Nama: Haris Ismail
NIM : 031052192
FKIP Bahasa Inggris
ASSIGNMENT
I (TUGAS MANDIRI I)
1.
Bagaimana
hubungan antara bahasa, masyarakat, dan sosiolinguistik?
2.
Jelaskan
pengertian (dengan kata-katamu sendiri) dan berikan contoh istilah-istilah di
bawah ini: a. Alih kode b. Campur kode c. Interferensi d. Diglosia
3.
Jelaskan
pengertian (dengan kata-katamu sendiri) dan berikan contoh istilah-istilah di
bawah ini: a. Perbedaan antara bahasa
dan dialek b. Dialek regional c. Dialek sosial d. Gaya (style) e. Register
f. Jargon g. Dialek baku dan tak
baku h. Perbedaan British English dan
American English?
Jawban:
1.
Hubungan
bahasa masyarakat dan sosiolinguistik.
Sebanarnya sosiaolingujistik
sendiri merupakan hubungan antara
bahasa dengan penggunaanya didalam masyarakat yaitu hubungan antara bentuk
–bentuk bahasa tertentu , yang disebut variasi bahasa , ragam , atau dialek
dengan penggunaanya untuk fungsi-fungsi tertentu dimasyarakat.
Bahasa sebagai sistem lambang bunyi yang arbitrer.bahasa begitu
melekat eraet, menyatu jiwa disetiap
maysarakat , bahasa digunakan oleh anggota masyarakat sebagai alat komunikasi.
Berbicara tentang
bahasa dan masyarakat tentu tidak terlepas dengan kebudayaan yang ada pada
suatu masyarakat, maka titik tolaknya adalah hubungan bahasa dengan kebudayaan
dari masyarakat yang memiliki variasi tingkat- tingkat sosial. Ada yang
menganggap bahasa itu adalah bagian dari masyarakat, namun ada yang menganggap
bahasa dan kebudayaan itu dua hal yang berbeda, tetapi hubungan antara keduanya
erat, sehingga tidak dapat dipisahkan, yang menganggap bahasa banyak
dipengaruhi oleh kebudayaan, sehinnga apa yang ada dalam kebudayaan akan
tercermin dalam bahasa.Di sisi lain ada juga yang mengatakan bahwa bahasa
sangat mempengaruhi kebudayaan dan cara berpikir manusia, atau masyarakat
penuturnya.
Sebagian orang
berpendapat bahwa bahasa sebagai sesuatu yang kita lakukan untuk orang lain;
sebuah permainan dari simbol verbal yang didasarkan dengan rasa indera kita
(pencitraan). Sebagai sistem mediasi, bahasa tidak hanya menggambarkan cara
pandang manusia tentang dunia dan konsepsinya, tetapi juga membentuk visi
tentang realitas
Pandangan di atas, merajut pada pemikiran bahwa dengan
melukiskan bahasa sebagai penjelmaan pikiran dan perasaan, yaitu budi manusia,
maka bahasa itu mendapat arti jauh lebih tinggi daripada sistem bunyi atau
fonem. Oleh karena itu budilah yang melahirkan kebudayaan, maka bahasa sebagai
penjelmaan daripada budi itu adalah cerminan selengkap-lengkapnya dan
sesempurna dari kebudayaan.
Kajian yang mempelajari penggunaan bahasa sebagai system interaksi
verbal di antara para penuturnya di dalam masyarakat disebut sosiolonguistik
interaksional atau sosiolinguistik mikro.Sedangkan kajian mengenai penggunaan
bahasa dalam hubungannya dengan ciri-ciri linguistic di dalam masyarakat
disebut sosiolinguistik korelasional atau sosiolinguistik makro (Appel 1976:
22).Kedua jenis sosiolinguistik ini, mikro dan makro mempunyai hubungan erat,
tidak dapat dipisahkan, karena keduanya saling bergantung.Maksudnya, verbal
repertoire setiap penutur ditentukan oleh masyarakat di mana dia berada,
sedangkan verbal repertoire suatu masyarakat tutur terjadi dari himpunan verbal
repertoire semua penutur di dalam masyarakat itu.
2. pengertian istilah-istilah:
a. Alih kode b. Campur
kode c. Interferensi d. Diglosia
a) Alih kode
Dalam linguistik,
menurut Wikipedia alih kode (code-switching)
adalah penggunaan bahasa
lain atau ragam bahasa lain pada satu percakapan
untuk menyesuaikan diri dengan peran atau situasi lain atau karena adanya
partisipan lain. Fenomena ini umumnya dikaitkan dengan multilingualisme,
tetapi berbeda dengan fenomena lain dari kontak bahasa,
seperti peminjaman (borrowing), pijin, dan kreol. Istilah lain
yang terkait dengan fenomena ini adalah campur kode (code
mixing)
Alih kode atau code
switching dalam pendapat artikel lain adalah peristiwa peralihan dari satu
kode ke kode yang lain dalam suatu peristiwa tutur. Misalnya, penutur
menggunakan bahasa Indonesia beralih menggunakan bahasa Inggris.
a) Alih kode merupakan salah satu aspek ketergantungan bahasa (language
dependency) dalam masyarakat multilingual. Dalam alih kode masing-masing
bahasa cenderung masih mendukung fungsi masing-masing dan masing-masing
fungsi sesuai dengan konteksnya.
Menurut Nababan
(1984:31) menyatakan bahwa konsep alih kode ini mencakup juga kejadian pada
waktu kita beralih dari satu ragam bahasa yang satu ke ragam yang lain.
Misalnya, ragam formal ke ragam santai, dari kromo inggil (bahasa jawa) ke
bahasa ngoko dan lain sebagainya. Kridalaksana (1982:7) mengemukakan bahwa penggunaan
variasi bahasa lain untuk menyesuaikan diri dengan peran atau situasi lain,
atau karena adanya partisipasi lain disebut alih kode. Holmes (2001:35)
menegaskan bahwa suatu alih kode mencerminkan dimensi jarak sosial, hubungan
status, atau tingkat formalitas interaksi para penutur.
Berdasarkan ketiga
pendapat di atas, dapat kita tarik benang merahnya bahwa alih kode merupakan
gejala peralihan pemakaian atau penggnaan
bahasa karena perubahan peran dan situasi. Alih kode menunjukkan
adanya saling ketergantungan antara fungsi kontekstual dan situasional yang
relevan dalam pemakaian dua bahasa atau lebih.
b) Campur kode
Menurut
Wikipedia Campur kode adalah penggunaan satuan bahasa dari satu
bahasa ke bahasa lain untuk memperluas gaya bahasa atau ragam bahasa. Yang termasuk
di dalamnya adalah pemakaian kata, klausa, idiom, sapaan, dsb. Campur kode adalah proses yang sama yang digunakan untuk
membuat bahasa pidgin, tetapi
perbedaannya adalah bahasa pidgin diciptakan di dalam kelompok-kelompok yang tidak
menggunakan satu bahasa yang sama, sedangkan campur kode terjadi ketika para
penutur multilingual menggunakan satu bahasa yang sama atau lebih.
Sumber : Wikipedia
Harimurti (2001:35) menerjemahkan campur kode sebagai :
Ø Interferensi, yakni penggunaan campur kode sebagai suatu penyimpangan
dengan adanya suatu kesengajaan dalam pemakaiannya..
Ø . Penggunaan satuan bahasa dari satu bahasa ke bahasa yang lain
untuk memperluas gaya bahasa atau ragam bahasa.
Nababan
(1993:32) berpendapat tentang campur kode: Suatu keadaan berbahasa lain ialah
bilamana orang mencampur dua atau lebih bahasa atau ragam bahasa dalam suatu
tindak berbahasa itu yang menuntut percampuran bahasa itu. Dalam keadaan
demikian hanya kesantaian penutur dan atau kebiasaan yang dituruti. Tindak
bahasa yang demikian kita sebut campur kode.
Menurut
Wikipedia dan kedua pakar diatas dapat kita simpulkan bahwa
Campur kode ialah
fenomena berbentuk penggunaan unsur-unsur dari suatu bahasa tertentu dalam satu
kalimat atau wacana bahasa lain dengan adanya unsur kesengajaan. Campur
berdasar unsur kebahasaan yang terlibat di dalamnya dibagi menjadi 6 yaitu:
1.
Penyisipan unsur-unsur yang berwujud kata
2.
Penyisipan unsur-unsur yang berujud frasa
3.
Penyisipan unsur-unsur yang berwujud bentuk baster
4.
Penyisipan unsur-unsur yang berwujud perulangan kata
5.
Penyisipan unsur-unsur yang berwujud ungkapan atau idiom
6.
Penyisipan unsur-unsur yang berwujud klausa
Interferensi
Alwasilah (1985:131) mengetengahkan pengertian interferensi
berdasarkan rumusan Hartman dan Stonk bahwa interferensi merupakan kekeliruan
yang disebabkan oleh adanya kecenderungan membiasakan pengucapan ( ujaran) dua bahasa
terhadap bahasa lain mencakup pengucapan satuan bunyi, tata bahasa, dan
kosakata.
c)
Inteffeensi
menurut Nababan (1984), merupakan kekeliruan yang terjadi sebagai akibat
terbawanya kebiasaan –kebiasaan ujaran bahasa ibu atau dialek kedalam bahasa
atau dialek kedua, senada dengan itu Chaer dan Agustina (1995:186) mengemukakan
bahwa interfrensi adalah peristiwa penyimpangan norma dari salah satu bahasa
atau lebih.
Dari pendapat
wikipedia dan para ahli diatas dapat kita simpulkan bahwa interfrensi merupakan
kekeliruan atau penyimpangan yang dipengaruhi adanya kecenderungan membiasakan
pengucapan satuan bunyi, tata bahasa dan kosakata atau kebiasaan atau ujaran
bahasa ibu atau dialek bahasa.
d) Diglosia
Menurut
wikipedia
Diglosia
adalah suatu situasi bahas dimana terdapat pembagian fungsional atas
variasi-variasi atau bahasa-bahasa yang ada dimasyarakat. Yang dimaksud bahwa
terdapat perbedaan antara ragam formal atau resmi dan tidak resmi atau non
formal contohnya misalnya di Indonesia terdapat perbedaan antara bahasa tulis
dan dan bahasa lisan.
Menurut Hensciber, diglosia adalah penggunaan
dua bahasa atau lebih dalam masyaarakat, tetapi masing –masing bahasa mempunyai fungsi atau peranan yang
berbeda dalam konteks sosial. Ada pembagian peranan dalam masyarakat
dwibahasawanterlihat dengan adanya ragam tinggi dan rendah, digunakan dalam
ragam sastra dan tidak dan dipertahankan dengan tetap ada dua ragam dalam
masyarakat dan dilestarikan lewat
pemerolehan dan belajar bahasa.
Dari
pendapat diatas dapat disimpulkan bahwa diglosia adalh suatu situasi bahasa
dimana terdapat pembagian fungsional ats varian-varian bahasa atau
bahasa-bahasa yang ada dimasyarakat. Yang dimaksud bahwa terdapat perbedaan
antara ragam formal atau resmi dengan tidak resmi atau non-formal.
Contonya
bahwa di Indonesia terdapat perbedaan antara bahasa tulis dan bahasa lisan.
3.
Pengertian
a. Perbedaan antara bahasa dan dialek b.
Dialek regional c. Dialek sosial d. Gaya (style) e. Register
f. Jargon g. Dialek baku dan tak
baku h. Perbedaan British English dan
American English
a)
perbedaan
bahasa dan dialek
Perbedaan bahasa dan dialek
a) Bahasa merupakan bagian dari kebudayaan yang salah satu fungsinya sebagai alat menyampaikan kebudayaan dari satu pihak ke pihak yang lain. Dalam kajian bahasa, akan dipelajari konsep verbal dan nonverbal. Bahasa lebih umum dipahami dan ditulis pada kertas.
Dialek atau logat mencakup konsep nonverbal mencakup body language (bahasa tubuh). Dalam kamus besar bahasa indonesia dialeg adalah versi bahasa yang berbeda-beda menurut pemakai. (misalnya bahasa daerah tertentu atau kurun waktu tertentu). Berdasarkan pengertiannya dialek dibedakan sebagai berikut;
b) Dialek
regional
Dialeg regional yaitu dialek yang
ciri-cirinya dibatasi oleh tempat , sering disebut dialek area, dialek ini
biasanya berkembang disatu daerah tertentu, artinya orang diluar wilayah itu
tidak akan paham dengan dialek yang dimaksud.
c) Dialek sosial ,
Dialek sosial yaitgu dialek yang dipakai
oleh kelompok sosial tertentu, misalnya orang dikalangan kraton pasti memiliki
dialek yang berbeda dengan orang –orang yang diluarf kraton. Atau oang – orang
yang ada dikomunitas kantor pasti dialeknya berbeda dengan orang –orang yang
berada di komunitas pasar.
d) Gaya (style)
Gaya memepunyai cakupan yang sangat
luas, baik itu tulisan atau pembicaraan, secara umum pengertian gaya bahasa
yang dimaksud adalah pengaturan kata –kata dan kalimat –kalimat oleh penulis
dan pembicara dalam menekspresi ide gagasan dan pengalaman untuk meyakinkan
atau mempengaruhi pembaca atau pendengar.
Gaya
bahas meupakan bentuk retorika yaitu penggunaan kata-kata dalam berbicara
maupun menulis atau mempengaruhi pembaca atau pendengar. Selain itu gaya bahasa
juga berkaitan dengan situasi dan suasana dimana gaya bahasa dapat menciptakan
keadaan peasaan hati tertentu.
e) Register
Adalah variasi bahasa berdasarkan
ranahnya (domain) dengan kata lain, register merupakan variasi bahasa yang digunakan
berdasarkan bidang penggunaan, gaya, tingkat, keformalan, dan media penggnanya.
Misalnya bahasa dalam bidang olahraga,
sosial media televisi, jurnalistik, adio dan lain sebagainya.
f) Jargon
Menurut wikipedia adalah istilah khusus
yang dipergunakan dibidang kehidupan (lingkungan )tertentu. Jargon biasanya
tidak dipahami oleh orang dari bidang kehidupan yang lain, misalnya jargon
komputer, bertarti istilah –istilah yang brhubungan dengan komputer seara
khusus dan hanya dipahami oleh orang-orang yang yang berhubungan dengan
komputer.
Dalam pengetian lain jargon bisa
diartikan dengan kata –kata teknis yang digunakan secara terbatas dalam bidang tertentu. Bahasa slang
termasuk Jargon.
g) Dialek baku dan tak baku
Pengertian dialek baku adalah yang
dialek yang penulisan maupun pengucapannya
sudah sesuai dengan kaidah atau pedoman yang telah ditentukan. Sedangkan
Dialek non baku atau tidak baku adalah dialek yang digunakan tidak sesuai
dengan pedoman atau kaidah bahasa yang ditentukan. Biasanya dialek yang tidak
bagu seing di jumpai saat pefcakapan sehari-hari atau dalam bahasa tutur.
h) British English dan American English
Bahas Inggris British masih
mempertahankan ejaan yang lebih banyak berasal dari bahasa Prancis, sedangkan
Bahasa Inggris Amerika lebih sering di eja yang hampir sama dengan cara
pelafalannya danbahas Inggris Amerika
Nah, dengan demikian bahasa inggris
British denag bahsa Inggris Amerika
memeliki perbedaannya bisa diketahui dari dialek ketika diucapkan ataeu dari
tulisan katanya. Barangkali sebahagian dari kita masih bingung membedakan
bahasa ingris british dan bahasa inggris Amerika. Dalam hal ini bisa kita coba untuk
mmemahami perbedan diantara keduanya , agar kita tidak kesulitan untuk memahami
perfbedan bahasa dari keduanya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar