1. Apa yang dimaksud dengan tense, aspect, dan modality ?
Jelaskan dengan contoh-contohnya.
Tenses
Tenses merupakan salah satu sifat yang paling familiar. Kita mungkin telah menemukan hal-hal seperti present tense atau past tense dan banyak tenses lainnya juga.
Semua tenses tersebut menunjukkan posisi kata kerja dalam waktu, apakah kata kerja digunakan untuk menggambarkan sesuatu yang terjadi di masa lalu, atau di masa sekarang.
Tenses yang berbeda memiliki aturannya sendiri untuk struktur kalimat dan kata kerja yang digunakan. Misalnya, kata kerja “makan” digunakan secara berbeda baik dalam bentuk sekarang dan lampau.
Contohnya:
- Dalam present tense: I am eating a cake. – Saya sedang makan kue.
- Dalam bentuk lampau: I ate a cake. – Saya makan kue.
Salah satu tense yang penting untuk disebutkan adalah future tense. Sebenarnya ini bukan tense sama sekali dalam istilah teknis. Future tense terdiri dari struktur yang digunakan untuk berbicara tentang periode waktu di masa depan, dan kita dapat melakukannya dengan berbagai cara.
Contohnya:
- I will eat a cake. – Aku akan makan kue.
- I hope to eat a cake. – Saya berharap untuk makan kue.
- Next week, I am eating cake for my birthday. – Minggu depan, aku akan makan kue untuk ulang tahunku.
Aspect
Seperti tenses, aspect juga merupakan properti dari kata kerja, dan mereka juga berhubungan dengan hubungan kata kerja dengan waktu.
Tetapi tidak seperti tenses, yang menggambarkan posisi tetap kata kerja dalam waktu sebagai masa lalu atau sekarang, aspect menggambarkan bagaimana sesuatu dapat dilihat dalam kaitannya dengan waktu, daripada kapan tepatnya hal itu terjadi.
Kita dapat menggambarkan kata kerja to fall dalam bentuk lampau dengan mengatakan I fell over. Tetapi kita dapat mengambil ini lebih jauh, dengan melihat kategori lebih lanjut dalam kaitannya dengan masa lalu.
Contohnya:
- I fell over the bridge. – Aku jatuh dari jembatan.
- I had fallen over the bridge. – Aku jatuh dari jembatan.
- I was falling over the bridge. – Aku jatuh dari jembatan.
Contoh pertama adalah dalam bentuk lampau yang sederhana dan ini adalah cara paling sederhana untuk menggambarkan suatu peristiwa yang terjadi di masa lalu. Tetapi dua contoh kedua menunjukkan dua kategori atau aspect lain.
Contoh kedua mengatakan I had fallen menggunakan aspek perfeksif yang menggambarkan sesuatu yang penting di masa lalu, atau perlu diperhatikan. Ini digunakan dalam istilah praktis dengan versi tense yang sempurna.
Modality
Bahasa Inggris memang memiliki beberapa aturan dalam membentuk sebuah kalimat. Aturan – aturan tersebut biasa disebut dengan grammar. Salah satu contoh dari aturan dalam grammar adalah modality
Modality merupakan istilah dalam bahasa Inggris yang bermakna penggunaan kata kerja modal (modal verbs) dalam kalimat.
Berikut adalah penjelasan singkat tentang modality beserta contoh kalimatnya.
Modal atau yang sering juga disebut dengan modal verbs, modal auxiliary verbs, atau modal auxiliaries adalah kata kerja khusus (special verb) yang memberikan informasi tambahan tetang fungsi dari kata kerja utama (main verb) yang mengikutinya. Modal juga merupakan kata kerja bantu (helping verb) yang dapat memberikan suatu ekspresi, seperti kemungkinan (possibility), kemampuan (ability), kewajiban (obligation), izin (permission), dan sebagainya. Berikut adalah beberapa ciri – ciri Modal Verb:
- Modal Verb tidak pernah memiliki perubahan bentuk. Modal Verb tidak dapat diberi imbuhan -s, -ed, -ing, dan sebagainya.
- Modal Verb selalu diikuti oleh kata dasar (infinitive verb) tanpa to, atau disebut juga dengan bare infinitive.
- Modal Verb digunakan untuk mengekspresikan kepastian (certainty), kemungkinan (possibility), keinginan (willingness), kebutuhan (necessity), kemampuan (ability), kewajiban (obligation), dan izin (permission).
Daftar Modal Verbs (Kata Kerja berbentuk Modal)
- Can (dapat)
- Could (dapat)
- May (mungkin)
- Might (mungkin)
- Will (akan)
- Would (akan)
- Shall (seharusnya)
- Should (seharusnya)
- Must (harus)
Kegunaan Modal Verbs
Modal Verbs digunakan untuk mengekspresikan beberapa fungsi di bawah ini.
- Untuk meminta izin (to ask permission)
- can, could, may
- Untuk meminta tolong (to make a request)
- can, could
- Untuk mengekspresikan sebuah kemungkinan (to express a possibility)
- may, might, could
- Untuk memberikan saran atau nasihat (to give suggestion or advice)
- should
- Untuk mengekspresikan kebutuhan atau kewajiban (to express necessity or compulsion)
- must, have to
- Untuk mengekspresikan larangan (to express prohibition)
- must not
- Untuk mengekspresikan sebuah janji atau niat (to express a promise or intention)
- shall, will
- Untuk mengekspresikan sebuah keinginan (to express a wish)
- may
Contoh Modal Verbs dalam Kalimat
Di bawah ini adalah sebuah daftar modal verbs beserta contoh penggunaannya dalam kalimat.
|
Modal Verb |
Menunjukkan Expresi |
Contoh |
|
Must (harus) |
Strong obligation (keharusan yang kuat) |
You must stop when the traffic lights turn red. (Kamu harus berhenti ketika lampu lalu lintas berwarna merah) |
|
Certainty (kepastian) |
She must be very tired. She has been working all day long. (Dia pasti sangat lelah. Dia telah bekerja sepanjang hari) |
|
|
Must not (tidak harus) |
Prohibition (larangan) |
You must not smoke in the hospital. (Kamu tidak boleh merokok di rumah sakit) |
|
Can (dapat) |
Ability (kemampuan) |
You can swim well. (Kamu dapat berenang dengan baik) |
|
Permission (izin) |
Can I use your laptop, please? (Dapatkah saya menggunakan laptopmu?) |
|
|
Possibility (kemungkinan) |
Smoking can cause many disease. (Merokok dapat menyebabkan banyak penyakit) |
|
|
Could (dapat) |
Ability in the past (kemampuan di masa lalu) |
When I was younger, I could run very fast. (Ketika saya masih muda, saya dapat belari dengan sangat cepat) |
|
Polite permission (permintaan izin yang sopan) |
Excuse me, could I sit here? (Permisi, dapatkah saya duduk di sini?) |
|
|
Possibility (kemungkinan) |
It could rain tomorrow morning! (Hari dapat hujan esok pagi!) |
|
|
May (bolehkah) |
Permission (permintaan izin) |
May I use your phone, please? (Bolehkah saya menggunakan teleponmu?) |
|
Possibility, probability (kemungkinan) |
It may snow tomorrow evening! (Hari mungkin akan bersalju esok sore!) |
|
|
Might (bolehkah) |
Polite permission (permintaan izin yang sopan) |
Might I suggest an idea? (Bolehkah saya memberikan sebuah ide?) |
|
Possibility, probability (kemungkinan) |
I might go on holiday to Australia next year. (Saya mungkin akan pergi liburan ke Australia tahun depan) |
|
|
Need not (tidak butuh/ tidak perlu) |
Lack of necessity/ absence of obligation (mengindikasikan ketidakbutuhan/ tidak perlu akan sesuatu) |
I need not buy tomatoes. There are plenty of tomatoes in the fridge. (Saya tidak perlu membeli tomat. Ada banyak tomat di kulkas) |
|
Should/ ought to (Seharusnya/ harus) |
50 % obligation (50 % keharusan) |
I should/ ought to see a doctor. I have a terrible headache. (Saya seharusnya menemui dokter. Saya sakit kepala) |
|
Advice (saran) |
You should/ ought to revise your lesson. (Kamu seharusnya memberbaiki pekerjaan/ tugasmu) |
|
|
Logical conclusion (kesimpulan yang logis) |
She should/ ought to be very tired. She has been working all day long. (Dia seharusnya merasa sangat lelah. Dia telah bekerja sepanjang hari) |
|
|
Had better (sebaiknya) |
Advice (saran) |
You had better revise your assignment today. (Kamu sebaiknya memperbaiki tugasmu hari ini) |
Catatan :
Bentuk modal akan selalu sama untuk setiap subjek (I, you, they, we, she, he, it).
Contoh:
- I can swim (saya dapat berenang)
- He can swim (dia dapat berenang)
- They can swim (mereka dapat berenang)
Demikianlah penjelasan singkat tentang modality beserta contoh kalimatnya.
Sekarang kita akan membahas tentang Ambiguuity untuk soal nomor 2
2. Ada 2 jenis ambiguity, yaitu ambiguity lexical dan ambiguity stuctural. Beri contoh masing- masing lebih supaya jelas maknanya. !
Para ahli berbeda-beda pendapat tentang kalimat ambigu atau ambiguity sentences. Tetapi secara umum dibagi menjadi dua kelompok, yaitu Ambiguity Lexical dan Structural .
1. Lexical Ambiguity
Lexical ambiguity atau leksikal ambiguity adalah kalimat yang mempunyai kata sama tetapi artinya berbeda. Dalam Bahasa Indonesia, kemungkinan dua arti yang berbeda tersebut adalah arti sebenarnya (denotasi) atau arti tidak sebenarnya (konotasi0. Agar lebih jelas dalam memehami maksud dari ambiguity lexical, maka kita dapat melihat contohnya di bawah ini.
- Amir go to the bank Makna kata bank dalam Bahasa Inggris ada 2, yaitu bank sebagai sebuah lembaga dan sungai. Jadi, jika diterjemahkan kalimat di atas menjadi Amir pergi ke bank atau Amir pergi ke sungai.
- What is this season? Musim apa ini? atau Bumbu apa ini?
- There are a cat on the back Ada seekor kucing di belakangnya atau Ada seekor kucing di punggungnya.
Itulah contoh ambiguity sentence dalam Bahasa Inggris.
2. Structural Ambiguity
Structural ambiguity adalah kalimat ambigu atau kalimat yang bermakna ganda karena kesalahan structural dalam penulisan Bahasa Inggris atau kalimat tidak lengkap. Ada beberapa jenis structural ambiguity sentences dan akan dibahas si bawah ini beserta contohnya.
- Structural Ambiguity dengan Prepositional Phrase
Ambiguity sentences pada kalimat ini dapat terjadi karena penggunaan verb, contoh kalimat noun phrase, dan prepositional phrase yang tidak lengkap. Akibatnya, kalimat memiliki 2 makna.
Contoh :
– My sister hurt her friend with a book
Kalimat tersebut dapat berarti My sister hurt her friend using a book Adik perempuan saya menyakiti temannya menggunakan buku) atau Her friend is holding a book when my sister hurt him (Temannya mendorong buku ketika adik saya menyakitinya).
Kalimat akan menajadi jelas, jika dijadikan 2 kalimat, seperti :
–
My sister hurt her fried with a book. The book is broken
– My sister hurt her fried with a book.
Her fried is cried.
- Structural Ambiguity dengan Comparative Degree
Untuk kalimat ini agar langsung dipahami, maka kita lihat contohnya
– I know more smart girls than Ani
Kalimat di atas dapat mempunyai dua makna, yaitu I know smart girls more than Ani knows the smart girls (Saya mengetahui banyak gadis pintar daripada yang Ani ketahui) atau I know smart girls more than I know Ani (Saya mengetahui banyak gadis lebih pintar dari saya mengetahui Ani). Atau dapat juga kalimat di atas sebenarnya bermaksud mengatakan The girls more smart than Ani (Gadis-gadis lebih pintar daripada Ani).
Berdasarkan contoh ambiguity sentence dalam Bahasa Inggris di atas, maka sebenarnya kalimat bermakna ganda terjadi kebanyakan karena ketidalengkapan penulisan kalimat. Baik berupa prepositional phrase, comparative degree, dan penggunaan gerund phrase. Sebaiknya Jika menggunakan kata yang mempunyai dua arti ditambahkan adverb atau kata keterangan di belakangnya.
Terimakasih , Mohon maaf ada sekdikit terlambat dalam aktivitas diskusi sebab pangaruh jaringan yang urang memadai.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar