|
Peningkatan Kemampuan Menulis Teks Deskripsi Melalui Penerapan
Metode Guessing Game Pada Siswa Kelas Vii Smp 5 Satap Mootilango
Kabupaten Gorontalo Tahun Ajaran 2020/2021

HARIS ISMAIL
031052192
LAPORAN
PEMANTAPAN KEMAMPUAN PROFESIONAL (PBIS4501)
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BAHASA INGGRIS
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UPBJJ-UNIVERSITAS TERBUKA GORONTALO
TAHUN 2021.1
KATA PENGANTAR
Sebagai rasa syukur penulis panjatkan kehadirat Allah Subhanahu Wata’ala, karena atas rahmat dan petunjuk yang diberikan, sehingga penulis dapat menyajikan Laporan Hasil perbaikan pembelajaran ini. Sebagaimana diketahui bahwa penulisan Laporan ini merupakan salah satu tugas persyaratan mutlak mata kuliah Pemantapan Kemampuan Profesional (PKP), yang mana tugas tersebut haruslah dipenuhi oleh setiap Mahasiswa Program Stara I (satu) Pendidikan Guru Bahasa Inggris Universitas Terbuka Semester Akhir.
Didalam penyusunan PKP ini penulis merasa sangat perlu untuk mengucapkan terima kasih serta penghargaan yang setulus-tulusnya kepada:
1. Dra. Yuliarti Mutiarsih, M.Pd , selaku Tutor sekaligus Supervisor I yang telah membimbing, mengoreksi, dan memberikan penilaian kepada penulis dalam menyusun laporan ini.
2. Ibu Mariani Bagoe, S.Pd. selaku Kepala sekolah SMP 5 Satap Mootilango, Kabupaten Gorontalo yang telah membantu dalam pelaksanaan kegiatan Perbaikan Pembelajaran dalam Penyusunan Laporan.
3. Teman sejawat yang telah berkenan menjadi observer dalam pelaksanaan PTK.
4. Semua pihak yang telah memberikan secara ikhlas saran dan pendapatnya selama penulis melaksanakan kegiatan sampai penyelesaian penyusunan laporan Hasil Perbaikan Pembelajaran.
Penulis berharap sepenuhnya, semoga apa yang disajikan dalam laporan ini dapat diterima oleh tim penilai mata kuliah, yang akhirnya dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan dalam menentukan dan memberikan penilaian mata kuliah Pemantapan Kemampuan Profesional (PKP) PBIS4501.
Gorontalo, 11 Juni 2021
Penulis
LEMBAR PENGESAHAN
Peningkatan Kemampuan Menulis Teks Deskripsi Melalui Penerapan
Metode Guessing Game Pada Siswa Kelas Vii Smp 5 Satap Mootilango
Kabupaten Gorontalo Tahun Ajaran 2020/2021
Gorontalo,
12 Juni 2021
Supervisor 1 Mahasiswa
Dra. Yuliarti Mutiarsih, M.Pd Haris Ismail
NIP. 196107231986012001 NIM. 031052192

LEMBAR PERNYATAAN
Saya menyatakan dengan sesungguhnya bahwa Laporan Pemantapan Kemampuan Profesional (PKP) yang saya susun sebagai syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Pendidikan dari Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Terbuka merupakan hasil karya sendiri.
Adapun bagian-bagian tertentu dalam penulisan Laporan PKP yang saya kutip dari hasil karya orang lain telah dituliskan sumbernya secara jelas sesuai dengan norma, kaidah dan etika penulisan ilmiah.
Apabila di kemudian hari ditemukan seluruh atau sebagian laporan PKP ini bukan hasil karya saya sendiri atau adanya plagiat dalam bagian-bagian tertentu, saya bersedia menerima sanksi pencabutan gelar akademik yang saya sandang dan sanksi-sanksi lain sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku.
![]() |
Gorontalo, 29 Mei 2021
![]() |
Haris Ismail
NIM. 031052192
Peningkatan Kemampuan Menulis Teks Deskripsi Melalui Penerapan
Metode Guessing Game Pada Siswa Kelas Vii Smp 5 Satap Mootilango
Kabupaten Gorontalo Tahun Ajaran 2020/2021
Nama : Haris Ismail NIM: 031052192, Email : haristiens77@gmail.com
Abstrak
Penelitian
ini bertujuan untuk
meningkatkan pembelajaran bahasa Inggris melalui penerapan metode Guessing game pada
peserta didik SMP5 SATAP Mootilango Kabupaten Gorontalo dengan jumlah 23 orang.
Penelitian ini dilaksanakan melalui
pra siklus dan juga penelitian siklus I
serta penelitian siklus II. Siklus I dilaksanakan pada tanggal 19 April 2021 ,sedangkan siklus II
dilaksanakan pada tanggal 26 April 2021. Guessing
game adalah
sebuah permainan yang mana individu atau sebuah tim mencoba
menjawab sebuah pertanyaan yang telah diberi beberapa kata kunci yang berkaitan
dengan
kosa kata yang dimaksud. Konsep guessing
game yang
umum dapat diterapkan dalam pengajaran,
yaitu dengan menggunakan kalimat tanya yang diawali dengan kata “what” atau“who”. Berdasarkan data penelitian diketahui bahwa terjadi
peningkatan hasil belajar yang didasari dari perolehan nilai rata-rata kelas
yang mencapai 64 %. tetapi
hasil rata-rata keaktifan belajar peserta didik belum memenuhi indicator
pencapaian, diibandingkan dengan hasil sebalumnya nilai rata-ratanya hanya mencapai
60,5 dari 23 peserta didik dengan hasil ketuntasan kurang dari 50%. Oleh karena itu, agar penerapan model pembelajaran metode
guesing game untuk meningkatkan
keaktifan dan hasil belajar peserta didik kelas VII SMP5 Satap Mootilango
Kabupaten Gorontalo harus dilaksanakan pembelajaran lagi pada siklus II. Dari
hasil persentase rata-rata keaktifan belajar peserta didik pada siklus II
adalah 73,4%. Hal ini menunjukkan bahwa pelaksanaan model pembelajaran Guessing
game pada siklus II sudah
memenuhi indikator pencapaian yang diharapkan. Dengan demikian Penerapan
guessing game yang bervariasi dalam kegiatan belajar mengajar Bahasa Inggris
diharapkan merupakan salah satu cara yang efektifdan menyenangkan untuk membuat
pengualangan serta penguasaan kosakata
bagi peserta didik.
Kata kunci: guessing game, dapat memudahkan pembelajaran .
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR.................................................................................................. i
LEMBAR PENGESAHAN.......................................................................................... ii
LEMBAR PERNYATAAN.......................................................................................... iii
ABSTRAK................................................................................................................... iv
DAFTAR ISI................................................................................................................ v
BAB I PENDAHULUAN ........................................................................................... 1
A. Latar belakang........................................................................... 1
B. Rumusan masalah..................................................................... 3
C. Tujuan penelitian....................................................................... 3
D. Manpaat penelitian dan perbaikan pembelajaran...................... 3
BAB II KAJIAN PUSTAKA.................................................................................... 4
A. Kemampuan menulis.................................................................. 4
B. Jenis –jenis pembelajaran........................................................... 4
BAB III PELAKSANAAN PENELITIAN PERBAIKAN
PEMBELAJARAN....................................................................... 24
A. Subjek , tempat dan waktu penelitian...................................... 24
B. Desain prosedur perbaikan pembelajara/kegiatan pengebangan 24
C. Teknk analisis data..................................................................... 24
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN........................................ 36
A. Hasil pelaksanaan tindakan..................................................... 36
B. Pembahasan Dari Setiap Siklus.................................................. 38
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN TINDAK LANJUT......................... 48
A. Kesimpulan................................................................................ 48
B. Saran dan tindak lanjut.............................................................. 49
DAFTAR PUSAKA........................................................................................... 50
LAMPIRAN ...... 51
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar belakang masalah
Menulis teks deskripsi merupakan pembelajaran yang penting bagi peserta didik SMP5 Satap Mootilango Kabupaten Gorontalo. Menulis teks deskripsi merupakan bagian dari keterampilan menulis yang juga harus mendapatkan perhatian. Dalam Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) yang tertuang di dalam silabus kompetensi menulis yang harus dikuasai oleh peserta didik SMP5 satap Mootilango Kabupaten Gorontalo adalah mengungkapkan informasi dalam berbagai bentuk teks (narasi, deskripsi, dan eksposisi). Berdasarkan hasil pengamatan proses pembelajaran yang dilakukan SMP5 satap Mootilanngo kabupaten Gorontalo adalah pembelajaran yang berpusat pada guru. peserta didik kurang aktif dalam mengikuti pembelajaran, yang dilakukan peserta didik hanya mendengarkan dan mencatat yang dijelaskan oleh guru. Prestasi belajar peserta didik juga masih di bawah. Sebagian besar peserta didik mengalami kesulitan dalam menulis teks deskripsi, permasalahan yang dihadapi peserta didik antara lain berkaitan dengan kesulitan memunculkan dan menuangkan ide dalam tulisan, bahasa yang digunakan masih belum baik, serta faktor minat dan antusiasme peserta didik dalam mengikuti pembelajaran menulis teks deskripsi. Kadang peserta didik merasa bosan jika diminta untuk menulis dan membutuhkan waktu yang cukup lama dalam pengerjaannya. Padahal disetiap pembelajaran guru akan meminta peserta didik untuk menulis teks yang sudah diajarkan.
Berdasarkan hasil Pengamatan dalam pembelajaran menulis teks deskripsi guru belum menggunakan strategi pembelajaran yang jelas. Pada proses pembelajaran guru hanya memberi penjelasan tentang materi teks deskripsi dan siswa mencatat materi yang diajarkan tersebut. peserta didik juga jarang bertanya dan mengungkapkan pendapat. Diskusi antarkelompok jarang dilakukan sehingga saat pembelajaran interaksi antara peserta didik yang satu dengan yang lain ataupun dengan guru masih kurang.
Berdasarkan masalah tersebut, peneliti berpendapat perlunya dilakukan perbaikan proses pembelajaran pada peserta didik SMP5 Satap Mootilango Kabupaten Gorontalo. Hal ini dilakukan dengan tujuan agar peserta didik dapat berperan aktif dan lebih memudahkan peserta didik dalam menulis teks deskripsi. peserta didik dapat saling bertukar pendapat atau melakukan curah pendapat mengenai suatu topik yang dijadikan sebagai dasar dalam menulis teks deskripsi. Salah satunya adalah dengan menerapkan strategi pembelajaran yang tepat dalam pembelajaran menulis, dalam hal ini difokuskan pada pembelajaran menulis deskripsi.
Salah satu strategi pembelajaran yang dapat digunakan, yakni strategi atau metode Guessing game. Melalui penerapan metode Guessing game diharapkan peserta didik dapat mengatasi permasalahan yang terjadi sekaligus dapat meningkatkan kemampuan Peserta didik dalam menulis teks deskripsi. Metode Guessing game dapat memudahkan peserta didik dalam memunculkan dan menuangkan ide ke dalam tulisan melalui proses tukar pendapat dari kegiatan peermainan yang dilakukan. Setelah itu, peserta didik mengorganisasikan ide-ide yang telah didapat tersebut menjadi teks deskripsi.
1. Identifikasi masalah
Dari hasil pengamatan terhadap peserta didik SMP5 satap Mootilango kabupaten Gorontalo dalam mata pelajaran Bahasa Inggris.
1. Motivasi peserta didik menulis teks deskripsi masih rendah.
2. Kemampuan peserta didik menulis deskripsi belum optimal.
3. Belum ada strategi atau metode pembelajaran yang jelas.
2. Analisis masalah
a. Faktor internal
Dari hasil yang dikumpulkan pada aspek faktor internal menujukkan bahwa salah satu faktor internal yang menyebabkan kesulitan belajar bahasa Inggris di kelas VII SMP 5 SATAP MOOTLANGO KABUPATEN GORONTALO adalah penyajian pelajaran bahasa Inggris yang kurang menyenangkan peserta didik, peserta didik masih belum termotivasi dalam mengikuti proses pembelajaran bahasa Inggris dan minat peserta didik dalam mempelajari bahasa Inggris masih kurang. Berdasarkan dari hasil ini, maka peserta didik masih berkesulitan dalam mempelajari bahasa Inggris utamanya dalam menguasai kosa –kata dan mendeskripsikan teks.
b. Faktor ekternal
Dari hasil yang dikumpulkan pada aspek faktor eksternal menunjukan bahwa peserta didik mengalami kesulitan belajar mempelajari pelajaran bahasa Inggris disebabkan oleh proses pelaksanaan pembelajaran Bahasa Inggris yang di sampaikan oleh guru tidak cocok dengan peserta didik, guru jarang memakai alat peraga ketika pembelajaran berlangsung serta faktor lainnya yaitu masih kurangnya dorongan orang tua terhadap anaknya dalam belajar.
B. RUMUSAN MASALAH
Berdasarkan latar belakang di atas dapat dirumuskan permasalahan
1) “Bagaimana meningkatkan kemampuan menulis teks deskripsi melalui penerapan
Metode Guessing game pada Peserta didik kelas VII SMP5 satap Mootilango kabupaten Gorontalo”.
2) “Bagaimana menerapkan keterampilan dalam menulis teks deskripsi Pada peserta didik kelas VII SMP5 satap Mootilango Kabupaten Gorontalo.
C. TUJUAN PENELITIAN PERBAIKAN PEMBELAJARAN
Berdasarkan rumusan masalah tersebut, tujuan penelitian ini adalah :
1) Meningkatkan kemampuan menulis teks deskripsi melalui penerapan strategi Guessing game pada peserta didik.
2) Menerapkan keterampilan menulis teks deskripsi pada peserta didik SMP kelas VII SMP5 satap Mootilango kabupaten Gorontalo melalui penerapan strategi Guessing game.
D. MANFAAT PENELITIAN DAN PERBAIKAN PELAJARAN
Dalam hal ini dari hasil penelitian diharapkan dapat memberikan manfaat yaitu:
a. Bagi guru
1) Sebagai bahan pertimbangan dalam menentukan strategi pembelajaran agar dapat meningkatkan keaktifan siswa dalam curah pendapat dan mempermudah siswa untuk menulis teks deskripsi dan memperbanyak kosa kata.
2) Dapat memotivasi peserta didiknya untuk berpikir yang sistematis dan terarah.
3) Akan lebih jelas dalam mengajarkan materi tentang menulis teks deskripsi.
b. Bagi peserta didik
Sebagai wahana baru dalam proses peningkatan keaktifan curah pendapat dan mempermudah untuk menulis teks deskripsi melalui metode guessing game.
c. Bagi peneliti
Sebagai pengembangan pengetahuan tentang penelitian dalam pembelajaran menulis teks deskripsi pada mata pelajaran Bahasa Inggris.
BAB II
KAJIAN PUSTAKA
A. Kemampuan Menulis
Keterampilan berbahasa memiliki empat komponen, yakni menyimak, berbicara, membaca, dan menulis. Aktivitas menulis merupakan suatu bentuk manifestasi kompetensi berbahasa paling akhir dikuasai pembelajar bahasa setelah kompetensi mendengar, berbicara, dan membaca. Menulis merupakan proses pengungkapan ide, gagasan, pikiran, maupun perasaan yang dituangkan melalui tulisan. Kompetensi menulis lebih sulit dibanding tiga kompetensi bahasa yang lain (Nurgiyantoro, 2013: 422), http://eprints.umk.ac.id/3149/8/DAFTAR_PUSTAKA.pdf , https://jurnal.unimed.ac.id
Pendapat tersebut juga didukung dengan pendapat Akhaidah (2004: 2) https://journal.unnes.ac.id , yang menyatakan bahwa kemampuan menulis merupakan kemampuan yang kompleks, yang menuntut sejumlah pengetahuan dan keterampilan. Iskandarwassid dan Dadang (2008: 248-249) http://repository.upi.edu menyebutkan bahwa seperti halnya kemampuan berbicara, kemampuan menulis mengandalkan kemampuan berbahasa yang bersifat aktif dan produktif. Kedua keterampilan berbahasa ini merupakan usaha untuk mengungkapkan pikiran dan perasaan yang ada pada diri seorang pemakai bahasa melalui bahasa. Perbedaannya terletak pada cara yang digunakan untuk mengungkapkannya. Penyampaian pesan dalam menulis dilaksanakan secara tertulis. Menulis atau mengarang adalah segenap rangkaian kegiatan seseorang mengungkapkan gagasan dan menyampaikannya melalui bahasa tulis kepada masyarakat pembaca untuk dipahami (Gie, 2002: 3), https://lib.unnes.ac.id/19416/1/2101406504.pdf Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (2008: 1219), menulis adalah membuat huruf (angka, dsb) dengan pena (pensil, kapur, dsb), melahirkan pikiran atau perasaan (seperti mengarang, membuat surat) dengan tulisan.
Tarigan (2008: 3-4),https://osf.io, https://eprints.ums.ac.id mengungkapkan bahwa menulis merupakan suatu keterampilan berbahasa yang dipergunakan untuk berkomunikasi secara tidak langsung, tidak secara tatap muka dengan orang lain. Menulis merupakan suatu kegiatan yang produktif dan aktif. Tulisan merupakan sebuah sistem komunikasi antarmanusia yang menggunakan simbol atau lambang bahasa yang dapat dilihat dan disepakati pemakainya. Menulis dapat didefinisikan sebagai suatu kegiatan komunikasi berupa penyampaian pesan secara tertulis kepada pihak lain (Suparno dan Mohamad Yunus, 2008: 1.3),
http://repository.upi.edu/2069/10/T_BIND_1101260_Bibliography.pdf. Sementara itu, Semi (1995: 16)
http://digilib.unimed.ac.id/34098/8/8.%20NIM.%201142111016_BAB%20I.pdf. mengungkapkan bahwa menulis merupakan suatu proses kreatif memindahkan gagasan ke dalam lambang-lambang tulisan. Dari beberapa definisi tersebut, dapat disimpulkan bahwa menulis adalah kegiatan penyampaian pesan (gagasan, perasaan, dan informasi) secara tertulis
kepada pihak lain. Sebagai salah satu bentuk komunikasi verbal, menulis melibatkan unsur penulis sebagai penyampai pesan, pesan atau isi tulisan, saluran atau medium tulisan, dan pembaca sebagai penerima pesan.
B. JENIS-JENIS PEMBELAJARAN
1. Jenis –jenis teks dalam pembelajaran bahasa Inggris
Dalam pembelaaran bahasa Inggris guru bahasa Inggris dapat mengetahui jenis- jenis dalam pembelajaran bahasa Inggris.
Adapun jenis- jenis teks pembelajaran bahasa Inggris yang perlu di ketahui adalah:
a. Descriptive Text
Tujuan:
Menjelaskan kepada pembaca mengenai seseorang, tempat, atau benda secara detail.
Struktur:
1) Identification (pengenalan)
2) Description (deskripsi)
Tenses yang digunakan di dalam descriptive text Simple Present tense
b. Recount Text
Tujuan:
Menceritakan kepada pembaca mengenai kejadian yang sudah terjadi di masa lampau
Struktur:
1) Orientation (pengenalan)
2) Event (peristiwa
3) Reorientation (kesimpulan)
Di dalam recount text, tenses yang digunakan adalah past tense.
c. Narrative Text
Tujuan:
Untuk menghibur pembaca dan untuk menceritakan cerita atau kisah
Struktur:
1) Orientation (pengenalan)
2) Complication (konflik)
3) Resolution (pemecahan masalah)
4) Reorientation (kesimpulan)
Tenses yang digunakan di dalam narrative text adalah past tense. Narrative dan recount text memang hampir mirip. Keduanya sama-sama menceritakan kejadian di masa lampau dan sama-sama menggunakan past tense (simple past tense, simple past continuous tense, atau past perfect tense. Yang membedakan adalah narrative text berupa dongeng, legenda, folklore sedangkan recount text biasanya berupa biography, atau untuk menceritakan pengalaman pribadi.
Hal lain yang membedakan antara narrative dan recount text adalah struktur teksnya. Di dalam narrative text menceritakan konflik yang terjadi sedangkan di recount text tidak ada konflik yang terjadi.
d. Report Text
Tujuan:
Untuk menyampaikan informasi kepada pembaca mengenai sesuatu hal apa adanya sebagai hasil dari penelitian
Struktur:
1) General classification (klasifikasi umum)
2) Description (deskripsi)
Recount text menggunakan simple present tense di dalam textnya.
e. News Item Text
Tujuan:
Memberi informasi kepada pembaca mengenai suatu peristiwa
Struktur:
1) Newsworthy event (peristiwa)
2) Background event ( latar belakang peristiwa)
3) Sources (sumber)
f. Explanation Text
Tujuan:
Menjelaskan kepada pembaca mengenai proses terjadinya fenomena alam
Struktur:
1) General statement (pernyataan umum)
2) Explanation (penjelasan)
3) Closing (penutup)
Explanation text menggunakan simple present text di dalam textnya dan menjelaskan sebab akibat fenomena tersebut.
g. Analytical Exposition Text
Tujuan:
Untuk memberitahu pembaca peristiwa/kasus penting
Struktur:
1) Thesis (pendahuluan)
2) Arguments (argumen)
3) Reiteration (kesimpulan)
h. Hortatory Exposition Text
Tujuan:
Untuk membujuk pembaca bagaimana sesuatu dapat diselesaikan
Struktur:
1) Thesis (pendahuluan)
2) Arguments (argumen)
3) Recommendation (rekomendasi penyelesaian)
Perbedaan antara analytical dan hortatory exposition text adalah analytical text menjawab pertanyaan “How is atau how will” (bagaimana) sedangkan hortatory text menjawab pertanyaan “How should” (bagaimana sebaiknya). Contohnya pertanyaan “How will you prepare for holiday” (bagaimana kamu mempersiapkan liburan) akan dijelaskan melalui analytical text. Pertanyaan “How should you spend your holiday” (apa yang sebaiknya kamu lakukan ketika liburan) akan dijelaskan melalui hortatory exposition text.
i. Procedure Text
Tujuan:
Membantu pembaca untuk membuat sesuatu
Struktur:
1) Goal (tujuan)
2) Materials/equipment (bahan-bahan/peralatan)
3) Step/method (cara pembuatan)
j. Discussion Text
Tujuan:
Menyampaikan informasi dan opini terhadap isu yang terjadi
Struktur :
1) Issue (isu)
2) Arguments/ pros-cons) (argumen/ pro-kontra)
3) Conclusion (kesimpulan)
k. Review Text
Tujuan:
Memberikan kritik atau evaluasi mengenai sesuatu untuk disampaikan ke pembaca
Struktur:
1) Orientation (pendahuluan)
2) Evaluation (evaluasi)
3) Interpretative recount (interpretasi)
4) Evaluation (evaluasi)
5) Evaluation summation (evaluasi terakhir)
l. Anecdote Text
Tujuan:
Menceritakan kepada pembaca kejadian yang menyenangkan atau kejadian yang tidak biasanya terjadi
Struktur:
1) Abstract (pendahuluan)
2) Orientation (pengenalan)
3) Crisis (krisis)
4) Reaction (reaksi)
5) Coda (penutup)
m. Spoof Text
Tujuan:
Menghibur pembaca dengan cerita lucu yang memiliki akhir yang tidak terduga
Struktur:
1) Orientation (pengenalan)
2) Event (kejadian)
3) Twist (hal yang tidak terduga)
Teruslah berlatih dengan membaca beragam jenis-jenis teks dalam bahasa Inggris! Niscaya, kamu dapat dengan mudah menguasai cara menulis dan berbicara yang baik. Selamat belajar!
2. Pengertian bahasa Inggris.
Menurut wikipedia Bahasa Inggris adalah bahasa Jermanik yang pertama kali dituturkan di Inggris pada Abad Pertengahan Awal dan saat ini merupakan bahasa yang paling umum digunakan di seluruh dunia.
Bahasa Inggris dituturkan sebagai bahasa pertama oleh mayoritas penduduk di berbagai negara, termasuk Britania Raya, Irlandia, Amerika Serikat, Kanada, Australia, Selandia Baru, dan sejumlah negara-negara Karibia; serta menjadi bahasa resmi di hampir 60 negara berdaulat. Bahasa Inggris adalah bahasa ibu ketiga yang paling banyak dituturkan di seluruh dunia, setelah bahasa Mandarin dan bahasa Spanyol. Bahasa Inggris juga digunakan sebagai bahasa kedua dan bahasa resmi oleh Uni Eropa, Negara Persemakmuran, dan Perserikatan Bangsa-Bangsa, serta beragam organisasi lainnya. https://id.wikipedia.org/wiki/Bahasa_Inggris
Bahasa Inggris adalah bahasa yang berasal dari Inggris raya. Bahasa inggris merupakan kombinasi dari beberapa bahasa lokal yang sering dipakai oleh masyarakat Norwegia, Denmark, dan Anglo-Saxon pada abad ke-6 sampai abad ke-10 dulu. Hingga ditaklukkan Inggris oleh William the Conqueror pada tahun 1066, bahasa Inggris pun mulai sangat intensif mempengaruhi bahasa Latin juga bahasa Perancis. Dari seluruhan kosakata bahasa inggris modern, diperkirakan ±50% berasal dari bahasa Perancis dan Latin.
Saat ini, bahasa Inggris telah menjadi media komunikasi utama bagi masyarakat di berbagai negara di dunia, seperti Inggris, Amerika Serikat, Kanada, Australia, New Zealand, Afrika Selatan, serta masih banyak lagi negara yang mejadikan bahasa inggris sebagai media komunikasi utama negara mereka.
Sebagai bahasa yang paling banyak dipakai di berbagai negara di dunia, bahasa inggris sudah dianggap sebagai bahasa resmi untuk dipakai di dunia internasonal. Bahasa yang juga hampir sama populernya seperti bahasa inggris adalah bahasa mandarin.
Bahasa Inggris termasuk rumpun bahasa-bahasa Anglo-Frisia pada cabang barat bahasa-bahasa Jerman, dan merupakan sebuah bahasa subfamili dari bahasa-bahsa Indo-Eropa.
Bahasa Inggris hampir mendekati bahasa Frisia, sedikit lebih luas dari bahasa Netherlandic (Belanda –Flemish) dan dialek Jerman tingkat rendah (Plattdeutsch), serta jauh dari bahasa Jerman Modern tingkat tinggi. http://speakout.palcomtech.com/apa-itu-bahasa-inggris/
HardjonoRayner(2001:xxv), https://eprints.uny.ac.id/9520/3/bab%202-05204241004.pdf mengemukakan bahwa bahasa Inggris merupakan bahasa Internasional sehingga menjadi bahasa yang paling banyak digunakan di seluruh dunia. Posisi tersebut dapat kita lihat dari segi penuturnya yang tersebar dilima Benua. Berkaitan dengan hal itu, maka tak heran jika Bahasa Inggris tidak hanya digunakan oleh penutur anglofon (penutur bahasa inggris), tetapi juga banyak digunakan oleh masyarakat dunia, khususnya masyarakat modern.
Setelah mengetahui dua pengertian diatas bahasa Inggris dapat disimpulkan bahwa bahasa inggris merupakan bahasa Jermanik yang pertama kali dituturkan di Inggris pada Abad Pertengahan Awal dan saat ini merupakan bahasa yang paling umum digunakan di seluruh dunia termasuk Indonesia . Bahasa Inggris adalah bahasa yang berasal dari Inggris raya. Bahasa inggris merupakan kombinasi dari beberapa bahasa lokal yang sering dipakai oleh masyarakat Norwegia, Denmark, dan Anglo-Saxon pada abad ke-6 sampai abad ke-10 dulu.
3. Belajar bahasa Inggris
Bertumbuhnya teknologi dan pengetahuan, membuat kita mau tak mau harus menguasai bahasa inggris, guna meningkatkan daya saing dalam menguasai berbagai aspek, yang umumnya memang disampaikan mengguna-kan bahasa inggris. Terkait dengan hal tersebut, maka tak heran jika topik bahasa inggris selalu hadir menghiasi setiap jenjang pendidikan di Indonesia.
Pembelajaran bahasa Inggris yang berkedudukan sebagai bahasa asing pertama di Indonesia sebenarnya mempunyai tiga arti penting antara lain: (1) mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, (2) sumber pengembangan istilah-istilah dan (3) sarana berhubungan antar bangsa (Rombepajung,1988), https://eprints.uny.ac.id/9167/3/bab%202-08203241019.pdf . Berkaitan dengan hal tersebut, maka perlu sebuah metode agar suasana belajar di dalam kelas bahasa inggris dapat tersegarkan.
Materi pertama yang dilaksanakan dalam penelitian ini adalah Grettings dalam Buku Pegangan murid, halaman 1-21. Siti Wachidah dkk. Cetakan Ke-4, 2017 (Edisi Revisi)
· Hello/Hi! (Halo/Hai!)
· Good morning. (Selamat pagi)
· Good afternoon. (Selamat siang)
· Good evening. (Selamat sore)
· Good night. (Selamat malam)
· Hello, how are you? (Halo apa kabarmu?)
· How are you doing? (Apa kabarmu?)
· How do you do? (Kalimat sapaan jika kita belum pernah bertemu dengan orang itu sebelumnya)
· Nice to meet you. (Senang bertemu denganmu)
· What’s up? (Apa kabar?)
· What’s news? (Apa yang baru?)
· How’s everything? (Bagaimana semuanya?)
· How’s it going? (Bagaimana sekarang?)
· How’s business? (Bagaimana bisnis?)
· Good to see you. (Senang bertemu kamu)
Responses
· Hello/Hi! (Halo/Hi!)
· Good morning. (Selamat pagi)
· Good afternoon (Selamat siang)
· Good evening. (Selamat sore)
· Good night. (Selamat malam)
· I’m fine thank you. (Aku baik baik saja, terima kasih)
· I’m very well, thank you. (Aku baik baik saja, terima kasih)
· How do you do. (Kalimat sapaan jika kita belum pernah bertemu dengan orang itu sebelumnya)
· Nice to meet you too. (Senang bertemu denganmu juga)
· Just fine, thanks. (Baik-baik aja, terima kasih)
· Great, thanks. (Luar biasa, terima kasih)
· Pretty well. What about you? (Sangat baik, bagaimana denganmu?)
· Good to see you too. (Senang bertemu denganmu juga)
Contoh Dialog Leave Taking 1:
Ardi : Hello Dika. Good afternoon. (Halo Dika. Selamat siang)
Dika : Good afternoon Ardi. Where are you going? (Selamat siang Ardi. Kamu mau kemana?)
Ardi : I’m going to the bookstore. Would you like to accompany me? (Aku mau pergi ke toko buku. Maukah kamu menemaniku?)
Dika : No, Sorry. I have to go home right now. (Tidak, Maaf aku harus pulang ke rumah sekarang juga)
Ardi : Oh, okay. Good bye. (Oh, baiklah. Selamat tinggal)
Dika : Good bye Ardi. (Selamat tinggal Ardi)
Contoh Dialog Leave Taking 2:
Sandi : Hi Titin, good morning. (Hai Titin, selamat pagi)
Titin : Good morning Sandi, will you come to the swimming pool after school? (Selamat pagi Sandi, apakah kamu akan datang ke kolam renang setelah jam sekolah?)
Sandi : Yes I will. How about you? (Ya aku akan. Bagaimana denganmu?)
Titin : I’ll come with you. (Aku akan datang bersamamu)
Sandi : Okay then. I’ll call you when the class is over. (Baiklah, aku akan menelponmu setelah kelas berakhir)
Titin : Good, See you later. (Bagus, Sampai jumpa nanti)
Sandi : See you. (Sampai jumpa)
Contoh Dialog Leave Taking 3:
*In the airport* (*di bandara*)
Hana : Vika? Is that you? (Vika? Apakah itu kamu?)
Vika : Yes I am. You was my classmate Hana in highschool right? Long time no see, how are you? (Iya ini aku. Kamu teman sekolahku dulu saat SMA kan? Lama tidak berjumpa. Apa kabarmu?)
Hana : I’m fine thank you. Where are you going Vika? (Aku baik-baik saja, terimakasih. Kamu mau pergi kemana Vika?)
Vika : I’m traveling to South Korea for vacation. (Aku akan pergi ke Korea Selatan untuk berlibur)
Hana : Wow, that’s awesome. How long you been there? (Wow, itu luar biasa. Berapa lama kau berada disana?)
Vika : Only one week. And how about you? Where are you going? (Hanya seminggu dan bagaimana denganmu? Kemana kamu akan pergi?)
Hana : I’m going to see my mother in Yogyakarta. (Aku akan menemui Ibuku di Yogyakarta)
Vika : Please send my best regards to your mother. (Tolong sampaikan salamku untuk Ibumu)
Hana : Sure. (Tentu saja)
Vika : I think it is a call for my departure. I will get in first and please keep in touch. (Sepertinya itu panggilan untuk keberangkatanku. Aku akan masuk duluan ya, dan tolong untuk tetap terhubung)
Hana : Of course Vika, please take care. (Tentu saja Vika, hati hati ya)
Vika : Yes, you too. (Iya, kamu juga)
Selanjutnya Peneliti melanjutkan kemateri Descriptive text menggunakan simple present tense, descriptive adjective pada Siklus 1 dan 2
Simple present tense :
Menggunakan kata kerja dasar atau bentuk pertama (verb 1) serta menggunakan kata kerja yang dapat menunjukkan kepemilikan atau keadaan sebuah objek. Descriptive text menggunakan simple present tense karena descriptive text menceritakan sebuah fakta dari objek yang dideskripsikan.
Misalnya My office has 22 floors, Azka is pretty, dan lain-lain.
Descriptive Text dengan menggunakan Simple Present
Simple Present Tense
Contoh Descriptive Text 1
Traveler Girl
She is a Traveler Girl. Her name is Romana Maya, her friends call her in May. She likes to go somewhere to a single destination or more. She has long brown hair. His mother is Chinese so she has slanted black eyes as like as his mother. She has a medium nose and she has thin lips. She has oriental skin. She is pretty tall. It’s about 168 cm. Her friends love her so much because she is independent, easy going person, friendly and helpfulness. She has a favorite color. It is black. Right now, she is sitting and enjoying the view. She is wearing maroon headgear and a maroon scarf. She is wearing sunglasses and a watch. She is wearing a blue blouse. She is wearing black jeans. She is wearing socks and black mountain sandal. She is bringing a black backpack. She is bringing photography stick.
Simple Present Tense
· She is Traveler Girl.
· Her name is Romana Maya, her friends call her in May.
· She likes to go somewhere to a single destination or more.
· She has long brown hair.
· His mother is Chinese so she has slanted black eyes as like as his mother.
· She has a medium nose and she has thin lips.
· She has oriental skin.
· She is pretty tall.
· It’s about 168 cm.
· Her friends love her so much.
· She is independent, easy going person, friendly and helpfulness.
· She has a favorite color.
· It is black.
Pengertian Descriptive adjective, Contoh Kata dan Kalimat
Pengertian Descriptive Adjective dan Jenisnya
Descriptive adjective adalah salah satu jenis dari adjective yang menjelaskan sebuah kualitas dari Noun yang dibicarakan, seperti halnya kondisi fisik, bentuk, ukuran, warna, dan kondisi lainnya. Akan tetapi descriptive adjective adalah suatu kata yang hanya bisa menerangkan noun yang dapat dirasakan oleh panca indra saja (penglihatan, rasa, pendengaran, penciuman, sentuhan).
Jadi fungsi dari descriptive adjective adalah untuk menjelaskan benda ( noun ) yang ada dihadapannya. Adjective dapat digunakan pada kata benda dalam berbagai bentuk baik singular (Tunggal) maupun plural (Jamak). Adjective dalam bentuk baik tunggal ataupun jamak tidak akan mengalami perubahan, yang berubah hanyalah kata bendanya dan to be nya saja yang disesuaikan dengan bentuk kalimatnya.
Dari pelajaran di atas adjective dapat dibagi menjadi beberapa kategori, yaitu appearence, personality, feelings, shape, size dan beberapa kategori yang bisa Anda lihat di bawah ini.
|
Kategori |
Contoh Kata |
Contoh Kalimat |
|
Appearence ( Kata sifat yang menjelaskan penampilan ) |
Attractive, Beautiful, Confident, Dull, Handsome, Ellegant, Ugly, Dan lainnya |
she looks so beautiful |
|
Arti : Dia terlihat begitu indah |
||
|
Personality ( Kata sifat yang menjelaskan kepribadian ) |
Aggresive, ambitious, Brave, Cruel, Dangerous, Diligent, Mad dan lainnya |
He is a brave warrior |
|
Arti : Dia adalah seorang prajurit pemberani |
||
|
Feelings ( Kata sifat yang menjelaskan perasaan ) |
Affraind, Angry, Calm, Comfortable, Depressed, Happy, Sad dan lainnya |
I am feel so happy |
|
Arti : Saya merasa begitu bahagia |
||
|
Shape ( Kata sifat yang menjelaskan bentuk ) |
Broad, Circular, Distorted, Flat, Hollow, Round, Square, Triangle, dan lainnya |
That snake form a circle |
|
Arti: Ular Itu membentuk sebuah lingkaran |
||
|
Size ( Kata sifat yang menjelaskan ukuran ) |
Big, Great, Huge, Large, Tall, Thin, Long, Short dan lainnya |
He has a very large body |
|
Arti: Dia memiliki badan yang sangat besar |
||
|
Sound ( Kata sifat yang menerangkan suara ) |
Loud, melancholic, silent, whispering, dan lainnya |
Silent Hill |
|
Arti : Bukit Sunyi |
||
|
Taste ( Kata sifat yang menjelaskan rasa ) |
Bitter, Delicious, Fresh, Hot, Cold, Icy, Spicy, Sweet, Tasty dan lainnya |
This food is very tasty |
|
Arti: Makanan ini begitu lezat |
||
|
Touch ( Kata sifat yang menjelaskan sentuhan ) |
Hard, Loose, Rough, Sticky, Sharp, Soft, Tender, dan lainnya |
I felt something soft |
|
Arti: Aku merasakan sesuatu yang lembut |
||
|
Age( Kata sifat yang menjelaskan waktu/ umur ) |
Ancient, Annual, brief, Fast, Early, Slow, young, Old, Modern, Rapid, |
That is an Ancient Dragon |
|
Arti: Itu adalah seekor naga kuno |
||
|
Color ( kata sifat yang menjelaskan tentang warna ) |
Red, yellow, blue, green, violet, black, white, pink, orange, brown, dan lainnya |
He has brown hair |
|
Arti : Dia memiliki rambut coklat |
||
|
Quantity (Kata sifat yang menerangkan Kuantitas) |
Abundant, Bountiful, Empty, Extra, Full, Few, Many, Heavy, Multiple, dan lainnya |
Many people said that Irfan is so handsome |
|
Arti: Banyak orang yang mengatakan bahwa Irfan begitu tampan |
Bagaimana jika kita menyebutkan lebih dari satu kata sifat dalam sebuah noun ? terkadang ada sebuah kata yang menjelaskan benda tersebut memiliki lebih dari satu kata sifat. Maka adjective tersebut harus disusun secara tertib dan tidak sembarangan menyusunnya.
Berikut ini susunan penulisan adjective phrase :
Size – Age – Shape – Color – Origins – Material
Adjective yang memiliki lebih dari satu kata sifat akan disusun sesuai urutan tersebut. dan jika terdapat pada kategori yang sama maka harus dipisahkan dengan tanda koma, Contohnya :
Large ancient
black Dragon
Arti : Naga hitam yang besar dan kuno
Pada kalimat tersebut terdapat tiga kata adjective yaitu Large (Size) Ancient (Age) dan Black (Color) karena kata sifat tersebut terdiri dari kategori yang berbeda maka tidak perlu tanda koma. Namun jika dalam kategori yang sama maka harus disisipkan tanda koma di dalam kalimat tersebut.
Dari penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa terdapat berbagai macam kategori untuk menerangkan sebuah kata sifat. Dan juga dalam penulisannya terdapat susunan dan juga aturan-aturan khusus sehingga tidak dapat dituliskan secara sembarangan. Jika terdapat lebih dari satu kata sifat dalam menjelaskan sebuah benda / Noun maka penulisannya harus disusun sesuai urutan dan diberi tanda koma jika kata sifat tersebut berada dalam 1 kategori yang sama.
4. Metode Guessing game
Dalam belajar bahasa inggris ada empat aspek keterampilan yang termuat dalam dua kemampuan. Pertama, kemampuan receptive. Peserta didik memahami materi pelajaran dengan kegiatan menyimak atau mendengarkan dan membaca. Kedua, kemampuan produktif. Peserta didik dapat menulis dan berbicara. Terutama peserta didik SMP, mereka masih mengalami kesulitan dalam menulis dan berbicara. Adapun materi tersebut meliputi transaksional interpersonal, functional dan monolog teks.
Descriptif text adalah salah satu monolog teks. Dalam kurikulum 2013 kelas VII semester 2 disebutkan bahwa peserta didik diharapkan dapat memahami, membedakan dan menyusun teks deskriptif. Dalam teks deskriptif, peserta didik akan belajar fungsi sosial, struktur teks dan unsur kebahasaan. Dan ini tidak mudah karena perbendaharaan kata mereka masih kurang dan jarang menggunakan bahasa Inggris untuk berkomunikasi.
Berdasarkan kondisi di atas, kita sebagai guru harus dapat menyiapkan media dan metode pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik materi yang kita ajarkan. Pembelajaran yang mudah dipahami dan menyenangkan dapat menumbuhkan motivasi dan minat peserta didik untuk belajar bahasa inggris. Salah satunya menggunakan Guessing Game atau tebak-tebakan kata.
Guessing game adalah permainan yang objeknya adalah menebak beberapa jenis informasi, seperti sebuah kata, frasa, judul, atau lokasi objek. Guessing game adalah strategi yang dikembangkan oleh beberapa ahli
Menurut Klipple dalam Jubaedah (2009), https://radarkudus.jawapos.com/read/2019/08/14/150834/guessing-game-dalam pembelajaran-teks-deskriptif, dikatakan bahwa ”The basic rule of guessing games is eminently simple one person knows something that another one wants to find out” artinya aturan dasar guessing game itu sangat sederhana, seseorang tahu tentang kosa kata dan yang lain berusaha untuk menemukannya. Menurut Marriem Webste guessing game adalah sebuah permainan yang mana seseorang harus bersaing dengan orang lain atau kelompok lain untuk menebak sesuatu yang telah diberi petunjuknya.
Berdasarkan definisi tersebut, dapat disimpulkan bahwa guessing game adalah permainan dengan seseorang atau peserta mengetahui sesuatu dan bersaing secara individu atau dalam tim untuk mengidentifikasi atau menebaknya. Ada banyak konsep menebak game yang bisa diaplikasikan dalam pembelajaran berbicara dan menulis dalam pembelajaran bahasa Inggris.
Pentingnya guessing game adalah memberikan latihan dalam menulis dan mendeskripsikannya serta berkomunikasi. Bisa dikatakan bahwa guessing game memberi motivasi kepada peserta didik agar tidak merasa bosan selama proses belajar. Meskipun begitu, yang terpenting adalah memberikan kesempatan pada peserta didik berlatih bahasa Inggris. Beberapa bentuk permainan adalah "menebak apa itu" atau ―tebak di mana itu. Bentuk permainan ini bisa digunakan dalam mengajar tentang profesi,hewan,atau orang-orang dalam kelompok usia yang berbeda (bayi, anak, remaja, dewasa muda, orang lanjut usia). Pernyataan tersebut mengatakan bahwa dengan memberi beberapa konsep guessing game seperti "tebak apa itu" atau "tebak di mana tempatnya". Jadi,dapat disimpulkan bahwa guessing game memberikan peserta didik lebih banyak kesempatan dalam merumuskan pertanyaan.
Adapun penerapan metode guessing game menurut para ahli, Harmer (2007:238) http://digilib.uinsgd.ac.id/6265/4/4_Bab1.pdf also mentionsthe same statement that there are many games which are appropriate for the useof vocabulary items whicharedesigned to engage students with a list of vocabulary items.
Harmer Juga menyebutkan pernyataan yang sama bahwa ada banyak permainan yang sesuai untuk penggunaan item kosakata yang dirancang untuk melibatkan peserta didik dengan daftar item kosakata.
Menurut Harmer (2007:238), http://journal.staihubbulwathan.id prosedur guessing game adalah sebagai berikut.
1. .Siswa dibagi dalam tim kecil;
2. .Padasetiap tim, satu anggota duduk membelakangi papan tulis;
3. .Guru menulis kata atau frasa di papan tulis;
4. .Semua kelompok yang dapat melihat kataatau frasaini harus menjelaskan (tanpa mengucapkan kata ataufrasa itu sendiri) kepada anggota tim yang duduk yang membelakangi papan tulis;
5. .Jika siswa yang membelakangi papan tulis dapat menebak kata atau fras,tim tersebut akanmendapat poin .
Nation and Newton (2009: 30-32) https://journalkonstitusi.mkri.id menjelaskan bahwa guessing game terdiri atas beberapa langkah sebagai berikut.Pertama, peserta didik dibagi menjadi beberapa kelompok, satu kelompok terdiri atas 4 atau 5 orang peserta didik. Kedua, satu kelompok diminta untuk tampil didepan kelas dan salah satu anggota kelompok memilih kategori yang akan dimainkan dari sebuah kotak. Ketiga, salah satu anggota kelompok duduk membelakangi kata/gambar yang ditunjukkan dan mencoba menebak kata/gambar yang dimaksud dan bertanya terlebih dahulu tentang kategori, apakah ini kata untuk makanan, untuk furnitur, atau untuk transportasi? Sementara,keempat pesertea didik yang lain hanya menjawab “ya” atau “tidak”, sampai kategori dan kata yang tepat telah ditebak. Keempat,setelah kata/gambar bisa ditebak,dilanjutkan dengan anggota kelompok lainnya bergantian duduk didepan dan menebak kata berikutnya. Banyak ahli menjelaskan prosedur guessing game secara berbeda. untuk menggunakan teori Harmer (2007) karena prosedur yang dijelaskan sangat sederhana dan mudah untuk dipahami dan diterapkan.
Jadi, untuk mengatasi permasalahan yang dihadapi peserta didik dalam satu semester di SMP5 SATAP MOOTILANGO KABUPATEN GORONTALO, peneliti memutuskan untuk menerapkan guessing game selama kegiatan belajar mengajar, terutama dalam mengajar berbicara. Artinya, peneliti akan berusaha menciptakan situasi yang membuat peserta didik harus bekerja sama dengan pasangannya untuk mengembangkan kemampuan berbicara sehingga nantinya diharapkan mampu merangsang mereka untuk berbicara dan mengembangkan gagasan dalam berbicara dan meningkatkan kemampuan mereka dalam menulis teks deskripsi.
BAB III
PELAKSANAAN PENELITIAN PERBAIKAN PEMBELAJARAN
A. Subjek, Tempat, dan Waktu Penelitian
1. Subjek.
Subjek penelitian ini adalah siswa kelas kelas VII SMP 5 satap Mootilango Kabupaten Gorontalo. Pengambilan subjek penelitian ini dipilih berdasarkan observasi awal yang telah dilakukan oleh peneliti dan atas rekomendasi dari guru pengampu mata pelajaran Bahasa Inggris. Objek penelitian ini adalah penerapan Metode Guessing Game.
2. Tempat penelitian
Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan di kelas VII SMP 5 satap Mootilango Kabupaten Gorontalo.
3. Waktu pelaksanaan
Rentang waktu pelaksanaan Penelitian Tindakan Kelas diadakan dalam waktu 2 Minggu yaitu, Pra Siklus, Siklus I tanggal 19 April 2021 dan Siklus II pada tanggal 26 April 2021.
Tabel 3.1 Waktu penelitian
|
No |
pelaksanaan |
Hari , |
Waktu |
Kegiatan |
|
1. |
Pra Siklus |
Senin |
07.15 - |
Pelaksanaan |
|
2. |
Siklus I |
Senin, |
09.15 - |
Perbaikan |
|
3. |
Siklus II |
Senin, |
07.15 – |
Perbaikan |
B. Desain Prosedur Perbaikan Pembelajaran/Kegiatan Pengembangan
Dalam prosedur penelitian tindakan kelas terdapat beberapa tahapan, yaitu:
1. Tahapan pra siklus
Tahap pra siklus adalah tahap dimana belum diterapkannya model pembelajaran yang baru. Pelaksanaan pembelajaran bahasa Inggris pada pra siklus untuk kelas VII SMP5 Satap Mootilago Kabupaten Gorontalo yang diampu oleh guru Bidang studi Pada prasiklus ini, materi yang diajarkan adalah menggunakan metode yang lama yaitu metode grammar translation method ( GMT) Metode ini merupakan metode yang paling lama ada di dunia pembelajaran bahasa asing. Metode ini lebih menekankan grammar atau tata bahasa. Selain tata bahasa, juga terdapat translate atau alih bahasa yang digunakan untuk mengajarkan kosakata.
2. Tahapan Penelitian Siklus I
Pelaksanaan siklus I menggunakan kelas VII SMP5 Satap Mootilango Kabupaten Gorontalo yang diampu oleh peneliti sendiri, sedangkan guru bahasa Inggris bertindak sebagai kolaborator.
Langkah-langkah dalam siklus I dimulai dari perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi yang akan dijelaskan sebagai berikut :
a. Perencanaan
1)
Meninjau kembali Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang
telah disiapkan. Penekanan perencanaan disini adalah menyiapkan
peserta didik benar-benar berada pada suasana penyadaran diri untuk semangat
dan antusias belajar dengan menekankan pada keaktifan siswa dalam proses
pembelajaran dan berada pada konsentrasi terhadap materi pelajaran bahasa
Inggris yang sedang dibahas atau dipelajari agar mendapatkan hasil belajar yang
diinginkan. Menyiapkan rencana pelaksanaan pembelajaran sesuai dengan strategi
metode pembelajaran guessing game. Di dalam menyiapkan rencana pembelajaran
ini ditekankan pada hasil pengamatan pada pra siklus yang menekankan pada keaktifan dan hasil belajar
siswa melalui pembelajaran kooperatif.
2)
Sebelum penelitian, peneliti bersama dengan dibantu oleh
pembimbing menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)
dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif guessing game)
3) Menyiapkan lembar observasi yang akan digunakan untuk mengamati keaktifan siswa dalam proses pembelajaran.
4) Menyiapkan lembar soal yang digunakan pada akhir pembelajaran sebagai tes formatif yang berusaha mengaitkan materi yang didapat oleh peserta didik dengan kehidupan sehari-hari. Lembar soal digunakan untuk mengevaluasi hasil belajar siswa dalam proses pembelajaran dengan model kooperatif Metode guesssing game pada siklus I.
5)
Mengorganisir siswa dan membagi siswa kelas VII 6
kelompok dengan jumlah siswa 32 orang. Masing-masing kelompok beranggotakan 5-6
orang yang memiliki kemampuan yang berbeda-beda (tinggi, sedang, rendah).
b. Pelaksanaan.
Siklus I dilaksanakan pada 19/04/2021 dengan alokasi waktu 1 x 35 menit dengan Kriteria
1) Tujuan pembelajaran
a) Peserta didik dapat Menentukan fungsi komunikatif teks decrictive
b) Peserta didik dapat Menyebutkan ciri kebahasaan teks decrictive dengan menggunakan simple present tense
2) Tujuan Perbaikan
a) Peserta didik dapat Menentukan fungsi komunikatif teks deskriptif dengan metode Guessing game
b) Peserta didik dapat Menyebutkan ciri kebahasaan teks deskriptif dengan menggunakan simple present tense untuk menjelaskan ciri-ciri terkait subjek yang dibahas dengan metode Guessing game.
3) Langkah – langkah kegiatan pembelajaran
Pertemuan Siklus 1
Kegitan Pendahuluan (5 Menit )
a) Guru memperhatikan kesiapan Peserta didik dan kelengkapan alat pembelajaran.
b) Guru mengecek presensi Peserta didik (Mengisi buku daftar hadir Peserta didik).
c) Guru melakukan tanya jawab tentang benda-benda yang dikenal Peserta didik, seperti:
Ø Where do we study every day?
Ø What are in this classroom?
Ø What color is its wall? Etc.
Kegiatan Inti Pembelajaran (25 Menit ))
a) Guru menginformasikan kepada peserta didik tentang model pembelajaran yang akan diterapkan yaitu model pembelajaran Guesing game
b) Guru menginformasikan kepada peserta didik tentang tujuan pembelajaran dengan metode Guessing game yaitu siswa memperoleh metode baru yang dapat melatih peserta didik berkomunikasi serta bekerja sama dalam kelompok dan menebak kata-kata dalam bahasa Inggris.
c) Guru menjelaskan kosa-kata dan tata-bahasa yang digunakan dalam teks Deskriptif Present tense, menggunakan kata kerja bentuk present, seperti my aunt likes cooking, it has two doors, dsb
d) Dengan metode metode Guessing game Guru mendeskripsikan sebuah benda, tempat atau seseorang yang dijadikan sebagai contoh.
e) Guru menuliskan kalimat-kalimat yang berkaitan dengan benda, tempat atau seseorang tersebut di atas.
f) Guru mengelompokkan kalimat-kalimat tersebut menurut generic structure teks deskriptif dengan Metode Guessing game Guru dapat mengidentifisi dan mendeskripsikannya .
g) Guru menulis sebuah teks deskriptif simple present tense menurut tata bahasa dan generic structure yang baik dan benar.
h) Dengan metode Guessing game Guru menyuruh Peserta didik menentukan topik yang akan dijadikan sebuah teks deskriptif simple present tense.
i) Guru menyuruh Peserta didik menuliskan kalimat-kalimat yang berkaitan dengan topik yang mereka tentukan sendiri .
j) Guru mengontrol dan mengarahkan Peserta didik dalam penulisan teks deskriptif.
k) Guru mengumpulkan hasil kerja Peserta didik yang dijadikan sebagai alat ukur ketercapaian tujuan
Kegiatan Penutup
a) Tanya jawab tentang kesulitan peserta didik selama pembelajaran.
b) Menyimpulkan materi pembelajaran.
c. Pengamatan
Dalam pengamatan ini,
kolaborator mengamati jalannya proses pembelajaran
bahas inggris dengan model pembelajaran Guessing game. Kolaborator yaitu
guru mitra, melakukan pengamatan
berdasarkan indikator pencapaian dalam penelitian ini, yaitu keaktifan
peserta didik dalam proses pembelajaran Bahasa Inggris. Pada setiap kegiatan
peserta didik dilakukan pengamatan yang dimulai dari permasalahan yang muncul
dari awal hingga akhir pembelajaran.
Aspek-aspek yang diamati adalah sebagai berikut :
1) Kegiatan Visual.
Selama pembelajaran peserta didik memperhatikan dengan baik penjelasan guru mengenai cara kerja dan konfirmasi materi.
2) Kegiatan Lisan
a) Kerjasama dalam kelompok
Masing-masing peserta didik melaksanakan tugasnya dalam kelompok dengan baik. Namun ada salah seorang peserta didik yang tidak dapat mengikuti permainan tebak kata (guessing game ) dengan baik dikarenakan peserta didik tersebut merupakan peserta didik baru di kelas tersebut dan belum bisa bersosialisasi.
b) Kemampuan dalam bertanya
Sejumlah peserta didik telah aktif mengajukan pertanyaan tentang hal-hal yang belum di mengerti misalnya bertanya tentang materi ataupun langkah yang akan dilakukan selanjutnya.
c) Kemampuan dalam menjawab
pertanyaan
Setiap peserta didik mampu menjawab pertanyaan yang
diajukan teman-temannya pada saat Permainan tebak kata ( guessing game )
berlangsung.
3) Kegiatan Mendengarkan
Dalam kegiatan ini, sejumlah peserta didik telah memberikan kesempatan berpendapat kepada peserta didik lain dengan baik.
4) Kegiatan Mental
Kegiatan mental yang terdiri dari kemampuan membuat keputusan dan menyelesaikan masalah telah berlangsung dengan baik pada saat Melakukan permainan tebak kata ( Guessing game ).
5) Kegiatan Peran (tebak kata)
Peran permainan tebak kata berlangsung dengan baik, hampir setiap kelompok menjalankan tugasnya berdasarkan prosedur pelaksanaan model pembelajaran Guessing game.
3. Tahapan Penelitian Siklus II
Untuk pelaksanaan siklus II yang dilaksanakan di kelas yang sama
adalah sebagai tindak lanjut evaluasi dari pelaksanaan siklus I. Langkah-langkah
yang dilakukan dalam siklus II dimulai dari perencanaan,
pelaksanaan, pengamatan dan refleksi.
a. Perencanaan
1) Identifikasi masalah dan penetapan alternative pemecahan masalah
2) Meninjau kembali rencana pelaksanaan pembelajaran yang disiapkan
untuk siklus II dengan melakukan revisi sesuai hasil refleksi siklus I.
Siklus ini untuk meningkatkan keaktifan dan hasil belajar peserta didik.
3) Menyiapkan lembar kerja observasi yaitu pengamatan terhadap
keaktifan belajar peserta didik di kelas dengan pembelajaran bahasa Inggris metode Guessing game. Menyiapkan lembar soal
yang digunakan pada akhir pembelajaran sebagai tes formatif yang berusaha mengaitkan materi yang didapat oleh
peserta didik dengan kehidupan sehari-hari seperti mendeskripsikan
sebuah benda, tempat atau seseorang yang dijadikan sebagai contoh yang berkaitan
dengan teks deskriktive adjective.
4) Lembar soal digunakan untuk mengevaluasi hasil belajar siswa dalam proses pembelajaran dengan model Guesing mane pada siklus II.
5) Mengorganisir peserta didik dan mengubah kelompok serta membagi
peserta didik menjadi 6 kelompok. masing-masing kelompok
beranggotakan 5-6 orang secara heterogen. Pembagian kelompok dibagi berdasarkan
nilai skor hasil belajar pada siklus I.
b. Pelaksanaan
Siklus II
dilaksanakan pada hari Selasa tanggal 26 April 2021 dengan
alokasi waktu 1 x 35 menit dengan Kompetensi Dasar.
Adapun langkah-langkah pembelajaran Metode Guessing game dalam mata pelajaran Bahasa Inggris pada siklus II ini secara garis besar adalah sebagai berikut :
Kegitan Pendahuluan (5 Menit )
1) Guru menginformasikan kepada siswa tentang model pembelajaran
yang akan diterapkan yaitu model pembelajaran Guessing game.
2) Guru menginformasikan kepada siswa tentang tujuan pembelajaran
metode Guessing game yaitu siswa memperoleh
metode baru
yang dapat melatih peserta
didik serta bekerja sama dalam
medeskripsikan teks.
3) Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang sesuai dengan
indikator pembelajaran yaitu setelah mempelajari materi ini peserta
didik diharapkan:
a) Mempersiapkan kelenngkapan alat pembelajaran.
b) Peserta didik dapat menjawab pertanyaan Guru Where do we study? ,What are in this classroom? , What color is its wall? Etc.
Kegiatan Inti Pembelajaran (25 Menit)
1. Guru menjelaskan kosakata dan tatabahasa yang digunakan dalam teks Deskriptif serta mengapresiasikanya kedalam kalimat. Kosakata : Adjective , seperti: new, large, wide, long, tall, etc.
2. Dengan metode Guessing game guru mendeskripsikan sebuah benda, tempat atau seseorang yang dijadikan sebagai contoh yang berkaitan dengan teks deskriktive adjective.
3. Guru menuliskan kalimat-kalimat yang berkaitan dengan benda, tempat atau seseorang tersebut di atas.
4. Guru mengelompokkan kalimat-kalimat tersebut menurut generic structure teks deskriptif dengan metode Guessing game guru dapat mengidentifikasi dan mendeskripsikannya .
