How do we choose a narrative essay topic? Atau dalam bahasa Indonesia Bagaimana kita memilih topik esai narasi?
Berikut cara menentukan topik yang baik.
- Topik harus menarik perhatian penulis.
- Topik yang menarik perhatian akan memotivasi pengarang
penulis secara terus-menerus mencari data-data untuk memecahkan
masalah-masalah yang dihadapinya.Penulis akan didorong agar dapat
menyelesaikan tulisan itu sebaik-baiknya.Suatu topik sama sekali tidak
disenangi penulis akan menimbulkankesalahan.Bila terdapat hambatan
,penulis tidak akan berusaha denngan sekuat tenaga untuk mengumpulkan
data dan fakta yang akan digunakan untuk memecahka masalah.
- Diketahui oleh penulis.
Penulis hendaklah mengerti atau mengetahui meskipun baru prinsip-perinsip ilmiahnya.
Contoh:
• Mencari sumber-sumber data .
• Metode atau penerapan yang digunakan.
• Metode analisis yang akan digunakan.
• Buku-buku referensi yang digunakan.
- Jangan terlalu baru,jangan terlalu teknis dan jangan terlalu kontroversial.
Bagi penulis pemula,topik yang baru kemungkinan belum ada referensinya
dalamkepustakaan.Topik yang terlalu teknis kemungkinan dapat menjebak
penulis bila tidak benar-benar menguasai bahan penulisannya.Topik yang
kontroversial akan menimbulkan kesulitan untuk bertindak secara
objektif.
- Bermanfaat.
Topik yang dipilih hendaknya bermanfaat. Ditinjau
dari segi akademis dapat mengembangkan ilmu pengetahuan dan dapat
berguna dalam ehidupan sehari-hari maupun dari segi praktis.
- Jangan terlau luas.
Penulis harus membatasi topik yang akan
ditulis.Setipa penulis harus betul-betul yakin bahwa topik yang
dipilihnya cukup sempit dan berbatas untuk digarap sehingga tulisannya
dapat terfokus.
- Topik yang dipilih harus berada disekitar kita.
- Topik yang dipilih harus yang menarik.
- Topik yang dipilih ruang lingkup sempit dan terbatas.
- Topik yang dipilih memiliki data dan fakta yang obyektif.
- Topik yang dipilih harus kita ketahui prinsip-prinsip ilmiahnya. topik yang di pilih jangan terlalu baru.
- Topik yang dipilih memiliki sumber acuan.
Berikut ini adalah cara membuat essay yang baik :
- Tentukan tema yang menarik
Biasanya sebelum menentukan sebuah esay, maka esay apa yang
hendak kita tulis, tema yang bagus akan memepengaruhi isi keseluuhan
esay tersebut, maka dengan demikian pilihlah tema yang sedang
hangat-hangatnya terjadi, sehingga para pembaca mau meluangkan waktunya
untuk membaca esay yang akan hendak kita tulis
- Lakukan research
Setelah mendapatkan tema, lakukanlah research melaui buku atau
internet tentang tema tersebut. Hal ini dilakukan untuk mendukung
argument – argument yang ingin Anda tulis di dalam essay, sehingga
pendapat Anda akan semakin kuat. Jika essay Anda didukung dengan data
seperti, fakta, contoh, teori, dan lain – lain, maka esaay tersebut akan
menjadi bagus. Sebaliknya, jika essay Anda tidak memiliki data – data
pendukung, tulisan Anda ini akan dianggap omong kosong dan orang – orang
tidak akan percaya dengan essay yang Anda buat.
- Mebuat outline
Membuat kerangka atau outline sangat berguna ketika membuat
sebuah karya tulis. Hal ini dilakukan untuk menyususn ide – ide yang
ingin diungkapkan. Selain itu, dengan outline, tulisan Anda tidak akan
keluar dari ide atau tema, sehingga essay Anda akan koherence dan
logis.
- Memperhatikan pemilihan kata
Essay yang baik adalah essay yang menggunakan bahasa yang baik,
karena essay adalah karya tulis formal. Oleh karena itu gunakanlah
bahasa – bahasa yang formal. Disamping itu, Anda juga perlu
mempertimbangkan siapa calon pembaca essay. Jika calon pembaca essay
Anda adalah para intelektual, gunakanlah bahasa intelektual pula.
Sebaliknya, jika calon pembaca adalah masyarakat umum, gunakanlah bahasa
umum, tetapi tetap menggunakan bahasa formal. Hal ini dilakukan untuk
membuat essay Anda selain bagus secara struktur, juga baik secara
konteks, karena mudah dipahami.
- Kerjakan
Setelah hal – hal di atas telah selesai dilakukan, mulailah
menulis. Dalam menulis essay ada tiga hal yang harus diperhatikan, yaitu
:
Introduction
Introduction adalah bagian awal essay, Bagian ini mengungkapkan hal
yang akan dibahas di dalam sebuah essay. Selain itu, di dalam
introduction juga terdapat statement Anda tentang suatu pemasalahan yang
akan dibahas, tulislah statement tersebut dengan bahasa yang bisa
menimbulkan pertanyaan dan keingintahuan dari pembaca untuk mencari tahu
alasan – alasan tentang statement tersebut.
Isi
Bagian selanjunya adalah isi. Bagian ini mengandung garis besar
keseluruhan isi essay. Tulislah dengan mengacu pada point – point pada
outline yang telah dibuat. Kembangkanlah point – point tersebut dan
jangan lupa untuk memberikan pendukung berupa data agar opini Anda tidak
lemah.
Penutup
Bagian selanjutnya adalah penutup. Bagian ini berupa konklusi atau
kesimpulan dari essay. Tulislah kembali point – point pada bagian isi
dengan bahasa lain dan dalam satu kalimat. Sebuah kesimpulan harus
mewakili isi essay tersebut dan janganlah memunculkan ide atau topik
baru pada bagain penutup.
- Judul
Judul juga penting dalam membuat essay. Judul yang baik adalah
judul yang bisa memikat perhatian orang lain, sehingga mereka tertarik
untuk membacanya.
Ø
Narasi
Sebelum kita menentukan Narasi terlebi dahulu kita ketahui apa itu narasi
narasi adalah karangan yang menyajikan serangkaian peristiwa menurut urutan kejadian atau kronologisnya.
Untuk menyusun karangan narasi, diperlukan beberapa langkah dan
pertimbangan supaya hasil dari karangan narasi tersebut tidak keluar
dari jalur. Secara sederhana, pola karangan narasi memiliki susunan
dengan urutan awal – tengah – akhir
Pada bagian awal, karangan narasi biasanya diisi dengan
kalimat pengantar yang memperkenalkan situasi serta tokoh-tokoh dalam
karangan narasi tersebut. Bagian awal dari karangan narasi merupakan
bagian yang krusial karena karangan narasi harus dibuat semenarik
mungkin. Dengan awal karangan narasi yang menarik, pembaca akan mudah
untuk terikat dengan cerita.
Di bagian tengah, karangan narasi umumnya memiliki konflik.
Konflik yang muncul biasanya hanya satu, namun tidak menutup
kemungkinan untuk munculnya beberapa konflik lain. Konflik dalam
pertengahan karangan narasi biasanya akan diarahkan menuju klimaks
cerita. Secara berangsur-angsur, konflik ini akan mulai mereda.
Karangan narasi juga memiliki bagian akhir. Pada bagian
akhir, karangan narasi akan menampilkan akhir cerita yang mereda. Bagian
ini dapat diceritakan secara singkat, namun tidak sedikit pula yang
menceritakannya dengan langkah yang panjang. Bahkan, tidak jarang akhir
cerita dibuang menggantung dan mempersilakan pembaca untuk menebak akhir
cerita sendiri.
Langkah menyusun karangan narasi, khususnya yang berbentuk
fiksi, diperlukan proses kreatif untuk menjaga cerita tetap kronologis.
Untuk mempermudah proses ini, penulis dapat menggunakan rumus 5W + 1H
untuk menyusun karangan narasi.
5W + 1H adalah:
- What : apa yang dapat dikisahkan dalam karangan narasi
- Where : dimana seting/lokasi cerita karangan narasi
- When : kapan peristiwa-peristiwa berjalan dalam karangan narasi tersebut
- Who : siapa pelaku cerita dalam karangan narasi
- Why : kenapa peristiwa-peristiwa pada karangan narasi itu berlangsung
- How : bagaimana cerita dalam karangan narasi itu di uraikan.
Terimakasih semoga bermanfaat