Rabu, 07 November 2018

Tenses And The Example


Future plan
In addition to the simple future we can talk about future events by using either:
These two forms are used to talk about future plans. There are, however, some differences between the two forms.
1. The present continuous for future plans:
The present continuous is used when we say what we have planned and arranged to do at a specific time in the future. These are fixed plans with definite time and/or place.
Examples:
  • I'm doing my homework this evening.
  • I'm starting university in September.
  • Sally is meeting John at seven o'clock this evening in a restaurant downtown.
2. To be + going to + verb:
A. We use 'going to' to express the future when we intend to do something or have decided to do something but did not arrange it. It is just an intention.
Example:
  • A: The windows are dirty.
    B: Yes I know. I'm going to clean them later.
     = I've decided to clean them ,but I haven't arranged to clean them.
B. We also use 'going to' to make predictions.
  • Watch out! you are going to break the glass.
  • It's so cloudy! I think it's going to rain.

The simple future tense:
This page will present the simple future tense:
  • its form
  • and its use.
The forms of the simple future:
The simple future is formed as follows:
will / 'll + verb
will = 'll
The affirmative form of the simple future:
I, you, he, she, it, we, they
will / ''ll
go.
Examples:
  • I think I'll buy a new computer.
  • I will open the door. Someone is ringing the bell.
The interrogative form of the simple future:
Will
I, you, he, she, it, we, they
go?
Examples:
  • Will you buy a computer?
  • Will you go to the party?
The negative form of the simple future:
I, you, he, she, it, we, they
will not
go.
won't
will not = won't
Examples:
  • I will not stay at home if I finish the homework.
  • I won't visit Big Ben if I go to London.
The use of the simple future:
  • We use the simple future for instant decisions.
    Example: "I've left the door open; I'll close it."
  • We use the simple future , when we predict a future situation:
    Example: "She'll pass the exam. She's hardworking"
  • We use the simple future with: "I (don't) think...", "I expect...", "I'm sure...", "I wonder...", "probably".
    Example: "It will probably rain tonight" , "I wonder what will happen?
  • We use the simple future in conditional sentences type one. (More on conditional sentences here):
    Example: "If I have enough time, I'll watch the film."
Things to remember:
1. We don't use the simple future to say what somebody has already decided or arranged to do in the future. We use instead either the present continuous or "going to + verb" (Future plan) :
  • Ann is traveling to New York next week. (NOT, "Ann will travel ")
  • Are you going to watch television? (NOT "will you watch").
2. You can use shall instead of will for I and we:
  • I shall play football.(Or, I will play ...)
  • We shall play football. (Or, we will play ...)
3. 'll is the short form of will. You can say either:
  • I will go, or
  • I 'll go.
4. Won't is the short form of will not. You can say either:
  • I will not go, or
  • I won't go.

Bagaimana kita memilih topik esai narasi?



How do we choose a narrative essay topic? Atau dalam bahasa Indonesia Bagaimana kita  memilih topik esai narasi?
  • Ø Memilih topik.
Berikut cara menentukan topik yang baik.
  1. Topik harus menarik perhatian penulis.
  • Topik yang menarik perhatian akan memotivasi pengarang penulis secara terus-menerus mencari data-data untuk memecahkan masalah-masalah yang dihadapinya.Penulis akan didorong agar dapat menyelesaikan tulisan itu sebaik-baiknya.Suatu topik sama sekali tidak disenangi penulis akan menimbulkankesalahan.Bila terdapat hambatan ,penulis tidak akan berusaha denngan sekuat tenaga untuk mengumpulkan data dan fakta yang akan digunakan untuk memecahka masalah.
  1. Diketahui oleh penulis.
    Penulis hendaklah mengerti atau mengetahui meskipun baru prinsip-perinsip ilmiahnya.
    Contoh:
    • Mencari sumber-sumber data .
    • Metode atau penerapan yang digunakan.
    • Metode analisis yang akan digunakan.
    • Buku-buku referensi yang digunakan.
  2. Jangan terlalu baru,jangan terlalu teknis dan jangan terlalu kontroversial.
    Bagi penulis pemula,topik yang baru kemungkinan belum ada referensinya dalamkepustakaan.Topik yang terlalu teknis kemungkinan dapat menjebak penulis bila tidak benar-benar menguasai bahan penulisannya.Topik yang kontroversial akan menimbulkan kesulitan untuk bertindak secara objektif.
  3. Bermanfaat.
    Topik yang dipilih hendaknya bermanfaat. Ditinjau dari segi akademis dapat mengembangkan ilmu pengetahuan dan dapat berguna dalam ehidupan sehari-hari maupun dari segi praktis.
  4. Jangan terlau luas.
    Penulis harus membatasi topik yang akan ditulis.Setipa penulis harus betul-betul yakin bahwa topik yang dipilihnya cukup sempit dan berbatas untuk digarap sehingga tulisannya dapat terfokus.
  5. Topik yang dipilih harus berada disekitar kita.
  6. Topik yang dipilih harus yang menarik.
  7. Topik yang dipilih ruang lingkup sempit dan terbatas.
  8. Topik yang dipilih memiliki data dan fakta yang obyektif.
  9. Topik yang dipilih harus kita ketahui prinsip-prinsip ilmiahnya. topik yang di pilih jangan terlalu baru.
  10. Topik yang dipilih memiliki sumber acuan.
  • Ø Essay
Berikut ini adalah cara membuat essay yang baik :
  1. Tentukan tema yang menarik
Biasanya sebelum menentukan sebuah esay, maka esay apa yang hendak kita tulis, tema yang bagus akan memepengaruhi isi keseluuhan  esay tersebut, maka dengan demikian pilihlah tema yang sedang hangat-hangatnya terjadi, sehingga para pembaca mau meluangkan waktunya untuk membaca esay yang akan hendak kita tulis
  1. Lakukan research
Setelah mendapatkan tema, lakukanlah research melaui buku atau internet tentang tema tersebut. Hal ini dilakukan untuk mendukung argument – argument yang ingin Anda tulis di dalam essay, sehingga pendapat Anda akan semakin kuat. Jika essay Anda didukung dengan data seperti, fakta, contoh, teori, dan lain – lain, maka esaay tersebut akan menjadi bagus. Sebaliknya, jika essay Anda tidak memiliki data – data pendukung, tulisan Anda ini akan dianggap omong kosong dan orang – orang tidak akan percaya dengan essay yang Anda buat.
  1. Mebuat outline
Membuat kerangka atau outline sangat berguna ketika membuat sebuah karya tulis. Hal ini dilakukan untuk menyususn ide – ide yang ingin diungkapkan. Selain itu, dengan outline, tulisan Anda tidak akan keluar dari ide atau tema, sehingga essay Anda akan koherence dan logis.
  1.  Memperhatikan pemilihan kata
Essay yang baik adalah essay yang menggunakan bahasa yang baik, karena essay adalah karya tulis formal. Oleh karena itu gunakanlah bahasa – bahasa yang formal. Disamping itu, Anda juga perlu mempertimbangkan siapa calon pembaca essay. Jika calon pembaca essay Anda adalah para intelektual, gunakanlah bahasa intelektual pula. Sebaliknya, jika calon pembaca adalah masyarakat umum, gunakanlah bahasa umum, tetapi tetap menggunakan bahasa formal. Hal ini dilakukan untuk membuat essay Anda selain bagus secara struktur, juga baik secara konteks, karena mudah dipahami.
  1. Kerjakan
Setelah hal – hal di atas telah selesai dilakukan, mulailah menulis. Dalam menulis essay ada tiga hal yang harus diperhatikan, yaitu :
Introduction
Introduction adalah bagian awal essay, Bagian ini mengungkapkan hal yang akan dibahas di dalam sebuah essay. Selain itu, di dalam introduction juga terdapat statement Anda tentang suatu pemasalahan yang akan dibahas, tulislah statement tersebut dengan bahasa yang bisa menimbulkan pertanyaan dan keingintahuan dari pembaca untuk mencari tahu alasan – alasan  tentang statement tersebut.
Isi
Bagian selanjunya adalah isi. Bagian ini mengandung garis besar keseluruhan isi essay. Tulislah dengan mengacu pada point – point pada outline yang telah dibuat. Kembangkanlah point – point tersebut dan jangan lupa untuk memberikan pendukung berupa data agar opini Anda tidak lemah.
Penutup
Bagian selanjutnya adalah penutup. Bagian ini berupa konklusi atau kesimpulan dari essay. Tulislah kembali point – point pada bagian isi dengan bahasa lain dan dalam satu kalimat. Sebuah kesimpulan harus mewakili isi essay tersebut dan janganlah memunculkan ide atau topik baru pada bagain penutup.
  1. Judul
Judul juga penting dalam membuat essay. Judul yang baik adalah judul yang bisa memikat perhatian orang lain, sehingga mereka tertarik untuk membacanya.

Ø Narasi
          Sebelum kita menentukan Narasi terlebi dahulu kita ketahui  apa itu narasi
narasi adalah karangan yang menyajikan serangkaian peristiwa menurut urutan kejadian atau kronologisnya.
Untuk menyusun karangan narasi, diperlukan beberapa langkah dan pertimbangan supaya hasil dari karangan narasi tersebut tidak keluar dari jalur. Secara sederhana, pola karangan narasi memiliki susunan dengan urutan awal – tengah – akhir
          Pada bagian awal, karangan narasi biasanya diisi dengan kalimat pengantar yang memperkenalkan situasi serta tokoh-tokoh dalam karangan narasi tersebut. Bagian awal dari karangan narasi merupakan bagian yang krusial karena karangan narasi harus dibuat semenarik mungkin. Dengan awal karangan narasi yang menarik, pembaca akan mudah untuk terikat dengan cerita.
          Di bagian tengah, karangan narasi umumnya memiliki konflik. Konflik yang muncul biasanya hanya satu, namun tidak menutup kemungkinan untuk munculnya beberapa konflik lain. Konflik dalam pertengahan karangan narasi biasanya akan diarahkan menuju klimaks cerita. Secara berangsur-angsur, konflik ini akan mulai mereda.
          Karangan narasi juga memiliki bagian akhir. Pada bagian akhir, karangan narasi akan menampilkan akhir cerita yang mereda. Bagian ini dapat diceritakan secara singkat, namun tidak sedikit pula yang menceritakannya dengan langkah yang panjang. Bahkan, tidak jarang akhir cerita dibuang menggantung dan mempersilakan pembaca untuk menebak akhir cerita sendiri.
          Langkah menyusun karangan narasi, khususnya yang berbentuk fiksi, diperlukan proses kreatif untuk menjaga cerita tetap kronologis. Untuk mempermudah proses ini, penulis dapat menggunakan rumus 5W + 1H untuk menyusun karangan narasi.

5W + 1H adalah:
  1. What : apa yang dapat dikisahkan dalam karangan narasi
  2. Where : dimana seting/lokasi cerita karangan narasi
  3. When : kapan peristiwa-peristiwa berjalan dalam karangan narasi tersebut
  4. Who : siapa pelaku cerita dalam karangan narasi
  5. Why : kenapa peristiwa-peristiwa pada karangan narasi itu berlangsung
  6. How : bagaimana cerita dalam karangan narasi itu di uraikan.
Terimakasih semoga bermanfaat



Senin, 05 November 2018

TENSES 2 _Future plan

Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Seni

Iman, Ipteks, dan Amal sebagai Kesatuan
            Iman menurut arti bahasa adalah membenarkan dalam hati dengan mengandung ilmu bagi orang yang membenarkan itu. Sedangkan pengertian iman menurut syari’at adalah membenarkan dan mengetahui adanya Allah dan sifat-sifat-Nya disertai melaksanakan segala yang diwajibkan dan disunahkan serta menjauhi segala larangan.
            Para sarjana muslim berpandangan bahwa yang disebut ilmu itu tidak hanya terbatas pada pengetahuan (knowledge) dan ilmu (science) saja, melainkan ilmu oleh Allah dirumuskan dalam lauhil mahfudz yang disampaikan kepada kita melalui Alquran dan As-Sunnah. Ilmu Allah itu melingkupi ilmu manusia tentang alam semesta dan manusia sendiri. Jadi bila diikuti jalan pikiran ini, maka dapatlah kita pahami, bahwa Alquran itu merupakan sumber pengetahuan dan ilmu pengetahuan manusia (knowledge and science).
            Seandainya penggunaan satu hasil teknologi telah melalaikan seseorang dari zikir dan tafakur  serta mengantarkannya kepada keruntuhan nilai-nilai kemanusiaan maka ketika itu bukan hasil teknologinya yang mesti ditolak, melainkan kita harus memperingatkan dan mengarahkan manusia yang menggunakan teknologi itu.  Jika hasil teknologi  sejak semula diduga dapat mengalihkan manusia dari jati diri dan tujuan penciptaan sejak dini  pula kehadirannya ditolak oleh islam. Karena itu menjadi suatu persoalan besar bagi martabat manusia mengenai cara memadukan kemampuan mekanik demi penciptaan teknologi dengan pemeliharaan nilai-nilai fitrahnya.   
            Kesenian islam tidak harus berbicara tentang islam. Ia tidak harus berupa nasihat langsung, atau anjuran berbuat kebajikan,bukan juga penampilan abstrak tentang akidah. Seni yang islami adalah seni yang dapat menggambarkan wujud ini dengan bahasa yang indah serta sesuai  dengan cetusan fitrah. Seni islam adalah ekspresi tentang keindahan wujud dari sisi pandangan islam tentang alam, hidup, dan manusia yang mengantar menuju pertemuan sempurna antara kebenaran dan keindahan (Manhaj Al-Tarbiyah Al-islamiyah, 119).
            Ada 4 hal pandangan islam dalam etos kerja yaitu: Niat (komitmen) sebagai dasar nilai kerja, Konsep ihsan dalam bekerja, Bekerja sebagai bentuk keberadaan manusia, dan Orang mukmin yang kuat lebih disukai.

Kewajiban Menuntut dan Mengamalkan Ilmu.
            Pengertian yang kita petik dari ayat ini bahwasanya menuntut ilmu pengetahuan adalah suatu perintah (amar) sehingga dapat dikatakan suatu kewajiban. Harus kita sadari bahwa agama adalah merupakan pedoman bagi kebahagiaan dunia akhirat, sehingga ilmu yang tersimpul dalam agama tidak semata ilmu yang menjurus kepada urusan ukhrawi, tetapi juga ilmu yang mengarah kepada duniawi.
            Manusia dituntut untuk menuntut ilmu, dan hukumnya wajib. Jika tidak menuntut ilmu berdosa. Selain hukum tersebut menuntut ilmu bermanfaat untuk mencapai kecerdasan atau disebut ulama (orang yang memiliki ilmu). Namun di balik itu, orang yang memiliki ilmu (ilmuwan) akan berdosa jika ilmunya tidak diamalkan. Dalam Alquran terdapat 620 kata amal.
            Dalam kaitannya dengan orang yang beriman harus didasarkan pada pengetahuan (al-ilm) dan direalisasikan dalam karya nyata yang bermanfaat bagi kesejahteraan dunia dan akhirat, tentunya amal yang dibenarkan oleh ajaran agama (amal saleh).

SEBUAH PAGI DAN ANAK BURUNG YANG MALANG

          Angin pagi adalah tangan yang tak kasat mata, yang berembus melalui pepohonan tua di halaman rumah, daun-daunnya gemerisik menggig...