendidikan sebagai humanisasi yaitu suatu upaya dalam rangka peserta didik agar mampu hidup sesuai dengan martabat kemanusiannya. Contoh pendidikan berupaya agar manusia bertaqwa kepada Tuhan YME, berperilaku baik, hidup sehat, mampu berbudaya dsb.
b.   Pendidikan dan Hak Asasi Manusia
Pendidikan dan hak asasi manusia, yaitu bahwa kesempatan pendidikan yang memadai harus menjadi hak bawaan setiap anak. Misalnya dalam peraturan pemerintah bahwa anak diwajibkan belajar 9 tahun, hal ini merupakan perwujudan dari hak asasi manusia.

      Manusia merupakan kesatuan badani dan rohani dalam ruang dan waktu sadar akan diri    dan lingkungannya, yang mempunyai berbagai kebutuhan, insting, nafsu dan tujuan hidup. Dalam eksitensinya manusia memiliki aspek kehidupan individualitas, sosialitas, kultural, moralitas, dan religius.
      Hakikat manusia adalah mahluk yang memiliki tenaga dalam yang dapat menggerakan hidupnya untuk memenuhi kebutuhan – kebutuhanya.
Mari kita lanjutkan pembahasan selanjutnya yaitu tentang hubungan hakikat manusia dengan pendidikan.

A.    Asas-asas Keharusan atau Perlunya Pendidikan bagi Manusia.
1.   Manusia sebagai mahluk yang belum selesai. Manusia sering disebut “Homo Sapiens” yang berarti mahluk yang mempunyai kemampuan untuk berlimu pengetahuan.
2.   Tugas dan Tujuan manusia adalah menjadi manusia, dari lahir manusia memang manusia tetapi tidak secara otomatis menjadi manusia dalam arti harus dapat memenuhi berbagai aspek hakikat manusia, baik sebagai individu maupun pribadi manusia bersifat otonomi, bebas memilih mau menjadi apadi masa depanya.
3.   Perkembangan manusia bersifat terbuka, manusia dilahirkan ke dunia untuk menjadi manusia, karena diciptakan dalam tingkatan yang terbaik, dan dibekali sebagai potensi untuk menjadi manusia. Manusia berkembang sesuai kodrat dan martabat kemanusianya untuk mampu menjadi manusia.

Asas-asas Kemungkinan Pendidikan. Dalam hal ini timbul pertanyaan “Apakah manusia dapat dididik”? dan mendidik diri makna bahwa manusia dapat dididik, terdapat pendapat M.J. Langevedeldmenyebutnya sebagai Animal educable yaitu ada 5 azas antropologis yang mengimplikasikan bahwa manusia dapat dididik yaitu (1) asas potensialitas, (2) asas sosialitas, (3) asas individualitas, (4) asas moralitas, (5)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

SEBUAH PAGI DAN ANAK BURUNG YANG MALANG

          Angin pagi adalah tangan yang tak kasat mata, yang berembus melalui pepohonan tua di halaman rumah, daun-daunnya gemerisik menggig...