5. Guru menulis sebuah teks deskriptif menurut tata bahasa dan generic structure yang benar.
6. Dengan metode Guessing game guru menyuruh Peserta didik menentukan topik yang akan dijadikan sebuah teks deskriptif Adjective
7. Guru menyuruh Peserta didik menuliskan kalimat-kalimat yang berkaitan dengan topik yang mereka tentukan sendiri.
8. Guru mengontrol dan mengarahkan Peserta didik dalam penulisan teks deskriptif.
9. Guru mengumpulkan hasil kerja Peserta didik yang dijadikan sebagai alat ukur ketercapaian tujuan
Kegiatan Penutup ( 5 menit )
1. Tanya jawab tentang kesulitan peserta didik selama Pembelajaran
2. Menyimpulkan materi pembelajaran.
c. Pengamatan
1) Pengamatan dilakukan bersamaan dengan tindakan, dengan
menggunakan instrument yang telah tersedia. Pengamatan difokuskan
pada keaktifan peserta didik dalam pembelajaran mengerjakan tugas.
2) Peneliti dan kolaborator mengamati pelaksanaan pembelajaran dan
dibandingkan dengan siklus I
3) Peneliti mengamati keberhasilan dan hambatan-hambatan yang dialami dalam
proses pembelajaran yang belum sesuai dengan harapan
penelitian.
4) Hasil pengamatan dianalisis untuk memperoleh gambaran bagaimana
dampak dari tindakan yang dilakukan. Jika permasalahan sudah
terselesaikan dan sudah dirasa cukup maka tindakan akan dihentikan.
C. Teknik Analisis Data
Pada prasiklus ini, didapatkan informasi data mengenai keaktifan dan hasil belajar peserta didik kelas VII SMP5 Satap Mootilago Kabupaten Gorontalo. Informasi mengenai data keaktifan dan hasil belajar peserta didik didapatkan dari hasil wawancara peneliti dengan Ibu pengampu bahasa Inggris. Adapun daftar nilai keaktifan peserta didik pada pra siklus adalah sebagai berikut:
Tabel 3.1 Daftar Nilai Keaktifan Pra Siklus
Kelas VII. SMP5 Satap Motilango Kabupaen Gorontalo
|
No |
Aspek penilaian |
Banyak anak |
Prosentase |
|
1 |
Memparhatikan penjelasan guru dan temanya |
18 |
56.25 % |
|
2 |
Kemampuan dalam kosa kata /pengucapan |
0 |
0.00% |
|
3 |
Kemampuan dalam menebak kata |
15 |
46.87% |
|
4 |
Kemampuan dalam menjawab pertanyaan |
9 |
28.13% |
|
5 |
Kemampuan dalam mendeskripsikan teks |
8 |
25.00% |
|
6 |
Kemampuan dalam berpendapat |
12 |
37.50% |
|
7 |
Memberikan kesempatan teman dalam menebak kata |
4 |
12.50% |
|
8 |
Kemampuan dalam menguasai kosakata |
5 |
15.63% |
|
9 |
Kemampuan dalam menulis |
6 |
18.75% |
|
10 |
Melaksanakan peran |
0 |
0.00% |
|
Rata-rata persentase keaktifan |
24.05% |
||
Berdasarkan pengamatan dari penelitian persentase rata-rata keaktifan belajar peserta didik yaitu 24,05 %, dapat dilihat bahwa tingkat keaktifan peserta didik termasuk dalam kategori rendah. Komunikasi yang terjadi dalam pembelajaran Bahasa Iggris masih bersifat satu arah yaitu, guru menjelaskan materi kepada peserta didik, sedangkan peserta didik mendengarkan dan mencatat penjelasan guru. Peserta didik kurang aktif dalam bertanya tentang materi yang belum mereka pahami maupun aktif dalam mengeluarkan pendapat atau gagasan. Dan peserta didik tidak bisa mengucapkan atau tidak bisa menguasai kosakata dan melaksanakan peran yang bisa membantu pembentukan kualiitas dalam kemampuan menulis teks deskripsi .
Sedangkan dari data hasil evaluasi bahasa Inggris pada tahun pelajaran 2020/2021 semester sebelumnya, nilai rata-ratanya hanya mencapai 60,5 dari 32 peserta didik dengan hasil ketuntasan kurang dari 50%. Oleh karena itu, peneliti ingin menerapkan model pembelajaran Guessing game untuk meningkatkan keaktifan dan hasil belajar peserta didik kelas VII MP5 Satap Mootilango Kabupaten Gorontalo.
BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Hasil pelaksanaan tindakan penelitian
Pada
bab ini, hasil penelitian eksperimen yang telah dilakukan dibahas secara terperinci berdasarkan data
yang telah diperoleh di lapangan. Sesuai
dengan
jenis penelitian yang dilakukan, hasil penelitian ini adalah hasil
eksperimen dinyatakan dalam bentuk angka untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Guessing Game dalam keterampilan menulis teks deskripsi
siswa Kelas VII SMP5 Satap Mootilango Kabupaten Gorontalo.
Hasil Belajar menggunakan Metode Pembelajaran Guessing game pada bidang Studi bahasa Inggris SMP5 satap Mootilango Kabupaten Gorontalo. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan hasil belajar antara pembelajaran yang menggunakan metode permainan tebak kata guessing game dengan metode ceramah.
Dapat dibuktikan dengan nilai-nilai pada pra siklus ,siklus 1 Siklus 2 Informasi mengenai keaktifan dan hasil belajar peserta didik didapatkan dari hasil wawancara peneliti dengan Ibu pengampu bahasa Inggris. Adapun daftar nilai keaktifan peserta didik pada pra siklus adalah sebagai berikut:
1. Pra Siklus
Tabel 4.1 Daftar Nilai Keaktifan Pra Siklus
Kelas VII. SMP5 Satap Motilango Kabupaen Gorontalo
|
No |
Aspek penilaian |
Banyak anak |
Prosentase |
|
1 |
Memparhatikan penjelasan guru dan temanya |
18 |
56.25 % |
|
2 |
Kemampuan dalam kosa kata /pengucapan |
0 |
0.00% |
|
3 |
Kemampuan dalam menebak kata |
15 |
46.87% |
|
4 |
Kemampuan dalam menjawab pertanyaan |
9 |
28.13% |
|
5 |
Kemampuan dalam mendeskripsikan teks |
8 |
25.00% |
|
6 |
Kemampuan dalam berpendapat |
12 |
37.50% |
|
7 |
Memberikan kesempatan teman dalam menebak kata |
4 |
12.50% |
|
8 |
Kemampuan dalam menguasai kosakata |
5 |
15.63% |
|
9 |
Kemampuan dalam menulis |
6 |
18.75% |
|
10 |
Melaksanakan peran |
0 |
0.00% |
|
Rata-rata persentase keaktifan |
24.05% |
||
Berdasarkan hasil persentase rata-rata keaktifan belajar peserta didik yaitu 24,05 %, dapat dilihat bahwa tingkat keaktifan peserta didik termasuk dalam kategori rendah. Komunikasi yang terjadi dalam pembelajaran Bahasa Iggris masih bersifat satu arah yaitu, guru menjelaskan materi kepada peserta didik, sedangkan peserta didik mendengarkan dan mencatat penjelasan guru. Peserta didik kurang aktif dalam bertanya tentang materi yang belum mereka pahami maupun aktif dalam mengeluarkan pendapat atau gagasan. Dan peserta didik tidak bisa mengucapkan atau tidak bisa menguasai kosakata dan melaksanakan peran yang bisa membantu pembentukan kualiitas dalam kemampuan menulis teks deskripsi .
Sedangkan dari data hasil evaluasi bahasa Inggris pada tahun pelajaran 2020/2021 semester sebelumnya, nilai rata-ratanya hanya mencapai 60,5 dari 32 peserta didik dengan hasil ketuntasan kurang dari 50%. Oleh karena itu, peneliti ingin menerapkan model pembelajaran Guessing game untuk meningkatkan keaktifan dan hasil belajar peserta didik kelas VII MP5 Satap Mootilango Kabupaten Gorontalo.
Tabel 4.2 Daftar Hasil belajar Pra Siklus Kelas VII
SMP5 Satap Mootilango Kabupaten Gorontalo
|
NO |
NAMA PESERTA DIDIK |
L//P |
NILAI |
|
1 |
Fadhilatul Jannah |
L |
70 |
|
2 |
Mutmainnah |
P |
60 |
|
3 |
Deis Alfiah |
P |
59 |
|
4 |
Khairunnisa |
P |
68 |
|
5 |
Khofifahh |
P |
52 |
|
6 |
Saleh Adam |
L |
72 |
|
7 |
Muammar Yusuf |
L |
65 |
|
8 |
Sri Febiana |
P |
75 |
|
9 |
Kario S Suleman |
P |
78 |
|
10 |
Munnawir |
L |
45 |
|
11 |
Ishak Ismail |
L |
60 |
|
12 |
Adam Yadili |
L |
70 |
|
13 |
Aminah Yadili |
P |
74 |
|
14 |
Liyan Sofiyawati |
P |
56 |
|
15 |
Atun Jamal |
P |
54 |
|
16 |
Amir Al Muqarrom |
L |
50 |
|
17 |
Isnawati Pakuweli |
P |
55 |
|
18 |
Herlina |
P |
55 |
|
19 |
Asnawati Usman |
L |
47 |
|
20 |
Fitrianty Adam |
P |
55 |
|
21 |
Zulkifli |
L |
57 |
|
22 |
Anita Kamal |
P |
52 |
|
23 |
Titin Suaib |
p |
58 |
|
Rata-rata |
|
60.304 |
|
|
B. Pembahasan Dari Setiap Siklus |
|||
Setelah mengamati secara langsung pada proses pembelajaran Bahasa Inggris kelas VII SMP5 Satap Mootiilango Kabupaten Gorontalo tanggal 19 April 2021 dan melihat hasil belajar peserta didik materi pokok Teks berbentuk decriptive 2020/2021 pada tahap pra siklus, kemudian peneliti melakukan diskusi dengan guru mitra untuk melangkah ke tahap berikutnya yaitu pada tahap siklus 1.
2. Siklus 1
Pada pelaksanan siklus I
dilaksanakan pengamatan terhadap kegiatan
aktivitas guru dan siswa yang sedang berlangsung dengan menggunakan
lembar pengamatan yang telah dibuat. Pengamat memberikan tanda (√ )
terhadap aspek yang diamati.
Hasil Pengamatan Aktivitas Guru dan Siswa Siklus I
Adapun hasil evaluasi peserta didik pada siklus I adalah sebagai berikut:
Tabel 4.3 Hasil Evaluasi Peserta Didik Siklus 1
|
No responden |
Nilai |
Tuntas |
Tidak Tuntas |
|
R01 |
80 |
√ |
|
|
R02 |
80 |
√ |
|
|
R03 |
60 |
√ |
|
|
R04 |
70 |
√ |
|
|
R05 |
80 |
√ |
|
|
R06 |
60 |
√ |
|
|
R07 |
80 |
√ |
|
|
R08 |
50 |
√ |
|
|
R09 |
70 |
√ |
|
|
R10 |
70 |
√ |
|
|
R11 |
70 |
√ |
|
|
R12 |
70 |
√ |
|
|
R13 |
70 |
√ |
|
|
R14 |
60 |
√ |
|
|
R15 |
60 |
√ |
|
|
R16 |
80 |
√ |
|
|
R17 |
60 |
√ |
|
|
R18 |
50 |
√ |
|
|
R19 |
60 |
√ |
|
|
R20 |
60 |
√ |
|
|
R21 |
60 |
√ |
|
|
R22 |
60 |
√ |
|
|
R23 |
80 |
√ |
|
|
jumlah |
1540 |
12 |
11 |
|
rata-rata |
66.957 |
||
|
Presentase |
52,17% |
Dari data diatas diperoleh rata-rata hasil belajar di siklus I ini belum mencapai indikator keberhasilan yang ditentukan. Hal ini terbukti dengan perolehan rata-rata hasil belajar sebesar 66,957 dengan ketuntasan belajar hanya mencapai 52,17 %. Oleh karena itu, agar penerapan model pembelajaran metode guesing game untuk meningkatkan keaktifan dan hasil belajar peserta didik kelas VII SMP5 Satap Mootilango Kabupaten Gorontalo harus dilaksanakan pembelajaran lagi pada siklus II. Pelaksanaan pembelajaran metode guessing game pada siklus I masih banyak kekurangan-kekurangan yang harus diperbaiki. Berdasarkan data yang diperoleh, maka peneliti dan guru berdiskusi dan menyimpulkan hal-hal yang masih kurang dalam siklus I dan perlu perbaikan adalah : Model pembelajaran guessing game baru pertama kalinya diterapkan kepada peserta didik kelas VII SMP 5 Satap Mootilango kabupaten Gorontalo, menjadikan peserta didik sedikit mengalami kebingungan dengan cara kerja kelompok tebak kata metode Guessing game.
3. Siklus 2
Berdasarkan dari hasil analisis data tugas diketahui bahwa nilai rata-rata keterampilan menulis teks deskripsi peserta didik dalam menggunakan model pembelajaran Guessing Game mendeskripsikan sebuah benda, tempat atau seseorang yang dijadikan sebagai contoh yang berkaitan dengan teks deskriktive adjective.
Untuk mengukur seberapa jauh mana kemampuan kognitif peserta didik pada
siklus II peneliti juga melaksanakan evaluasi pada akhir
pembelajaran. Adapun hasil evaluasi peserta didik pada siklus II adalah
sebagai berikut:
Tabel
4.4
Daftar Nilai Siklus II
|
No. |
NILAI |
TUNTAS |
TIDAK TUNTAS |
|
R 01 |
70 |
√ |
|
|
R 02 |
80 |
√ |
|
|
R 03 |
90 |
√ |
|
|
R 04 |
90 |
√ |
|
|
R 05 |
80 |
√ |
|
|
R 06 |
90 |
√ |
|
|
R 07 |
90 |
√ |
|
|
R 08 |
90 |
√ |
|
|
R 09 |
70 |
√ |
|
|
R 10 |
70 |
√ |
|
|
R 11 |
70 |
√ |
|
|
R 12 |
70 |
√ |
|
|
R 13 |
90 |
√ |
|
|
R 14 |
80 |
√ |
|
|
R 15 |
90 |
√ |
|
|
R 16 |
70 |
√ |
|
|
R 17 |
90 |
√ |
|
|
R 18 |
90 |
√ |
|
|
R 19 |
70 |
√ |
|
|
R 20 |
70 |
√ |
|
|
R 21 |
80 |
√ |
|
|
R 22 |
90 |
√ |
|
|
R 23 |
60 |
|
√ |
|
Jumlah |
1840 |
22 |
1 |
|
Rata-rata |
80 |
|
|
|
Presentase |
95,5% |
Dari data di atas diperoleh rata-rata hasil belajar di siklus II ini sudah mencapai indikator keberhasilan yang ditentukan. Hal ini terbukti denganperolehan rata-rata hasil belajar sebesar 80 dengan ketuntasan belajar mencapai 95,5 %.
Pada tahap ini peneliti mengadakan refleksi dengan guru mitra/kolaborator, hasil refleksi pada siklus II sebagai berikut :
1)
Guru mampu
meningkatkan keaktifan peserta didik dan memberikan
apersepsi kepada peserta didik sehingga peserta didik tidak mengalami
kesulitan dalam mengikuti proses belajar mengajar.
2) Peserta didik sudah dapat aktif berpendapat dan bertanya.
3) Peserta didik dapat belajar dengan serius
4) Skor keaktifan belajar peserta didik sudah mencapai indicator keberhasilan.
Hasil belajar peserta didik sudah mengalami peningkatan dan sudah mencapai indikator keberhasilan
4. Perbandingan Tingkat Keaktifan dan Hasil Belajar Peserta Didik pada setiap Siklus
Apabila dilihat pada tabel daftar
nilai keaktifan tampak bahwa keaktifan
peserta didik mengalami peningkatan pada setiap siklus. Sebagaimana
ditunjukkan pada tabel berikut :
Tabel
4.5
Perbandingan Persentase
Keaktifan Pada Siklus I dan Siklus II
|
No |
Siklus I |
Siklus II |
Keterangan |
|
R 01 |
68% |
78% |
Meningkat |
|
R 02 |
62% |
76% |
Meningkat |
|
R 03 |
66% |
78% |
Meningkat |
|
R 04 |
62% |
76% |
Meningkat |
|
R 05 |
64% |
76% |
Meningkat |
|
R 06 |
70% |
76% |
Meningkat |
|
R 07 |
62% |
72% |
Meningkat |
|
R 08 |
68% |
76% |
Meningkat |
|
R 09 |
62% |
76% |
Meningkat |
|
R 10 |
58% |
72% |
Meningkat |
|
R 11 |
72% |
76% |
Meningkat |
|
R 12 |
58% |
66% |
Meningkat |
|
R 13 |
64% |
72% |
Meningkat |
|
R 14 |
62% |
76% |
Meningkat |
|
R 15 |
64% |
70% |
Meningkat |
|
R 16 |
70% |
76% |
Meningkat |
|
R 17 |
58% |
70% |
Meningkat |
|
R 18 |
62% |
70% |
Meningkat |
|
R 19 |
62% |
68% |
Meningkat |
|
R 20 |
64% |
76% |
Meningkat |
|
R 21 |
68% |
72% |
Meningkat |
|
R 22 |
56% |
76% |
Meningkat |
|
R 23 |
70% |
72% |
Meningkat |
Berdasarkan data
di atas, tiap peserta didik mengalami peningkatan pada keaktifannya. Hal ini terjadi
karena peserta didik tertarik dengan model
pembelajaran yang digunakan, peserta didik menjalankan kerjasama dengan
baik dimulai dari diskusi, bertanya, mendengarkan pendapat peserta didik lain
maupun dengan guru, tidak ragu dalam mengemukakan pendapat dan
membuat keputusan secara bersama-sama.
Dalam
pembelajaran Guessing game setiap peserta didik
dituntut untuk bersikap aktif, yaitu setiap peserta didik memiliki tanggung
jawab untuk bertanya dan menjawab pertanyaan teman dari kelompok lain terkait kata
yang ditampilkan.
Peningkatan
keaktifan yang dialami peserta didik terjadi secara bertahap.
Hal ini terjadi karena model pembelajaran Guessing
game baru
pertama kali diterapkan, sehingga peserta didik pada awalnya masih merasa
bingung dengan aturan pelaksanaannya.
Meskipun
demikian, terdapat peserta didik yang mengalami
peningkatan namun belum mencapai standar indikator pencapaian keaktifan
yang ditentukan yaitu 70%. Hal ini terjadi karena pada umumnya peserta didik
tersebut mengalami kesulitan dalam berpendapat, membuat
keputusan, dan menyelesaikan masalah.
Tabel 4.6
Hasil Pembelajaran Pra siklus, Siklus I dan Siklus II
beserta grafiknya
|
Prasiklus |
Siklus I |
Siklus II |
|
|
Keaktifan peserta didik |
24.05% |
64% |
73,74% |
|
Ketuntasan |
60,5 |
52,17% |
95,5% |
|
Rata-rata hasil belajar |
66.957 |
80 |
5. Pembahasan Hasil
Penelitian ini dilakukan di SMP 5 SATAP Mootilango Kabupaten Gorontalo. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII. Sampel dala penelitian ini adalah Kelas VII-4 berjumlah 23 Peserta didik. Penelitian ini hanya menggunakan satu kelas.
Berdasarkan dari hasil analisis data tugas diketahui bahwa nilai rata-rata keterampilan menulis teks deskripsi siswa sebelum menggunakan model pembelajaran Guessing game adalah 60.304 sedangkan nilai rata-rata keterampilan menulis teks deskripsi siswa sesudah menggunakan model pembelajaran Guussing game adalah 64. akan tetapi hasil rat-rata keaktifan belajar peserta didik belum memenuhi indicator pencapaian, Namun, apabila dibandingkan dengan pra siklus, keaktifan peserta didik pada siklus I sudah mulai mengalami peningkatan. Jika hasil yang diharapkan belum tercapai, dilakukan perbaikan yang dilaksanakan pada siklus II.
Dengan hasil persentase rata-rata keaktifan belajar peserta didik pada siklus2 adalah 73,4%. Hal ini menunjukkan bahwa pelaksanaan model pembelajaran Guessing game pada siklus II sudah memenuhi indikator pencapaian yang diharapkan. Jadi, dapat dikatakan hasil belajar menulis teks deskripsi siswa lebih baik atau berpengaruh sesudah menggunakan model pembelajaran Guessing game dibandingkan menggunakan model pembelajaran ceramah.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui keterampilan menulis teks deskripsi siswa sebelum dan sesudah menggunakan model pembelajaran Guessing Game serta membuktikan pengaruh model pembelajaran Guessing Game terhadap keterampilan menulis teks deskripsi peserta didik.
6. Keterbatasan Penelitian
Peneliti menyadari bahwa hasil
penelitian yang telah dilakukan pasti
terdapat keterbatasan. Adapun keterbatasan-keterbatasan yang dialami
peneliti adalah sebagai berikut:
a. Keterbatasan Waktu
Penelitian yang dilakukan oleh
peneliti dibatasi oleh waktu. Hal ini
karena penelitian hanya dilakukan selama proses pengerjaan tugas PKP
berlangsung. Penentuan jadwal penelitian disesuaikan dengan jadwal yang
diberikan dari pihak sekolah.
b. Keterbatasan Pengetahuan
Pengetahuan merupakan faktor
terpenting dalam melakukan
penelitian, karena berbagai pengetahuan tentang metode penelitian dan
berbagai teori pendukung menjadi landasan dalam menentukan langkah
penelitian yang dibutuhkan. Dalam penelitian ini terlihat bahwa
pengetahuan peneliti masih sangat kurang terutama mengenai penelitian
yang baik dan benar. Namun demikian, peneliti telah berusaha semaksimal
mungkin untuk melakukan penelitian sesuai dengan kemampuan keilmuan
yang dimiliki peneliti dan tentunya juga dibarengi dengan meminta
bimbingan dari tutor supervisor selaku pembimbing.
c. Keterbatasan Materi
Bahasa Inggris memiliki kajian materi yang sangat
luas, namun di sini
peneliti hanya membatasi penelitian pada Peningkatan Kemampuan Menulis Teks
Deskripsi Melalui Penerapan Metode Guessing Game.
d. Keterbatasan Tempat Penelitian dan Sumber Data
Penelitian hanya
dilakukan dan dibatasi pada peserta didik kelas
VII SMP5 Satap Mootilango kabupaten Gorontalo Tahun pelajaran 2020/2021.
Apabila penelitian dilakukan pada sekolah dan peserta didik yang lain
kemungkinan hasilnya akan berbeda.
BAB V
KESIMPULAN
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan maka dapat disimpulkan bahwa siswa SMP5 satap Mootilango Kabupaten Gorontalo, Dengan diterapkannya metode pembelajaran Guessing game pada siklus 1 dan siklus 2 maka hasil belajar peserta didik tersebut meningkat. Disamping itu, juga adanya peningkatan nilai siswa terhadap proses pembelajaran meningkatnya kemampuan menulis teks deskripsi permulaan dengan menggunakan metode guessing game dari siklus pertama sampai dengan siklus kedua.
Untuk menerapkan keterampilan dalam menulis teks deskripsi Pada peserta didik kelas VII SMP5 satap Mootilango Kabupaten Gorontalo. Peneliti dapat menyimpulkan beberapa metode kegiatan pembelajaranya yaitu:
1. Menyiapkan materi yang akan di ajarkan.
2. Memberi sedikit ice breaking untuk mendapatkan perhatian peserta didik.
3. Memancing speserta didik dengan beberapa pertanyaan agar peserta didik dapat berbicara dan mengetahui tingkat kemampuannya dalam berahasa inggris. Setelah selesai melakukan pemanasan tersebut maka guru mengetahui keadaan peserta didik.
4. Pada pertemuan sebelumnya peserta didik sudah diberi bekal tentang penjelasan descriptive text.
5. Guru Menjelaskan Kembali tentang materi descriptive, sebelum memulai permainan.
6. Sebelum memulai guessing game guru membagi mereka menjadi kelompok. Setelah itu, guru menjelaskan guessing game.
7. Meminta satu perwakilan masing-masing kelompok untuk berdiri di depan menghadap anggota kelompoknya. Peserta didik yang berdiri ini tidak boleh menoleh ke papan tulis.
8. Tulis satu kata untuk dideskripdsikan
9. Minta anggota kelompok menyebutkan ciri ciri dari tulisan tersebut.
10. Beri kesempatan anggota kelompok yang berdiri di depan kelas menebak tulisan yang dimaksud.
11. peserta didik yang dapat menebak pertama kali dan jawabannya benar, mendapat skor untuk kelompoknya.
12. Minta anggota lain untuk bergantian berdiri, dan melakukan prosedur seperti sealumnya.
1. Saran
Terkait hasil penelitian dan pembahasan serta simpulan yang telah dipaparkan, peneliti memberikan beberapa saran sebagai berikut:
1. Bagi peserta didik
Melalui proses pembelajaran yang dilaksanakan oleh guru, agar penerapan metode permainan guessing game dapat berjalan dengan lancar, peserta didik disarankan untuk lebih rajin membaca materi yang akan disampaikan oleh guru, sehingga lebih mudah dalam menjawab pertanyaan yang ada dalam permainan metode guessing game. Kemudian, peserta didik hendaknya memperhatikan dengan sungguh-sungguh penjelasan guru, baik mengenai materi pembelajaran, maupun tata cara pelaksanaan penerapan metode guessing game agar peserta didik mudah memahami apa yang disampaikan oleh guru. Selain itu, peserta didik harus mampu bekerjasama dengan baik dalam kelompoknya, sehingga dapat menggunakan waktu secara efektif dan efisien.
2. Bagi Guru
Berdasarkan hasil penelitian yang menunjukkan bahwa penerapan metode guessing game lebih efektif daripada model konvensional maka disarankan kepada guru untuk menerapkan metode guessing game dalam proses pembelajaran di kelasnya. Guru dapat mengolaborasikan metode guessing game dengan model atau metode pembelajaran lain yang mendukung. Disesuaikan dengan karakteristik pokok bahasan dan kondisi peserta didik. Namun, sebelum menerapkan metode guessing game hendaknya guru memahami langkah-langkah dalam metode permainan guessing game dan merencanakan pembelajaran yang akan dilaksanakan secara maksimal sehingga proses pembelajaran dapat berlangsung sesuai dengan harapan.
3. Bagi Sekolah
Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode Guessing game lebih efektif dalam meningkatkan minat dan hasil belajar pada peserta didik kelas VII SMP5 SATAP Mootilango Kabupaten Gorontalo.
Oleh karena itu, kepada pihak sekolah disarankan untuk mensosialisasikan metode Guessing game kepada guru agar dapat menerapkan metode Guessing game dalam pembelajaran. Di samping itu, agar penerapan metode Guessing game dapat berjalan lancar, sekolah perlu menyediakan fasilitas penunjang pelaksanaan penerapan metode Guessing game baik bagi guru maupun bagi peserta didik. Fasilitas yang dimaksud yaitu buku-buku pelajaran yang digunakan peserta didik ketika proses pembelajaran dan buku-buku tentang metode Guessing game yang dapat digunakan guru dalam memahami penerapan metode guessing game.
4. Bagi Peneliti Lanjutan
Bagi peneliti lanjutan yang ingin melaksanakan penelitian sejenis disarankan untuk memperhatikan kelemahan-kelemahan yang ada pada metode Guessing game. Selain itu, peneliti lanjutan perlu mengkaji lebih luas mengenai Guessing game, sehingga penelitian yang dilakukan semakin baik.
DAFTAR PUSTAKA
Arief S. Sadiman dkk. 1996. Media Pendidikan. Jakarta: CV Rajawali.
Andayani dkk, (2008) Pemantapan Kemampuan Profesional, Buku Panduan PDGK4501 Edisi 1, Universitas Terbuka, Jakarta
Budinuryanta. 1998. Pengajaran Keterampilan Berbahasa. Jakarta: Depdikbud.
Disdik, Purwakarta. 2019. Metode Guessing Game dalam Pembelajaran DescriptiveText Meningkatkan Kemampuan Berbicara Siswa. (n.d.). Retrieve
Nurgiyantoro, Burhan. 2013. Penilaian Pembelajaran Bahasa Berbasis Kompetensi.Yogyakarta: BPFE
Ruddel, Martha Rapp. 2005. Teaching Content:Reading and Writing. USA
Sanjaya,Wina. 2009, Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta: Kencana
Lampiran – lampiran
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)
(PRA SIKLUS)
Satuan Pendidikan : SMP 5 SATAP MOOTILANGO
Kelas / Semester : VII/ 2
Pembelajaran : BAHASA INGGRIS
Materi Pokok : Teks berbentuk decriptive
Alokasi Waktu : 1 x Pertemuan (1 x 35 menit)
Kompetensi dasar : Menulis
A. Tujuan pembelajaran
1. Peserta didik dapat Menentukan fungsi komunikatif ( Social fungtion) teks decrictive
2. Peserta didik dapat Menyebutkan ciri kebahasaan teks decrictive dengan menggunakan simple present tense
B. Langkah – langkah kegiatan pembelajaran
Pertemuan Pra Siklus
|
Kegitan Pendahuluan (5 Menit ) |
|
1. Guru membuka kegiatan pembelajaran dengan mengucapkan salam dan berdoo’a 2. Guru memperhatikan kesiapan Peserta didik dan kelengkapan alat pembelajaran. 3. Guru mengecek presensi Peserta didik (Mengisi buku daftar hadir Peserta didik).
|
|
Kegiatan Inti Pembelajaran (25 Menit) |
|
1. Guru membahas kosakata dan tatabahasa yang digunakan dalam teks deskriptif. 2. Guru mendeskripsikan sebuah benda, tempat atau seseorang yang dijadikan sebagai contoh. 3. Guru menuliskan kalimat-kalimat yang berkaitan dengan benda, tempat atau seseorang tersebut di atas. 4. Guru mengelompokkan kalimat-kalimat tersebut menurut generic structure teks deskriptif: identification dan description . 5. Guru menulis sebuah teks deskriptif menurut tata bahasa dan generic structure yang benar. 6. Guru menyuruh Peserta didik menentukan topik yang akan dijadikan sebuah teks deskriptif. 7. Menyuruh Peserta didik menuliskan kalimat-kalimat yang berkaitan dengan topik yang mereka tentukan sendiri. 8. Mengontrol dan mengarahkan Peserta didik dalam penulisan teks deskriptif. 9. Mengumpulkan hasil kerja Peserta didik yang dijadikan sebagai alat ukur ketercapaian tujuan |
|
Kegiatan Penutup ( 5 menit ) |
|
1. Tanya jawab tentang kesulitan Peserta didik selam PBM. 2. Menyimpulkan materi pembelajaran |
C. PENILAIAN
1. Kognitif (Pengetahuan Pemahaman Konsep)
a. Teknik : Tes tertulis
b. Bentuk : Unjuk Kerja
c. Instrument : Menulis teks deskriptif.
d. Keterangan
Gorontalo
19/04/2021
Guru Mata Pelajaran
Haris Ismail
Lampiran 1
Pada dasarnya penjelasan descriptive text ini sama seperti arti dari kata descriptive itu sendiri, Descriptive text merupakan teks yang bertujuan untuk menjelaskan, menggambarkan, atau mendeskripsikan sesuatu. Sesuatu ini bentuknya bisa berupa apa saja, baik itu orang, hewan, benda, lokasi, dan sebagainya.
Biasanya descriptive text ditandai dengan penggunaan simple present tense dan fokus pada satu objek secara spesifik. Objek tersebut kemudian dibahas secara mendetail dalam teks deskriptif tersebut.
Struktur Descriptive Text
Struktur descriptive text bisa dibagi menjadi 2 bagian, identification (identifikasi) dan description (deskripsi).
Identification merupakan pengenalan atau penggambaran umum mengenai objek atau topik yang akan dibahas. Contoh:
- My best friend is Philip. He is my classmate.
Teman baik saya adalah Philip. Ia adalah teman kelas saya.
Description merupakan bagian yang menjelaskan secara detail mengenai objek yang telah diperkenalkan di bagian identification. Penjelasan ini bisa berupa ciri khas, tampilan, jumlah, sifat, dan sebagainya. Contoh:
- Philip and I go to school together every day. We sit next to each other. Philip is very diligent. He is really good at Math. Sometimes he teaches me too. He also likes to play football. Every Wednesday and Friday, we practice football together. I am glad to have a friend like Philip.
Philip dan saya pergi ke sekolah bersama-sama setiap harinya. Kami duduk bersebelahan. Philip sangat rajin. Ia sangat pandai Matematika. Kadang-kadang ia juga mengajari saya. Ia juga suka bermain sepak bola. Setiap Rabu dan Jumat, kami berlatih sepak bola bersama. Saya senang memiliki teman seperti Philip.
Unsur Descriptive Text
Descriptive text memiliki beberapa unsur yang menjadi cirinya, di antaranya:
- Noun (kata benda): Dalam descriptive text, kata benda yang digunakan merupakan kata benda yang spesifik. Misalnya my cat, Monumen Nasional, my sister, dan sebagainya.
- Adjective (kata sifat): Biasanya kata sifat (adjective) digunakan untuk memperjelas kata benda, seperti the red book, a beautiful flower, dan lain-lain.
- Simple present tense: menggunakan kata kerja bentuk pertama (verb 1) untuk mendeskripsikan objek. Contoh: My room has 1 bed, my sister is very pretty, dan lainnya.
- Figurative language: menggunakan bahasa figuratif seperti metafora untuk mengilustrasikan sesuatu, biasanya sifat objek. Contoh: Snow White’s hair is as black as ebony, skin as white as snow.
Contoh Descriptive Text
My Bedroom
My bedroom is my favorite room. Its wall color is blue, which is my favorite color. It has one comfortable bed that faces the window. Every morning the sun shines through my window and wakes me up. On the corner of the room is my desk where I usually study and do my homework.
Beside that desk is a big wardrobe where I put all of my clothes. My father made the wardrobe for me as my birthday’s gift. On the left side of the desk, there is a bookshelf where I put all of my favorite books. On the desk, there is a table lamp, laptop, stationery, and notebook. Even though my bedroom is small and simple, I find it very cozy.
Kamar tidur saya adalah kamar favorit saya. Warna temboknya biru, warna favorit saya. Kamar saya punya satu ranjang yang nyaman yang menghadap ke jendela. Setiap pagi, matahari bersinar melalui jendela dan membangunkan saya. Di sudut ruangan ada meja saya dimana saya biasanya belajar dan mengerjakan pekerjaan rumah.
Di samping meja itu adalah sebuah lemari pakaian besar tempat saya menaruh seluruh pakaian saya. Ayah saya membuatkan lemari pakaian tersebut untuk saya sebagai hadiah ulang tahun. Di sisi kiri meja, terdapat rak buku tempat saya meletakkan semua buku favorit saya. Sementara di atas meja, terdapat lampu meja, laptop, alat tulis, dan buku catatan. Walaupun kamar saya kecil dan sederhana, saya merasa kamar saya sangat nyaman.
Lampiran 2
Read the following text to answer questions number 1 to 3.
Kediri is a name of a town. It is situated in a valley between the Kelud and Willis mountains and inhabited by about 1.3 million people. In the centre of the town there is a large hill which is called the Dathok Mountain. Because of the topography of the region, Kediri is called a chilly town by the locals. There is a big river called Brantas cutting off the centre of the town.
Beside the temples, Kediri is also famous for its products like
cigarettes and a special kind of tofu or bean curd. This highly nutritious food
is delicacy of Kediri and has a distinctive taste. The cigarettes factory
dominates the town economy and employs the majority of the women labor force.
Kediri and the cigarettes factory are inseparable and it is considered the
biggest cigarette factory in Indonesia. Most of the local people work in this
factory. Those who do not work here are farmers or traders
1. What does the above text tell about?
A. The history of Kediri
B. The famous products of Kediri
C. The description of Kediri
D. The people
2. Which one has a distinctive taste?
A. The cigarette
B. The special food
C. The bean curd
D. The highly nutritious food
3. "Those who do not work here ..." (last sentence). The underlined word refers to
A. The local people
B. The factory workers
C. The farmers
D. . The traders Answer
Read the following text to answer questions number 4 to 6.
Masjid Sultan Suriansyah
Masjid Sultan Suriansyah is a historical
mosque. Built 300 years ago, this building is the oldest mosque in South
Kalimantan. The mosque is located in the North Kuin Village of Banjarmasin. It
was built in the reign of Sultan Suriansyah known as Pangeran Samudera. He was
the first Banjarnese King who converted into Islam. This mosque was found on
the bank of the Kuin River, near KampungKraton, which was destroyed by the
Dutch colonial.
The construction of Masjid Sultan
Suriansyah was unique. The roof is layered. It took the Banjar's past
architecture before Islam came. Different from any other old mosques in Banjar,
the mihrab has its own roof, separated from the main building.
4. Masjid Sultan Suriansyah was constructed in the era of ....
A. Banjar people
B. Dutch colonial
C. Kalimantan King
D. Sultan Suriansyah
5. What is mainly discussed in the text?
A. A king reign
B. A palace complex
C. An Islamic location
D. A historical mosque
6. From the text we know that .
A. Some construction of the mosque takes the local style
B. Banjar people burned down the mosque
C. There is nothing special from this mosque
D. he Dutch colonial built the mosque
Read the following text to answer questions number 7 and 8.
Bale Kambang
Bale Kambang is a small village in the Southern coast
of East Java, seventy kilometers from Malang town and two hours' drive from
South. It is well known for its long beautiful white sandy beach as well as the
similarity of its temple to the one of Tanah Lot in Bali.
In Bale Kambang, there are three small rocky islands
namely Ismaya Island, Wisanggeni Island, and Anoman Island, those names are
taken from "wayang" figures (Java traditional puppets). These islands
are surrounded by Indonesian Ocean which huge waves frighten most overseas
cruisers.
7. What makes Bale Kambang famous?
A. Small rocky islands
B. Long beautiful beach
C. Huge waves of ocean
D. Overseas cruisers
8. What is the main idea of the second paragraph?
A. There are three rocky islands in Bale Kambang
B. Huge waves frighten many overseas cruisers
C. Names of rocky islands are taken from "wayang"figures
D. The rocky islands are in the middle of the sea
Read the following text to answer questions number 8 to 10.
Barack Obama is the president of United States. He is an African-American. He is tall and thin. He is bald. He has dark complexion, pointed nose, and oval face.
He is the first black man who becomes the president of
United States. He is known as a smart and wise man. He is a loving husband for
his wife and a good father for his two children. People from all over the world
adore him because of his spirit and action in creating peace in this world. He
also looks friendly because he always smiles a lot.
9. What is the purpose of the text?
A. To persuade the readers to choose him in the election
B. To entertain the readers about the story of Barack Obama
C. To report the life of the president of United States of America
D. To describe Barack Obama's physical appearance and personality
10. "... dark complexion, pointed nose, and oval face." The antonym of the underlined word is ....
A. Flat
B. Short
C. Straight
D. Handsome
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)
( SIKLUS 1_ RPP PERBAIKAN )
Satuan Pendidikan : SMP 5 SATAP MOOTILANGO
Kelas / Semester : VII/ 2
Pembelajaran : BAHASA INGGRIS
Materi Pokok : Teks berbentuk decriptive Menggunakan Simple Present Tense
Alokasi Waktu : 1 x Pertemuan (1 x 35 menit)
Kompetensi dasar : Menulis (Writting )
D. Tujuan pembelajaran
1. Peserta didik dapat Menentukan fungsi komunikatif teks decrictive
2. Peserta didik dapat Menyebutkan ciri kebahasaan teks decrictive dengan menggunakan simple present tense
E. Tujuan Perbaikan
1. Peserta didik dapat Menentukan fungsi komunikatif teks deskriptif dengan metode Guessing game
2. Peserta didik dapat Menyebutkan ciri kebahasaan teks deskriptif dengan menggunakan simple present tense untuk menjelaskan ciri-ciri terkait subjek yang dibahas dengan metode Guessing game.
F. Langkah – langkah kegiatan pembelajaran
Pertemuan Siklus 1
|
Kegitan Pendahuluan (5 Menit ) |
|
1. Guru memperhatikan kesiapan Peserta didik dan kelengkapan alat pembelajaran. 2. Guru mengecek presensi Peserta didik (Mengisi buku daftar hadir Peserta didik). 3. Guru melakukan tanya jawab tentang benda-benda yang dikenal Peserta didik, seperti: Ø Where do we study every day? Ø What are in this classroom? Ø What color is its wall? Etc.
|
|
Kegiatan Inti Pembelajaran (25 Menit) |
|
1. Guru menjelaskan kosakata dan tatabahasa yang digunakan dalam teks Deskriptif Present tense, menggunakan kata kerja bentuk present, seperti my aunt likes cooking, it has two doors, dsb 2. Dengan metode metode Guessing game Guru mendeskripsikan sebuah benda, tempat atau seseorang yang dijadikan sebagai contoh. 3. Guru menuliskan kalimat-kalimat yang berkaitan dengan benda, tempat atau seseorang tersebut di atas. 4. Guru mengelompokkan kalimat-kalimat tersebut menurut generic structure teks deskriptif dengan Metode Guessing game Guru dapat mengidentifisi dan mendeskripsikannya . 5. Guru menulis sebuah teks deskriptif simple present tense menurut tata bahasa dan generic structure yang baik dan benar. 6. Dengan metode Guessing game Guru menyuruh Peserta didik menentukan topik yang akan dijadikan sebuah teks deskriptif simple present tense. 7. Guru menyuruh Peserta didik menuliskan kalimat-kalimat yang berkaitan dengan topik yang mereka tentukan sendiri . 8. Guru mengontrol dan mengarahkan Peserta didik dalam penulisan teks deskriptif. 9. Guru mengumpulkan hasil kerja Peserta didik yang dijadikan sebagai alat ukur ketercapaian tujuan |
|
Kegiatan Penutup ( 5 menit ) |
|
1. Tanya jawab tentang kesulitan peserta didik selama Pembelajaran. 2. Menyimpulkan materi pembelajaran |
G. PENILAIAN
1. Kognitif (Pengetahuan Pemahaman Konsep)
e. Teknik : Tes tertulis
f. Bentuk : Unjuk Kerja
g. Instrument : Menulis teks deskriptif.
h. Keterangan
Gorontalo
19/04/2021
Guru Mata Pelajara
Haris Ismail
Materi
Simple present tense :
Menggunakan kata kerja dasar atau bentuk pertama (verb 1) serta menggunakan kata kerja yang dapat menunjukkan kepemilikan atau keadaan sebuah objek. Descriptive text menggunakan simple present tense karena descriptive text menceritakan sebuah fakta dari objek yang dideskripsikan.
Misalnya My office has 22 floors, Azka is pretty, dan lain-lain.
Descriptive Text dengan menggunakan Simple Present
Simple Present Tense
Contoh Descriptive Text 1
Traveler Girl
She is a Traveler Girl. Her name is Romana Maya, her friends call her in May. She likes to go somewhere to a single destination or more. She has long brown hair. His mother is Chinese so she has slanted black eyes as like as his mother. She has a medium nose and she has thin lips. She has oriental skin. She is pretty tall. It’s about 168 cm. Her friends love her so much because she is independent, easy going person, friendly and helpfulness. She has a favorite color. It is black. Right now, she is sitting and enjoying the view. She is wearing maroon headgear and a maroon scarf. She is wearing sunglasses and a watch. She is wearing a blue blouse. She is wearing black jeans. She is wearing socks and black mountain sandal. She is bringing a black backpack. She is bringing photography stick.
Simple Present Tense
- She is Traveler Girl.
- Her name is Romana Maya, her friends call her in May.
- She likes to go somewhere to a single destination or more.
- She has long brown hair.
- His mother is Chinese so she has slanted black eyes as like as his mother.
- She has a medium nose and she has thin lips.
- She has oriental skin.
- She is pretty tall.
- It’s about 168 cm.
- Her friends love her so much.
- She is independent, easy going person, friendly and helpfulness.
- She has a favorite color.
- It is black.
Read the following text to answer questions number 1 to 4
Rose is plant
with enchanting flowers from genus Rosa which has more than 100 species. This
woody perennial plant grows in groups, allowing them to form climbing shrubs
with prickles. Rose has various flowers in shape and sizes, making it one among
popular flowering plants found in a house.
Most rose species are native to Asia, but some others are native to North
America and Europe. It is typically grown for beauty and fragrant. Some species
are used for commercial perfumery while some others are cut for ornamental
flowers. In addition, rose also has minor medicinal uses.
1. What does the text tell about?
A. Gardening
B. Rose species
C. Flowers
D. How to grow rose plant
E. Where to plant rose
2. This statement is correct, except ….
A. Rose has more than 100 species
B. Rose is native to Asia
C. Rose can be used for ornamental plant
D. Rose only has one variant of shape and size
E. Rose can be used in perfume
3. It is typically grown … (paragraph 2). The
word “it” refers to ….
A. Asia
B. Beauty
C. Rose species
D. Medicine
E. Commercial perfumery
4. Based on the text, which statement is
true?
