Kamis, 25 Oktober 2018

ASSIGNMENT I (TUGAS MANDIRI I)_Sosiolinguistik _Nama: Haris Ismail NIM : 031052192 FKIP Bahasa Inggris


Nama: Haris Ismail
NIM : 031052192
FKIP Bahasa Inggris




ASSIGNMENT I (TUGAS MANDIRI I)
1.     Bagaimana hubungan antara bahasa, masyarakat, dan sosiolinguistik?
2.     Jelaskan pengertian (dengan kata-katamu sendiri) dan berikan contoh istilah-istilah di bawah ini:  a. Alih kode  b. Campur kode  c. Interferensi  d. Diglosia 
3.     Jelaskan pengertian (dengan kata-katamu sendiri) dan berikan contoh istilah-istilah di bawah ini:  a. Perbedaan antara bahasa dan dialek  b. Dialek regional  c. Dialek sosial  d. Gaya (style)  e. Register  f. Jargon  g. Dialek baku dan tak baku  h. Perbedaan British English dan American English?

Jawban:
1.     Hubungan bahasa masyarakat dan sosiolinguistik.
Sebanarnya sosiaolingujistik  sendiri  merupakan hubungan antara bahasa dengan penggunaanya didalam masyarakat yaitu hubungan antara bentuk –bentuk bahasa tertentu , yang disebut variasi bahasa , ragam , atau dialek dengan penggunaanya untuk fungsi-fungsi tertentu  dimasyarakat.  Bahasa sebagai sistem lambang bunyi yang arbitrer.bahasa begitu melekat  eraet, menyatu jiwa disetiap maysarakat , bahasa digunakan oleh anggota masyarakat sebagai alat komunikasi.
          Berbicara tentang bahasa dan masyarakat tentu tidak terlepas dengan kebudayaan yang ada pada suatu masyarakat, maka titik tolaknya adalah hubungan bahasa dengan kebudayaan dari masyarakat yang memiliki variasi tingkat- tingkat sosial. Ada yang menganggap bahasa itu adalah bagian dari masyarakat, namun ada yang menganggap bahasa dan kebudayaan itu dua hal yang berbeda, tetapi hubungan antara keduanya erat, sehingga tidak dapat dipisahkan, yang menganggap bahasa banyak dipengaruhi oleh kebudayaan, sehinnga apa yang ada dalam kebudayaan akan tercermin dalam bahasa.Di sisi lain ada juga yang mengatakan bahwa bahasa sangat mempengaruhi kebudayaan dan cara berpikir manusia, atau masyarakat penuturnya.
          Sebagian orang berpendapat bahwa bahasa sebagai sesuatu yang kita lakukan untuk orang lain; sebuah permainan dari simbol verbal yang didasarkan dengan rasa indera kita (pencitraan). Sebagai sistem mediasi, bahasa tidak hanya menggambarkan cara pandang manusia tentang dunia dan konsepsinya, tetapi juga membentuk visi tentang realitas
          Pandangan di atas, merajut pada pemikiran bahwa dengan melukiskan bahasa sebagai penjelmaan pikiran dan perasaan, yaitu budi manusia, maka bahasa itu mendapat arti jauh lebih tinggi daripada sistem bunyi atau fonem. Oleh karena itu budilah yang melahirkan kebudayaan, maka bahasa sebagai penjelmaan daripada budi itu adalah cerminan selengkap-lengkapnya dan sesempurna dari kebudayaan.
          Kajian yang mempelajari penggunaan bahasa sebagai system interaksi verbal di antara para penuturnya di dalam masyarakat disebut sosiolonguistik interaksional atau sosiolinguistik mikro.Sedangkan kajian mengenai penggunaan bahasa dalam hubungannya dengan ciri-ciri linguistic di dalam masyarakat disebut sosiolinguistik korelasional atau sosiolinguistik makro (Appel 1976: 22).Kedua jenis sosiolinguistik ini, mikro dan makro mempunyai hubungan erat, tidak dapat dipisahkan, karena keduanya saling bergantung.Maksudnya, verbal repertoire setiap penutur ditentukan oleh masyarakat di mana dia berada, sedangkan verbal repertoire suatu masyarakat tutur terjadi dari himpunan verbal repertoire semua penutur di dalam masyarakat itu.
2.     pengertian istilah-istilah:
a. Alih kode  b. Campur kode  c. Interferensi  d. Diglosia
a)     Alih kode
Dalam linguistik, menurut Wikipedia  alih kode (code-switching) adalah penggunaan bahasa lain atau ragam bahasa lain pada satu percakapan untuk menyesuaikan diri dengan peran atau situasi lain atau karena adanya partisipan lain. Fenomena ini umumnya dikaitkan dengan multilingualisme, tetapi berbeda dengan fenomena lain dari kontak bahasa, seperti peminjaman (borrowing), pijin, dan kreol. Istilah lain yang terkait dengan fenomena ini adalah campur kode (code mixing)
Alih kode atau code switching dalam pendapat artikel lain adalah peristiwa peralihan dari satu kode ke kode yang lain dalam suatu peristiwa tutur. Misalnya, penutur menggunakan bahasa Indonesia beralih menggunakan bahasa Inggris.
a)     Alih kode merupakan salah satu aspek ketergantungan bahasa (language dependency) dalam masyarakat multilingual. Dalam alih kode masing-masing bahasa cenderung masih mendukung fungsi masing-masing dan  masing-masing fungsi sesuai dengan konteksnya.
Menurut Nababan (1984:31) menyatakan bahwa konsep alih kode ini mencakup juga kejadian pada waktu kita beralih dari satu ragam bahasa yang satu ke ragam yang lain. Misalnya, ragam formal ke ragam santai, dari kromo inggil (bahasa jawa) ke bahasa ngoko dan lain sebagainya. Kridalaksana (1982:7) mengemukakan bahwa penggunaan variasi bahasa lain untuk menyesuaikan diri dengan peran atau situasi lain, atau karena adanya partisipasi lain disebut alih kode. Holmes (2001:35) menegaskan bahwa suatu alih kode mencerminkan dimensi jarak sosial, hubungan status, atau tingkat formalitas interaksi para penutur.
Berdasarkan ketiga pendapat di atas, dapat kita tarik benang merahnya bahwa alih kode merupakan gejala peralihan pemakaian atau penggnaan  bahasa karena perubahan  peran dan situasi. Alih kode menunjukkan adanya saling ketergantungan antara fungsi kontekstual dan situasional yang relevan dalam pemakaian dua bahasa atau lebih.
b)     Campur kode
Menurut Wikipedia Campur kode adalah penggunaan satuan bahasa dari satu bahasa ke bahasa lain untuk memperluas gaya bahasa atau ragam bahasa. Yang termasuk di dalamnya adalah pemakaian kata, klausa, idiom, sapaan, dsb. Campur kode adalah proses yang sama yang digunakan untuk membuat bahasa pidgin, tetapi perbedaannya adalah bahasa pidgin diciptakan di dalam kelompok-kelompok yang tidak menggunakan satu bahasa yang sama, sedangkan campur kode terjadi ketika para penutur multilingual menggunakan satu bahasa yang sama atau lebih.
          Sumber : Wikipedia
Harimurti (2001:35) menerjemahkan campur kode sebagai :
Ø  Interferensi, yakni penggunaan campur kode sebagai suatu penyimpangan dengan adanya suatu kesengajaan dalam pemakaiannya..
Ø .   Penggunaan satuan bahasa dari satu bahasa ke bahasa yang lain untuk memperluas gaya bahasa atau ragam bahasa.
Nababan (1993:32) berpendapat tentang campur kode: Suatu keadaan berbahasa lain ialah bilamana orang mencampur dua atau lebih bahasa atau ragam bahasa dalam suatu tindak berbahasa itu yang menuntut percampuran bahasa itu. Dalam keadaan demikian hanya kesantaian penutur dan atau kebiasaan yang dituruti. Tindak bahasa yang demikian kita sebut campur kode.
Menurut Wikipedia dan kedua pakar diatas dapat kita simpulkan bahwa
Campur kode ialah fenomena berbentuk penggunaan unsur-unsur dari suatu bahasa tertentu dalam satu kalimat atau wacana bahasa lain dengan adanya unsur kesengajaan. Campur berdasar unsur kebahasaan yang terlibat di dalamnya dibagi menjadi 6 yaitu:
1.      Penyisipan unsur-unsur yang berwujud kata
2.      Penyisipan unsur-unsur yang berujud frasa
3.      Penyisipan unsur-unsur yang berwujud bentuk baster
4.      Penyisipan unsur-unsur yang berwujud perulangan kata
5.      Penyisipan unsur-unsur yang berwujud ungkapan atau idiom
6.      Penyisipan unsur-unsur yang berwujud klausa
 Interferensi 
Alwasilah (1985:131) mengetengahkan pengertian interferensi berdasarkan rumusan Hartman dan Stonk bahwa interferensi merupakan kekeliruan yang disebabkan oleh adanya kecenderungan membiasakan pengucapan ( ujaran) dua bahasa terhadap bahasa lain mencakup pengucapan satuan bunyi, tata bahasa, dan kosakata.
c)     Inteffeensi menurut Nababan (1984), merupakan kekeliruan yang terjadi sebagai akibat terbawanya kebiasaan –kebiasaan ujaran bahasa ibu atau dialek kedalam bahasa atau dialek kedua, senada dengan itu Chaer dan Agustina (1995:186) mengemukakan bahwa interfrensi adalah peristiwa penyimpangan norma dari salah satu bahasa atau lebih.

Dari pendapat wikipedia dan para ahli diatas dapat kita simpulkan bahwa interfrensi merupakan kekeliruan atau penyimpangan yang dipengaruhi adanya kecenderungan membiasakan pengucapan satuan bunyi, tata bahasa dan kosakata atau kebiasaan atau ujaran bahasa  ibu atau dialek bahasa.

d)    Diglosia
Menurut wikipedia
Diglosia adalah suatu situasi bahas dimana terdapat pembagian fungsional atas variasi-variasi atau bahasa-bahasa yang ada dimasyarakat. Yang dimaksud bahwa terdapat perbedaan antara ragam formal atau resmi dan tidak resmi atau non formal contohnya misalnya di Indonesia terdapat perbedaan antara bahasa tulis dan dan bahasa lisan.
          Menurut Hensciber, diglosia adalah penggunaan dua bahasa atau lebih dalam masyaarakat, tetapi masing –masing  bahasa mempunyai fungsi atau peranan yang berbeda dalam konteks sosial. Ada pembagian peranan dalam masyarakat dwibahasawanterlihat dengan adanya ragam tinggi dan rendah, digunakan dalam ragam sastra dan tidak dan dipertahankan dengan tetap ada dua ragam dalam masyarakat dan dilestarikan  lewat pemerolehan dan belajar bahasa.

Dari pendapat diatas dapat disimpulkan bahwa diglosia adalh suatu situasi bahasa dimana terdapat pembagian fungsional ats varian-varian bahasa atau bahasa-bahasa yang ada dimasyarakat. Yang dimaksud bahwa terdapat perbedaan antara ragam formal atau resmi dengan tidak resmi atau non-formal.
Contonya bahwa di Indonesia terdapat perbedaan antara bahasa tulis dan bahasa lisan.   
3.     Pengertian 
 a. Perbedaan antara bahasa dan dialek   b. Dialek regional  c. Dialek sosial  d. Gaya (style)  e. Register  f. Jargon  g. Dialek baku dan tak baku  h. Perbedaan British English dan American English
a)     perbedaan bahasa dan dialek
Perbedaan bahasa dan dialek

a) Bahasa merupakan bagian dari kebudayaan yang salah satu fungsinya sebagai alat menyampaikan kebudayaan dari satu pihak ke pihak yang lain. Dalam kajian bahasa, akan dipelajari konsep verbal dan nonverbal. Bahasa lebih umum dipahami dan ditulis pada kertas.

Dialek atau logat mencakup konsep nonverbal mencakup body language (bahasa tubuh). Dalam kamus besar bahasa indonesia dialeg adalah versi bahasa yang berbeda-beda menurut  pemakai. (misalnya bahasa daerah tertentu atau kurun waktu tertentu). Berdasarkan pengertiannya dialek dibedakan sebagai berikut;
b)    Dialek  regional 
Dialeg regional yaitu dialek yang ciri-cirinya dibatasi oleh tempat , sering disebut dialek area, dialek ini biasanya berkembang disatu daerah tertentu, artinya orang diluar wilayah itu tidak akan paham dengan dialek yang dimaksud.
c)     Dialek sosial ,
Dialek sosial yaitgu dialek yang dipakai oleh kelompok sosial tertentu, misalnya orang dikalangan kraton pasti memiliki dialek yang berbeda dengan orang –orang yang diluarf kraton. Atau oang – orang yang ada dikomunitas kantor pasti dialeknya berbeda dengan orang –orang yang berada di komunitas pasar.
d)     Gaya (style)
Gaya memepunyai cakupan yang sangat luas, baik itu tulisan atau pembicaraan, secara umum pengertian gaya bahasa yang dimaksud adalah pengaturan kata –kata dan kalimat –kalimat oleh penulis dan pembicara dalam menekspresi ide gagasan dan pengalaman untuk meyakinkan atau mempengaruhi pembaca atau pendengar.
          Gaya bahas meupakan bentuk retorika yaitu penggunaan kata-kata dalam berbicara maupun menulis atau mempengaruhi pembaca atau pendengar. Selain itu gaya bahasa juga berkaitan dengan situasi dan suasana dimana gaya bahasa dapat menciptakan keadaan peasaan hati tertentu.
e)     Register
Adalah variasi bahasa berdasarkan ranahnya (domain) dengan kata lain, register merupakan variasi bahasa yang digunakan berdasarkan bidang penggunaan, gaya, tingkat, keformalan, dan media penggnanya.
Misalnya bahasa dalam bidang olahraga, sosial media televisi, jurnalistik, adio dan lain sebagainya.
f)      Jargon
Menurut wikipedia adalah istilah khusus yang dipergunakan dibidang kehidupan (lingkungan )tertentu. Jargon biasanya tidak dipahami oleh orang dari bidang kehidupan yang lain, misalnya jargon komputer, bertarti istilah –istilah yang brhubungan dengan komputer seara khusus dan hanya dipahami oleh orang-orang yang yang berhubungan dengan komputer.
Dalam pengetian lain jargon bisa diartikan dengan kata –kata teknis yang digunakan secara terbatas  dalam bidang tertentu. Bahasa slang termasuk Jargon.
g)     Dialek baku dan tak baku 
Pengertian dialek baku adalah yang dialek yang penulisan maupun pengucapannya  sudah sesuai dengan kaidah atau pedoman yang telah ditentukan. Sedangkan Dialek non baku atau tidak baku adalah dialek yang digunakan tidak sesuai dengan pedoman atau kaidah bahasa yang ditentukan. Biasanya dialek yang tidak bagu seing di jumpai saat pefcakapan sehari-hari atau dalam bahasa tutur.
h)    British English dan American English
Bahas Inggris British masih mempertahankan ejaan yang lebih banyak berasal dari bahasa Prancis, sedangkan Bahasa Inggris Amerika lebih sering di eja yang hampir sama dengan cara pelafalannya  danbahas Inggris Amerika

Nah, dengan demikian bahasa inggris British  denag bahsa Inggris Amerika memeliki perbedaannya bisa diketahui dari dialek ketika diucapkan ataeu dari tulisan katanya. Barangkali sebahagian dari kita masih bingung membedakan bahasa ingris british dan bahasa inggris Amerika. Dalam hal ini bisa kita coba untuk mmemahami perbedan diantara keduanya , agar kita tidak kesulitan untuk memahami perfbedan bahasa dari keduanya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

SEBUAH PAGI DAN ANAK BURUNG YANG MALANG

          Angin pagi adalah tangan yang tak kasat mata, yang berembus melalui pepohonan tua di halaman rumah, daun-daunnya gemerisik menggig...