A. Rose has minor benefit for medicinal uses
B. People grow rose only for beauty
C. Rose is not a popular flowering plant
D. North America is not a native to rose species
E. Rose has less than 100 species
Read the following text for questions number 5 to 7
Indonesia or commonly known as Republic of Indonesia is one of South East Asia countries. Located between Pacific and Indian Ocean, it makes Indonesia the world’s largest archipelago country. Also called as Nusantara, this country has more than 17,000 islands. Having more than 261 million people, Indonesia becomes 4th most populous country in the world. Indonesia has more ethnics, languages and culture than other countries. Data showed that Indonesia has several ethnic groups including Javanese, Sundanese, and other with more than 700 recognized regional language
5. What makes Indonesia one of most populous
countries in the world?
A. It is located in South East Asia
B. Indonesia has more than 17,000 islands
C. Indonesia has more than 261 million people
D. Indonesia is rich
E. It has more ethnics and languages
6. What is the main idea of the paragraph?
A. Indonesia is one of South East Asia countries
B. Indonesia is 4th most populous country
C. Ethnics and languages make Indonesia rich
D. Indonesia is an Asian country which has many cultures, ethnics, as well as
people
E. Indonesia is located between Pacific and Indian Ocean
7. The world “located” can be best replaced
by ….
A. Situated
B. Allocated
C. Happened
D. Borrowed
E. Surrounded
Read the following text to answer questions number 8 to 10.
I have a new cat, its name is Shorty. I call it Shorty because it is short than the other cats. My cat is a Persian cat with flat nose and fluffy hair. It has sharp, yellow eyes that glow in the dark. Shorty likes to run around the house, chasing any moving things. I like to see Shorty sleeping because it looks cute. Shorty does not like to eat canned food, instead it prefers fresh tuna.
8. My cat is ….. (line 1). The word “my”
refers to ….
A. Reader
B. Cat
C. Writer
D. Mother
E. Tuna
9. Which breed is Shorty?
A. Persian
B. Angora
C. Half-breed
D. Domestic cat
E. Egypt
10. What does the writer tell about?
A. New toy
B. New cat named Shorty
C. Writer’s new hobby
D. Family
E. Job
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)
( SIKLUS 2_ RPP PERBAIKAN )
Satuan Pendidikan : SMP 5 SATAP MOOTILANGO
Kelas / Semester : VII/ 2
Pembelajaran : BAHASA INGGRIS
Materi Pokok : Teks berbentuk decriptive Menggunakan banyak kata sifat (adjective)
Alokasi Waktu : 1 x Pertemuan (1 x 35 menit)
Kompetensi dasar : Menulis (writting)
H. Tujuan pembelajaran
3. Peserta didik dapat memberikan informasi dengan menggambarkan suatu objek yang dideskripsikan,
4. Peserta didik dapat Menyebutkan ciri kebahasaan teks decrictive dengan menggunakan banyak kata sifat ( adjektif)
I. Tujuan Perbaikan
1. Peserta didik dapat memberikan informasi dengan menggambarkan suatu objek yang dideskripsikan, dengan metode Guessing game,
2. Peserta didik dapat Menyebutkan ciri kebahasaan teks deskriptif dengan menggunakan banyak kata sifat (adjektif) untuk menjelaskan ciri-ciri terkait subjek yang dibahas dengan metode Guessing game.
J. Langkah – langkah kegiatan pembelajaran
Pertemuan Siklus 2
|
Kegitan Pendahuluan (5 Menit ) |
|
1. Guru membuka kegiatan pembelajaran dengan mengucapkan salam dan berdoo’a 2. Guru memperhatikan kesiapan Peserta didik dan kelengkapan alat pembelajaran. 3. Guru mengecek presensi Peserta didik (Mengisi buku daftar hadir Peserta didik). 4. Guru melakukan tanya jawab tentang benda-benda yang dikenal Peserta didik, seperti: Ø Where do we study ? Ø What are in this classroom? Ø What color is its wall? Etc. |
|
Kegiatan Inti Pembelajaran (25 Menit) |
|
1. Guru menjelaskan kosakata dan tatabahasa yang digunakan dalam teks Deskriptif serta mengapresiasikanya kedalam kalimat. Kosakata : Adjective , seperti: new, large, wide, long, tall, etc. 2. Dengan metode Guessing game guru mendeskripsikan sebuah benda, tempat atau seseorang yang dijadikan sebagai contoh yang berkaitan dengan teks deskriktive adjective. 3. Guru menuliskan kalimat-kalimat yang berkaitan dengan benda, tempat atau seseorang tersebut di atas. 4. Guru mengelompokkan kalimat-kalimat tersebut menurut generic structure teks deskriptif dengan metode Guessing game guru dapat mengidentifikasi dan mendeskripsikannya . 5. Guru menulis sebuah teks deskriptif menurut tata bahasa dan generic structure yang benar. 6. Dengan metode Guessing game guru menyuruh Peserta didik menentukan topik yang akan dijadikan sebuah teks deskriptif Adjective. 7. Guru menyuruh Peserta didik menuliskan kalimat-kalimat yang berkaitan dengan topik yang mereka tentukan sendiri. 8. Guru mengontrol dan mengarahkan Peserta didik dalam penulisan teks deskriptif. 9. Guru mengumpulkan hasil kerja Peserta didik yang dijadikan sebagai alat ukur ketercapaian tujuan |
|
Kegiatan Penutup ( 5 menit ) |
|
1. Tanya jawab tentang kesulitan peserta didik selama PBM. 2. Menyimpulkan materi pembelajaran |
K. PENILAIAN
1. Kognitif (Pengetahuan Pemahaman Konsep)
i. Teknik : Tes tertulis
j. Bentuk : Unjuk Kerja
k. Instrument : Menulis teks deskriptif.
l.

Keterangan
Gorontalo 26/04/2021 Guru Mata Pelajaran
Haris Ismail
Materi
Pengertian Descriptive adjective, Contoh Kata dan Kalimat
Pengertian Descriptive Adjective dan Jenisnya
Descriptive adjective adalah salah satu jenis dari adjective yang menjelaskan sebuah kualitas dari Noun yang dibicarakan, seperti halnya kondisi fisik, bentuk, ukuran, warna, dan kondisi lainnya. Akan tetapi descriptive adjective adalah suatu kata yang hanya bisa menerangkan noun yang dapat dirasakan oleh panca indra saja (penglihatan, rasa, pendengaran, penciuman, sentuhan).
Jadi fungsi dari descriptive adjective adalah untuk menjelaskan benda ( noun ) yang ada dihadapannya. Adjective dapat digunakan pada kata benda dalam berbagai bentuk baik singular (Tunggal) maupun plural (Jamak). Adjective dalam bentuk baik tunggal ataupun jamak tidak akan mengalami perubahan, yang berubah hanyalah kata bendanya dan to be nya saja yang disesuaikan dengan bentuk kalimatnya.
Dari pelajaran di atas adjective dapat dibagi menjadi beberapa kategori, yaitu appearence, personality, feelings, shape, size dan beberapa kategori yang bisa Anda lihat di bawah ini.
|
Kategori |
Contoh Kata |
Contoh Kalimat |
|
Appearence ( Kata sifat yang menjelaskan penampilan ) |
Attractive, Beautiful, Confident, Dull, Handsome, Ellegant, Ugly, Dan lainnya |
she looks so beautiful |
|
Arti : Dia terlihat begitu indah |
||
|
Personality ( Kata sifat yang menjelaskan kepribadian ) |
Aggresive, ambitious, Brave, Cruel, Dangerous, Diligent, Mad dan lainnya |
He is a brave warrior |
|
Arti : Dia adalah seorang prajurit pemberani |
||
|
Feelings ( Kata sifat yang menjelaskan perasaan ) |
Affraind, Angry, Calm, Comfortable, Depressed, Happy, Sad dan lainnya |
I am feel so happy |
|
Arti : Saya merasa begitu bahagia |
||
|
Shape ( Kata sifat yang menjelaskan bentuk ) |
Broad, Circular, Distorted, Flat, Hollow, Round, Square, Triangle, dan lainnya |
That snake form a circle |
|
Arti: Ular Itu membentuk sebuah lingkaran |
||
|
Size ( Kata sifat yang menjelaskan ukuran ) |
Big, Great, Huge, Large, Tall, Thin, Long, Short dan lainnya |
He has a very large body |
|
Arti: Dia memiliki badan yang sangat besar |
||
|
Sound ( Kata sifat yang menerangkan suara ) |
Loud, melancholic, silent, whispering, dan lainnya |
Silent Hill |
|
Arti : Bukit Sunyi |
||
|
Taste ( Kata sifat yang menjelaskan rasa ) |
Bitter, Delicious, Fresh, Hot, Cold, Icy, Spicy, Sweet, Tasty dan lainnya |
This food is very tasty |
|
Arti: Makanan ini begitu lezat |
||
|
Touch ( Kata sifat yang menjelaskan sentuhan ) |
Hard, Loose, Rough, Sticky, Sharp, Soft, Tender, dan lainnya |
I felt something soft |
|
Arti: Aku merasakan sesuatu yang lembut |
||
|
Age( Kata sifat yang menjelaskan waktu/ umur ) |
Ancient, Annual, brief, Fast, Early, Slow, young, Old, Modern, Rapid, |
That is an Ancient Dragon |
|
Arti: Itu adalah seekor naga kuno |
||
|
Color ( kata sifat yang menjelaskan tentang warna ) |
Red, yellow, blue, green, violet, black, white, pink, orange, brown, dan lainnya |
He has brown hair |
|
Arti : Dia memiliki rambut coklat |
||
|
Quantity (Kata sifat yang menerangkan Kuantitas) |
Abundant, Bountiful, Empty, Extra, Full, Few, Many, Heavy, Multiple, dan lainnya |
Many people said that Irfan is so handsome |
|
Arti: Banyak orang yang mengatakan bahwa Irfan begitu tampan |
Bagaimana jika kita menyebutkan lebih dari satu kata sifat dalam sebuah noun ? terkadang ada sebuah kata yang menjelaskan benda tersebut memiliki lebih dari satu kata sifat. Maka adjective tersebut harus disusun secara tertib dan tidak sembarangan menyusunnya. Berikut ini susunan penulisan adjective phrase :
Size – Age – Shape – Color – Origins – Material
Adjective yang memiliki lebih dari satu kata sifat akan disusun sesuai urutan tersebut. dan jika terdapat pada kategori yang sama maka harus dipisahkan dengan tanda koma, Contohnya :
Large ancient black Dragon
Arti : Naga hitam yang besar dan kuno
Pada kalimat tersebut terdapat tiga kata adjective yaitu Large (Size) Ancient (Age) dan Black (Color) karena kata sifat tersebut terdiri dari kategori yang berbeda maka tidak perlu tanda koma. Namun jika dalam kategori yang sama maka harus disisipkan tanda koma di dalam kalimat tersebut.
Dari penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa terdapat berbagai macam kategori untuk menerangkan sebuah kata sifat. Dan juga dalam penulisannya terdapat susunan dan juga aturan-aturan khusus sehingga tidak dapat dituliskan secara sembarangan. Jika terdapat lebih dari satu kata sifat dalam menjelaskan sebuah benda / Noun maka penulisannya harus disusun sesuai urutan dan diberi tanda koma jika kata sifat tersebut berada dalam 1 kategori yang sama.
Latihan Soal :
- Tuliskan sebuah contoh kalimat descriptive adjective yang memiliki keterangan warna, ukuran dan bentuk ! (Skor Penilaian 50 )
- Bagaimanakah penulisan bahasa Inggris dari kalimat ini “Saya mempunyai anjing coklat yang besar tinggi dan berani” ? ( Skor Penilaian 50 )
Lampiran Hasil Kerja Siswa Disetiap Siklus
A. Pra Siklus

Tertinggi Terendah
B. Siklus 1
Tertinggi Terendah
![]() |
|||
![]() |
|||
C. Siklus 2
Tertinggi Terendah
JURNAL PEMBIMBINGAN PKP-SEMESTER 2021.1
Nama : Haris Ismail
NIM : 031052192
Tempat mengajar : SMP5 Satap Mootilango, Kabupaten Gorontalo
Judul Perbaikan pembalejaran : Peningkatan Kemampuan Menulis Teks Deskripsi Melalui Penerapan Metode Guessing Game Pada Siswa Kelas Vii Smp 5 Satap Mootilango Kabupaten Gorontalo Tahun Ajaran 2020/2021
|
No |
Hari /tanggal |
Kegiatan pembimbingan |
Hasil /Komentar |
Tindak lanjut |
Bukti pembimbingan |
|
1 |
Sabtu/10-04-2021 |
Menganalisah Video Pembelajaran |
Pertanyaan menantang untuk menarik minat belum terlihat. Upaya guru mengaitkan mate ri dengan aplikasinya (menunjukkan/mengarahkan siswa pada awareness terhadap kemanfaatan materi) belum nampak |
Menyampaiakan kemampuan yang akan dicapai peserta didik |
|
|
2 |
Sabtu /17-04-2021 |
Perbaikan RPP Siklus 1 dan 2 |
Di kegiatan inti metode itu munculkan kalau ada langkah-langkahnya |
Memcunculkan metode dan langkah-langkah pada siklus 1 dan 2 |
|
|
3 |
Sabtu/01-05-2021 |
Membuat Judul Laporan PKP dan BAB I
|
Kalimat pertama lebih panjang dari kalimat ke dua Judul 3 baris . Tahun di buat 2021.1 |
Kerapian dan estetika dalam penyusunan. Lap Dinilai. |
|
|
4 |
Sabtu/22-5-2021
|
Pembuatan lapooran PKP BAB II
|
Di Situs Cantumkan nama Situsnya Penggunaan bahasa Asing dimiringkan/ Italik Penulisannya Masih Minim sekali Teorinya jadi harus ditambah 6 halaman BAB 2. |
Mencantumkan nama situs . dan meambahkan 6 halaman pada BAB 2 |
|
|
5 |
Jumat, 21-5- 2021
|
Membuat Laporan PKP BAB III
|
Bab 3 Tidak sama dengan Juknis dan modul |
Bab 3 harus disamakan dengan Juknis |
|
|
6 |
Sabtu, 29 -5- 2021 |
Membuat Laporan PKP BAB IV dan BAB V
|
BAB 4 Untuk Nilai akhir hasil belajarnya bagaimana?. Bagaimana nanti bisa menyimpulkan hasil belajar siswa jika belum mencapai KKM atau sudah tuntas Dan BAB 5 Perbaiki kesimpulan, Kesimpulan itu jawaban dari rumusan masalah di BAB 1 |
Merevisi kembali BAB IV Dan V |
|
|
7 |
Sabtu, 5-6- 2021 |
Membuat Abstrak dan Karya Ilmiah
|
Abstrak tidak ditulis dengan alinea menjorok lurus Lihat Contoh
Karil Sudah oke tinggal surat mengunggahan
|
Perbaikan pennuliisan Abstrak Karil
Dan membuat Surat pengungghan |
|
|
|
|||||
Mengetahui,
Supervisor 1,
Dr. Yuliarti Mutiarsih, M.Pd
NIP. 196107231986012001
Link Video












Tidak ada komentar:
Posting Komentar